SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)

SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)
episode 70


__ADS_3

Ningrum membuka aplikasi yang banyak memberikan inspirasi tentang cake ulang tahun dan juga buah tangan untuk hadiah syukuran Andini esok.


Sebelumnya Gibran mengatakan jika salah anak perempuannya menyukai salah satu karaktek kartun tokoh puteri dari negeri bagian barat.


Maka Ningrum mencari referensi yang sesuai dengan tokoh favorite idola anak perempuan Gibran.


Bahkan Ia menyiapkan decor yang juga mengandung tentang tokoh kartun tersebut, agar puteri Gibran merasa mendapat kejutan yang yang indah dihari ulang tahunnya.


Setelah itu, Ningrum mencari referensi cake untuk buah tangan kepada acara syukuran Andini yang akan digelar esok hari.


Ia melihat sebuah cake dengan mix buah bit menjadi pilihanya. Diamana diatasnya bertabur berbagai potongan buah segar. Setelah menemukan semua idenya, Ia mencoba memanggil Jenny untuk segera menemuinya ke ruangannya.


Tak berselang lama, Jenny sudah hadir diruangannya dengan wajah lesu.


Ningrum memandang wajah karyawannya itu dengan penuh penasaran.


"Kamu kenapa lesu begitu?" tanya Ningrum dengan nada penasaran.


Jenny hanya tersenyum datar, dan menjawab dengan tidak bersemangat.


"Tidak ada apa-apa, Bu. Hanya sedikit tidak enak badan" jawab Jenny dengan wajahnya yang tampak seperti tidak bersemangat.


Ningrum mengerutkan keningnya. Kalau kamu tidak bersemangat dan tidak enak badan, panggilkan Sary saja, dan kamu boleh istirihat" ucap Ningrum.


Jenny menganggukkan kepalanya, lalu keluar dari ruang kerja Ningrum. Jenny merasa tidak bersemangat karena sudah satu minggu Bima tidak mengunjunginya , Ia merasa kecanduan dengan Bima, sehingga membuatnya uring-uringan bahkan hasratnya tidak tersalurkan, membuatnya merasa lemah.


Bukan hanya itu, Bima tidak membalas pesannya, biasanya pria itu selalu membalas chatnya, namun entah mengapa Bima tampak menghindarinya.


Jenny menemui Sary, lalu mengatakan jika Ia dipanggil keruangan kerja Ningrum. Lalu Sary beranjak menuju ruangan majikannya, sedangkan Jenny menggantikan pekerjaan Sary untuk sementara waktu.


Sesampainya Sary diruangan Ningrum. Ia diberi amanah untuk berbelanja apa saja yang dibutuhkan untuk semua keperluan yang dibutuhkannya dengan sebuah kertas berisi catatan bahan yang akan digunakan Ningrum untuk membuat cake.


Sary segera bergegas menuju tempat dapur khususnya yang berada disalon itu namun terpisah ruangan.

__ADS_1


Dapur itu berisi berbagai alat pembuat cake. Ia mempersiapkan semuanya.


Hari ini Ia akan membuat 5 loyang cake untuk dibawa esok ke acara syukuran Andini. Saat sedang mempersiapkan semua alatnya. Tampak satu panggilan vedeo untuk Ningrum yang berasal dari Gibran.


Ningrum mengangkatnya. "Hai!" sapa Ningrum, sembari membersihkan peralatan pembuat cake dengan serbet kering dan bersih.


"Wah.. Lagi sibuk tampaknya" ucap Gibran.


"Ya. Esok ada acara syukuran pindahan rumah sahabatku, jadi mau buat cake untuk buah tangan"


"Besok? Aku juga dapat undangan itu, apakah orang yang sama?" ucap Gibran penasaran.


Ningrum mengerutkan keningnya "Apakah Andini dan Rendy?" tanya Ningrum menghentikan pekerjaannya.


"Suaminya kontraktor proyek, ya?"


"Iya.. Koq kenal?" tanya Ningrum penasaran.


Gibran tertawa dengan renyah "Ya kenallah. Saya kan bagian manintenent diperusahaan tempat Rendy bekerja" jawab Gibran


"Wah.. Bisa kebetulan, Ya.. Ya sudah, mungkin besok kita bisa bertemu disana" jawab Ningrum.


"Ya.. Sampai ketemu esok. Sudah dulu, Ya. Masih banyak pekerjaan" ucap Gibran mengakhiri panggilan telefonnya.


Sementara itu, Bima berkacak pinggang memandori para pekerjanya dan membuat para pekerja merasa kikuk dimandori seperti itu, namun bagaimana lagi mereka hanyalah orang yang mencari sesuap nasi demi kebutuhan hidupnya.


"Pak, ini sepertinya harus dipasang sapot agar tidak runtuh!" ucap seorang tukang kepada Bima.


Bima mengerutkan keningnya "Udah, tidak usah, ngabisin kawat las saja" jawab Bima.


"Tapi, Pak!"


"Sudah! Disini saya pemborongnya, jadi jangan cerewet, kamu!" sergah Bima kesal.

__ADS_1


Tukang itu hanya mendenguskan nafasnya, dan Ia merasa jika Bima adalah orang yang sangat keras kepala dan tidak dapat menerima masukan dari siapapun.


Namun sang tukang juga tidak ambil pusing, toh jika proyek itu roboh, maka Bima yang akan bertanggungjawab dan menerima resikonya.


Maka dari itu Sang Tukang merasa masa bodoh saja, dan mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Bima, selebihnya Ia tidak perduli.


setelah panggilan video berakhir. Ningrum kembali membersihkan semua peralatan yang akan dipakainya untuk membuat cake tersebut. 


Ia orang sangat teliti dan juga pembersih, sehingga selalu memperhatikan kehigienisan dari cake yang dibuatnya.


Sementara itu, Andini  libur bekerja karena hari Sabtu dan Ia mempersiapkan segalanya di rumah barunya. Rendy tidak masuk ke proyek karena harus membantu Andini mempersiapkan segalanya, apalagi kondisi Andini sedang berbadan dua dan Ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Andini karena usia kandungan yang masih sangat rentan jika terlalu bekerja berat,  sedangkan pekerjaan proyek Ia percayakan kepada tukang dan para pekerjanya.


Orang Tua Andini ikut membantu pekerjaan dan persiapan yang akan dibutuhkan untuk esok pada acara syukurannya.


Keluarga dari Andini yang merupakan kakak iparnya juga ikut membantu, maklum, Andini anak perempuan satu-satunya yang dengan 3 orang saudara laki-laki.


Sementara keluarga Rendy jauh di kampung halamannya dan Rendy tidak memaksa mereka untuk hadir, dan orang tua Rendy sudah lama meninggal dunia dan Rendy mendapatkan Andini dalam kondisi yatim piatu.


Kondisi itulah yang membuat Rendy begitu menyayangi Andini karena Ia menganggap jika Andini sebagai tempat berteduh dalam setiap lelah dan hidupnya.


Seluruh keluarga telah mempersiapkan segalanya dan meminta Andini tidak terlalu memforsir tenaganya agar tidak kelelahan saat acara esok berlangsung.


Sementara itu, Bima masih terus memandori para pekerjanya, Ia harus menyelesaikan pekerjaannya dua hari lagi, jika tidak, maka pencairan dana proyek akan mengalami hambatan.


Bima yang sedang berkacak pinggang, merasa gelisah. Rokoknya sudah habis, dan Ia belum merokok dari pagi tadi, maka Ia menghubungi Nora untuk membelikannya rokok agar Ia tidak merasa pusing dan mulutnya terasa masam jika tidak merokok.


Dengan cepat Nora membalasnya, dan mengiyakan permintaan dari Bima.


Bagi sang janda adalah jika Bima memberikan kesenangan ranjang padanya, maka Ia akan rela diperbudak oleh pria itu.


Lalu diam-diam Nora memperhatikan pergerakan Mbak Raini. Jika mbak Raini khilaf, maka Ia akan mencuri sebungkus rokok dari etalase khusus rokok dan memasukkannya ke dalam tasnya, yang mana akan diberikannya kepada Bima dengan berbagai cara.


Saat ini Mbak Raini belum memperhatikan jika Ia kehilangan rokok sebungkus setiap harinya. Ia mengira jika rokok dibeli oleh pelanggan kantinnya dan bukan hilang dicuri oleh karyawannya sendiri.

__ADS_1


Setelah mendapatkan rokok curiannya, Nora segera menghubungi Bima untuk bertemu ditoilet umum.


Setelah bertemu, Nora dengan cepat memberikan rokok itu dan menarik Bima untuk masuk kedalam toilet dan meminta bayaran untuk memuaskannya didalam toilet.


__ADS_2