
Bima masih menumpang di rumah Nora. Ia hidup seatap dengan wanita itu tanpa ikatan.
Uang sisa dari hasil penjualan rumah milik Ningrum Ia belikan sepeda motor untuk kendaraannya pergi bekerja.
Mbak Raini terus saja menerornya agar membayar hutang kantinnya, dan jika Bima tidak mau membayarnya, maka Mbak Raini akan melaporkannya pada pihak perusahaan agar memberikan sanksi bagi Bima.
Karena tidak ingin ribet, akhirnya Bima membayar hutang tersebut dengan rasa terpaksa.
Setelah membeli sepeda motor itu, Bima meminta agar Nora menikah sirih dengannya, dan pindah dari lingkungan itu agar tidak berdekatan dengan Rendy dan juga Andini yang mana nantinya Ningrum akan sering bermain ke rumah Andini dan mereka akan bertemu.
Lalu Nora menyetujuinya, dan mereka pindah rumah kontrakan dan menikah sirri. Rumah kontrakan mereka tak jauh dari lokasi perusahaan.
Nora yang mengetahui jika Bima ada menyimpan uang sisa dari penjualan rumah Ningrum mulai merengek meminta Bima membelikan perhiasan emas dan sebagainya.
Lalu mereka pergi healing ketempat-tempat wisata dan dengan noraknya Nora memamerkan perhiasan yang baru dibelinya sembari berfoto ria.
Sepertinya mereka adalah pasangan serasi yang sama tidak memiliki rasa malu dengan menghancurkan kehidupan orang lain.
Jenny yang melihat unggahan Bima dengan tag nama seorang wanita yang sedang ber healing ria dan pamer perhiasan, membuat Jenny merasakn sakit hati yang teramat dalam.
Bagaiamana Ia tak sakit hati, Ia sudah memberikan segalanya, bahkan kesuciannya telah Ia berikan dan kini Bima memilih janda seek-soy tersebut.
"Brengsek kamu, Bima..!! Sekarang kamu begitu mudahnya mencampakkanku, dan aku kini hanyalah seorang gadis yang ternoda.." Isak Jenny dalam penyesalannya yang tidak berguna.
Sementara itu, Bima dan Nora masih menikmati liburan mereka tanpa memperdulikan perasaan orang yang mereka lukai.
__ADS_1
sementara itu, para pekerja yang setelah pencairan dana proyek yang belum mendapatkan haknya mulai meneror Bima, Mereka meminta Bima segera membayarkan gaji mereka yang masih ditahan oleh Bima.
Namun bukan Bima namanya jika Ia akan mangkir dari apa yang menjadi tanggung jawabnya.
Setelah berfoya ria dan tanpa malu pamer akan segala sesuatu yang Ia dapatkan dari hasil menipu dengan bangganya, lalu keduanya kembali pulang ke rumah kontrakan.
Keesokan paginya, Bima kembali ke proyek, mengurus proyek barunya yang baru saja Ia dapatkan cara menundukkan karyawan maintenent dengan ilmu pengasihnya yang berasal dari semar mesem yang dimilikinya.
Sedangkan proyeknya yang mengalami masalah waktu itu, kini harus kembali dikerjakannya dengan sia-sia saja.
Para pekerjanya tidak ada yang mau masuk bekerja karena belum adanya pembayaran dari Bima, dan akhirnya dengan terpaksa Bima membayarnya setengah dahulu, sembari mempersiapkan pekerjaannya yang runtuh kemarin.
Dengan segala janji dan juga rayuannya, akhirnya para pekerja itu mau kembali bekerja dan tentunya iming-iming yang menjanjikan.
Saat Bima memarkirkan motonya, Ia berpapasan dengan Rendy, namun Bima seolah-olah tak melihat keberadaan Rendy, sebab Ia pernah mengatakan jika Rendy seorang pemborong proyek, namun naikannya motor matic, dan bukan sepertinya yang naikannya mobil.
Rendy bersikap Acuh pada Bima, lagipula tidak ada untungnya menanggapi orang sepertinya. Rendy bergegas menuju proyeknya, dan Rendy melihat dikejauhan tepat di pintu plant-4 proyek Bima tampak karyawan yang masih berusaha mengawasi pembersihan runtuhan proyek tersebut.
Rendy memasuki proyeknya, Ia mulai mengatur semua pekerjanya dan Ia ikut turun tangan dalam menjalankan proyek itu dan menjadi perancangnya langsung yang mengukur dan menentukan jumlah material yang harus disediakan pihak perusahaan.
Kinerja yang dilakukan oleh Rendy selalu mendapatkan nilai kepu-asan dari perusahaan, sehingga pekerjaannya yang belum selesai namun sudah diberikan lagi proyek dan penawaran yang terus berkelanjutan.
Pencapaian yang dilakukan oleh Rendy tentu membuat Bima semakin panas dan iri hati.
Setelah memberikan pengukuran pada material yang telah ditandainya oleh kapur besi, Rendy menyerahkannya kepada Helver dan fitter yang sudah dipercaya olehnya.
__ADS_1
Rendy pergi ke ruang CEO, sebab Ia mendapat email untuk melakukan penawaran kerja pembuatan elevator yang mana lumayan besar hargannya.
Rendy sangat bersemangat, Ia menganggap jika itu adalah rezeki untuk calon anaknya yang kini berada didalam kandungan sang istri.
Tanpa sengaja Rendy bertemu dengan Bima di ruangan CEO, dan Bima kembali bersikap acuh dan Rendy juga bersikap acuh..
Saat bersamaan, Gibran datang memimpin meeting dan Ia melirik ke arah Bima.
Namun Ia bersikap protesional tidak untuk mencampurkan urusan diluar pekerjaan. Jika saja Ia mau, maka Gibran akan menolak penawaran yang dilakukan oleh Bima.
Meeting berlanjut. Bima sedikit terperangah mendengar Rendy mendapatkan proyek elivator yang pastinya lumayan besar dalam jumlah penawarannya.
Sedangkan Ia hanya mendapatkan proyek platfom kembali, sebab proyeknya yang kemarin mengalami kegagalan dan menewaskan salah satu karyawan yang mengharuskan Bima dikenakan denda untuk membayar santunan dari karyawan yang telah tewas tertimpa runtuhan proyeknya.
Setelah menyelesaikan meeting Rendy kembali ke proyeknya, dan ternyata Fitter dan juga helvernya sudah dapat diandalkan, dan Rendy berpamitan untuk pulang cepat karena akan membawa Andini check up ke klinik bersalin untuk memeriksakan kondisi kehamilan sang Istri.
Tampak Andini merasa lemah setelah melihat kejadian yang menimpa sahabatnya, Ningrum.
Andini seolah merasakan betapa sakitnya penderitaan yang dialami sahabatnya, bagaimana mungkin pernikahan yang hanya sekian bulan itu membuat suatu tragedi yang menyakitkan. Bahkan Bima dengan tanpa perasaan melontarkan kata 'Mandul' pada sahabatnya.
Wanita manapun akan merasa tergores hatinya jika dikatakan seperti itu. Namun Allah memiliki rencana yang lebih indah mengapa sampai Ningrum tidak memiliki anak dari Bima dan Riffky, dan itu menjadi rahasia bagi Sang Khaliq.
Sepeda motor Rendy terparkir didepan halaman rumah, Ia bergegas memasuki rumah yang sedang tidak terkunci. Ia segera menuju kamar dan melihat Andini masih terbaring diranjang dengan wajah sendunya.
Rendy menghampirinya "Sudah, Sayang.. Jangan mikirin yang macem-macem.. Doakan yang terbaik untuk sahabatmu, mudah-mudahan dengan terlepasnya Ia dari pernikahan bersama Bima, Ia akan menemukan kebahagiaan didepannya kelak" ucap Rendy mencoba menghibur hati sang Istri.
__ADS_1
Andini beranjak bangkit dan menyandarkan kepalanya dipundak suaminya "Aku takut, Mas.. Andai itu terjadi padaku, belum tentu aku kuat menghadapinya seperti Mbak Ningrum" ucap Andini lirih.
Rendy membelai lembut rambut Andini "Dan Insya Allah itu tidak akan pernah kamu alami. Maka doakanlah selalu agar Mas berada didalam jalan yang benar, dan terjaga mata ini dari para wanita yang hanya bayangan semu semata" ucap Rendy memberikan jawaban yang berusaha untuk membuang ke khawatiran tentang cinta dan kesetiaannya.