
Nora berteriak kepedasan karena tersiram air cucian piring oleh Rendy. Maklum, Ibunya Bima tidak menggunakan washtafell dirumahnya, sehingga jika mencuci dikamar mandi menggunakan timba sebagai pembilasnya.
Sementara Yudi yang masih posisi mabuk parah hanya tertawa dan terkapar di lantai rumah yang basah.
Sumi sudah menghubungi Bima agar segera datang dan melihat istrinya yang sudah lebam-lebam akibat baku hantam dengan Yudi.
Selama ini Yudi selalu mencuri dirumah Ningrum aman-aman saja. Entah karena perhiasan Ningrum yang terlalu banyak entah karena Ningrum malas hendak ribut-ribut.
Namun kali ini Ia berhadapan dengan Nora yang yang perangainya tentu jauh berbeda dari Ningrum yang hanya diam dan terlalu banyak mengalah.
Tak berselang Lama Bima datang dan melihat Nora yang sudah basah kuyup dan tentung beraroma tak sedap.
Bima membawa Nora ke kamar mandi dengan kaki terseok dan mengguuyurnya disana serta memandikannya, lalu meminjam pakain ibunya yang mungkin tak muat untuk Nora, sebab Nora memiliki postur tubuh tinggi dan tegap dengan body yang aduhai.
Setelah merasa lebih baikan, Bima menanyakan mengapa sampai wajahnya lebam dan sudut bibirnya pecah serta basah kuyup seperti itu.
Nora mencoba menceritakan kronologinya, namun, Ia tidak tahu siapa yang menyiramnya karena Ia saat itu sedang beradu jotos dengan Yudi.
Bima melihat ceceran paket sabu yang dilantai, dan lembaran uang senilai satu juta yang juga basah dilantai.
Lalu Bima beranjak menghampiri Yudi dan memberikan bogem mentah ke wajah adiknya, lalu memunguti uang tersebut dan membawa Nora pulang kerumah.
Sesamapainya dirumah, mereka kembali bertengkar.
"Sudah ku katakan jika adikmu itu yang mencuri gelang emasku. !" ucap Nora dengan nada tinggi.
Bima menatap dengan kesal "Itu juga salahku mengapa kau mengunggahnya di akun media sosialmu? Sehingga Ia mengetahui semua yang kau miliki!" ucap Bima dengan kesal.
"Emang dasar pencuri tetap saja pencuri!" jawab Nora dengan sengit.
__ADS_1
Keduanya bertengkar dirumah kontrakan yang rapat penduduk pada malam hari membuat tegangga mendengarnya dan terganggu.
Lalu kebiasaan Bima yang suka membanting barang tentu kambuh. Namun karena barang mereka tidak banyak, maka Ia melayangkan tinjunya kepintu kamar hingga berlubang.
Dan pertengkaran mereka terhenti karena anak bayi rumah sebelah kontrakan mereka tersentak dan menangis sehingga membuat ibunya mengomel dan melabrak Nora beserta Bima, sebab anak mereka sedang demam.
Lalu keduanya tampak sama-sama kesal dan berdiaman. Namun Bima yang sudah termakan pelet Nora, akhirnya memujuk Nora dan meminta maaf.
****
Keesokan paginya Bima bergegas berangkat ke proyek sebelum Nora bangun, karena istri barunya itu masih tertidur pulas. Bima ingin mengantarkan berkas pembuatan badge ke kantor administrasi perusahaan.
Nora menggeliatkan tubuhnya, dan melihat matahari sudah bersinar terang. Ia meraih phonselnya dan melihat layar phonselnya sudah banyak sekali notifikasi diakun media sosialnya yang menagih janji Nora akan bertemu teman sosialitanya yang akan pergi untuk berkaraoke dan makan-makan dengan traktiran Nora.
Seketika Nora terbeliak. Ia lupa akan hal itu. Lalu Ia beranjak dari ranjangnya dan saat Ia melihat wajahnya dicermin alangkah terkejutnya Ia saat melihat wajahnya membengkak dan penuh lebam. Ia tidak mungkin bertemu dengan teman sosialitanya yang saat ini sedang menunggunya.
Nora kemudian menuju ruang tamu dan melihat motor baru sudah dibawa Bima ke proyek dan ini bertambah membuatnya frustasi sebab tidak mungkin Ia menggunakan motor bututnya.
Nora merutuki nasibnya dan menyalahkan Yudi yang sudah kedua kalinya mencuri uangnya membuatnya semakin dendam kepada pemuda itu.
"Dasar Yudi breengseek!!" makinya dengan geram sembari memegang pelipisnya yang membengkak.
Melihat akun Nora tidak aktif, maka para teman sosialitanya itu menyerbu akun Nora dan menghujaninya dengan kata-kata kasar dan mengatakan jika Nora hanya besar omong doang, sedangkan kenyataannya tidak ada, dan ngumpet diajak ketemuan. Lalu mereka menghujat Nora dengan Tag nama akunnya yang kemudian menyebar tanpa Nora sadari, sebab Ia sedang tidak aktif saat ini.
Sementara itu Bima pergi mengurus pembuatan badge untuk dua orang pekerjanya yang akan bekerja esok hari sebab Ia sudah mendapatkan tekanan dari para atasan tentang proyeknya yang mangkrak saat itu.
Setelah selesai mengurus badge, Ia meninjau proyek yang masih mangkrak tersebut.
Dengan berjalan terseok Ia berjalan menuju ke lokasi proyek, dan saat melintasi plant-2 tempat Rendy bekerja Ia sudah melihat Rendy dan tim-nha sedang menggunakan crane mengangkat barang yang sudah difabrikasi dan dinaikkan ke lantai 8.
__ADS_1
Hati Bima berdenyut melihatnya. Itu tandanya Rendy akan segera mendapat proyek baru lagi dan Ia bertambah frustasi andai Rendy menyainginya dan sampai saj Rendy sukses ini akan membuatnya sangat terpukul.
Ia melihat para pekerja Rendy begitu betah dan tidak ada yang kabur satupun sehingga pekerjaannya terus saja terselsaikan, sedangkan Ia, pekerjanya selalu kabur-kaburan.
Bima segera melintasi plant-2 itu dengan langkahnya yang terseok dan menuju plant-4 tempatnya mengerjakan proyeknya. Saat bersamaan orang pengawas lapangan datang dan mengomelinya karena jangka waktu yang diberikan kepadanya hampir habis.
Bima bertambah pusing mendengar omelan dari pengawas lapangan karena merasa terus disudutkan.
Setelah pengawas lapangan itu pergi, Bima menuju ke kantin karena Ia belum sarapan dan merasakan perutnya keroncongan.
Saat melintasi kantin Mbak Raini, Ia tanpa sengaja berpapasan dengan Mbak Raini yang sedang menjinjing plastik kresek berisi rokok yang akan dijualnya.
Dengan cepat Mbak Raini membuang pandangannya dari Bima dan membuat Bima bertambah kesal karena hari ini Ia menganhgap orang-orang sangat menyebalkan.
Lalu Bima menuju kantin sebelah dan memesan makanannya, dan tampak orang mengacuhkannya tidak memperdulikan pesanannya.
Bima semakin merasa kesal, Ia merasa jika pemilik kantin itu beranggapan jika Ia akan berhutang karena mereka mendengar pertengkaran Bima dengan Mbak Raini waktu itu.
Bima mendenguskan nafasnya kesal dan merasakn jika hari ini benar-benar hari yang sangat mengesalkan bin menjengkelkan.
Bima beranjak dari kantin dan memilih untuk mencari makanan diluaran dan Ia teringat akan Jenny dan berharap gadis itu masih bisa menjadi pelipur laranya.
Lalu Ia mencoba menghubungi Jenny dan mendapati nomor gadis itu juga tidak dapat dihubungi.
Bima memilih ke parkiran dan menuju motornya dengan langkah terseok dan memilih pulang ke rumah.
Hatinya saat ini sangat kesal dan mencoba membuka akun media sosialnya untuk menghilangkan sejenak rasa kesalnya. Saat itu unggahan Nora tampak lewat dari berandanya yang mana banya tag atas nama akunnya yang mana menghujat Nora dengan berbagai kata-kata yang sangat kasar dan tajam.
Bima membolakan matanya membaca semua hujatan atas Nora dan tampaknya Nora tidak online saat ini sehingga tidak ada balasan dari Nora.
__ADS_1
Akhirnya Bima bingung ingin pergi kemana hari ini untuk menghilangkan rasa kesalnya.