SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)

SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)
episode 34


__ADS_3

Bima melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan menuju lokasi tempat Ia dan wanita itu bertemu janji.


Sebuah cafe yang dijanjikan. Lalu Bima memasuki lokasi tersebut dan melihat seorang wanita muda sudah menunggunya dengan pakaian yang sangat menggoda.


Mata keranjangnya sudah tak sabar untuk melihat dengan jarak yang begitu sangat dekat. Ia tiba dimeja pelanggan yang berada dipaling sudut.


Tanpa Bima sadari saat ini Yamink juga berada dicafe tersebut sedang bertemu janji dengan pelanggan pemilik salah satu salon yang juga ada dikota itu.


Yamink yang membawa barang-barang dagangannya dalam sebuah tas besar itu tampak melirik dari kejauhan.


Ingin rasanya Ia menghajar pria bernama Bima yang sudah menghkhianati sahabatnya itu, namun Ia tidak ingin terlalu jauh mencampuri urusan rumah tangga orang lain, Ia hanya berdoa suatu saat sahabatnya itu terbebas dari seorang pria pecundang seperti Bima.


Yamink akhirnya fokus dengan pekerjaannya dan melayani pelanggannya yang sedang memilih barang yang sedang dibawanya.


Sementara itu, Bima tampak tersenyum sumringah memandangi setiap lekuk tubuh wanita muda itu.


Berulang kali Ia menelan salivanya, tak sabar rasanya ingin menci-cipi tubuh wanita muda itu.


Seperti akan faham apa yang ada dibenak Bima, wanita itu mengembangkan senyumnya dengan sangat begitu bangganya jika Bima tampak tergiur dengan segala pesonanya.


Sesaat phonsel Bima berdering, satu pesan masuk dari Jenny yang mengiriminya pesan untuk bertemu janji sore nanti, namun Bima hanya membuka pesan itu tanpa membalasnya.


Wanita muda bernama Ria itu memberikan isyarat agar mereka segera keluar dari cafe, dan Bima tentu dengan senang hati menyambutnya.


Lalu mereka keluar dari cafe dan menuju sebuah tempat sunyi sebuah taman. Seperti biasanya, Bima tidak pernah membawa lawan bercintanya ke penginapan, karena Ia tidak ingin keluar uang untuk membayar penginapan tersebut.


Maka Bima akan mencari tempat sunyi dan bercinta didalam mobil.


Pria itu sangat tak sabar melihat kemolekan yang dimiliki oleh Ria. Ia tak sabar melucuti pakaian wanita itu dan melahabanya dengan sangat rakus.


Sementara itu, para pekerja yang tadinya hanya mendapat pinjaman upah 200 ribu sepakat meninggalkan pekerjaan dan kini hanya tinggal Ady dan juga Yudi yang berada dilokasi kerja.


Keduanya saling pandang, lalu mencoba menghungi Bima, namun tidak tersambung.

__ADS_1


Ady mencoba mengerjakan apa Ia ketahui. pemuda itu memiliki keahlian dalam pekerjaan pengelasan atau weldher. Karena merasa kasihan melihat pekerjaan itu terbengkalai. Sedangkan Yudi hanya membantu sekedarnya.


Bima entah sudah berapa kali telah mencapai puncak surgawinya, tanpa perduli dengan pekerjaan proyek kini sedang bermasalah.


Setelah keduanya merasa pu-as, mereka mengenakan pakainya masing-masing.


"Mana bayaran saya, Om?" tanya Ria sembari membenahi rambutnya yang acak-acakan


Bima menatapnya dengan bingung "Lho.. Kan Kamu yang ngajakin ketemuan, dan kenapa minta bayaran?" ucap Bima dengan nada tak suka.


Ria tersentak dengan ucapan Bima "Yaelah.. Jadi om kira yang sudah om dapetin itu gratisan ya?!" ucap Ria dengan kesal, karena jasa layanannnya tidak dibayar.


Bima semakin merasa kesal "Saya tidak mau bayar, dan kamu mau apa? Silahkan keluar dari mobil saya" ucap Bima sembari keluar dari mobil dan menarik paksa Ria dari mobilnya dan meninggalkannya begitu saja dilokasi tersebut.


Ria membolakan matanya "Dasar Siaaalan..!!gayanya saja selangit, tapi gak punya modal" maki Ria sembari meraih phonselnya dan menghubungi rekannya untuk menjemputnya.


"Awas saja nanti, akan ku buat perhitungan..!!" ucap Ria kesal.


Ia melirik pekerjaan Rendy yang sudah tampak 30% pengerjaannya.


Saat tiba dilokasi proyek, Ia hanya melihat Ady dan juga Yudi yang berada ditempat itu.


"Kemana pekerja yang lainnya?" tanya Bima kepada Ady yang masih tampak memotong plat besi tersebut.


"Mereka pulang, sepertinya mogok kerja" jawab Ady yang masih memotong plat besi, sedangkan pekerjaan masih hanya tampak 10 persen saja.


Bima mendengus kesal, Ia tidak menduga jika para pekerjanya hanya mogok kerja karena diberi uoah pinjaman 200 rb untuk seminggu "Dasar siiialaaan.!!" maki Bima dengan nada penuh amarah.


"Yudi.. Bantu Ady buat menggeser plat yang sudah dipotongnya, sisihkan didekat pojokan itu" titah Bima kepada Yudi yang tampak hanya duduk-duduk santai merokok saja.


Yudi beranjak bangkit, lalu menggeser plat besi yang sudah dipotong oleh Ady.


Setelah Ady selesai memotong plat besi, akhirnya mereka berniat pulang ke rumah.

__ADS_1


Sesampainya dirumah, Ningrum sudah pulang lebih dahulu.


Saat berpapasan dengan Yudi, rasanya Ia ingin mengusir pemuda itu dari rumahnya, namun Bima terus memohon agar Yudi tetap tinggal dirumah itu, dan lagi-lagi Ningrum harus mengalah.


Malam mulai beranjak. Kegelapan kian merambat sunyi. Semua mata sudah terpejam, kecuali Yudi yang tampak gelisah.


Ia mencoba mmebongkar isi lemari pakaian tersebut, dan mencar barang yang Ia sembunyikan ditempat itu. Namun setelah lama Ia mencarinya, tetapi tak jua kelihatan.


Ia menduga jika barang itu sudah ditemukan oleh Ningrum, kakak iparnya, sebab jumlah pakaian yang waktu itu tampak banyak bertumpuk, kini sudah berkurang.


Yudi yakin jika Ningrum telah mengambilnya, dan Ia merapatkan giginya menahan geram.


Pemuda itu keluar dari kamar, mencoba mencari dimana timbangan elektrik tersebut disembunyikan oleh Ningrum.


Namun phonselnya berdering, seseorang menelefonnya. Ia melihat jika itu panggilan masuk dari seorang pemasok barang haram tersebut, karena ini sudah masuk tanggal yang dijanjikannya untuk melunasi tagihan barang yang diambilnya terlebih dahulu.


Pemuda itu menyelinap keluar dan menuju gang menuju gapura tempat Ia dan pria itu bertemu janji.


Dengan berjalan kaki Ia menuju ke lokasi tersebut "Ada apa?" tanya Yudi dengan wajah datar.


"Eh.. Brengseek. Ini sudah lewat dari tanggal yang kamu janjikan, mana uangnya?!" tanya pria bertubuh ceking itu.


Yudi mendenguskan nafasnya dengan kesal "Beri waktu satu hari lagi, aku usahakan" Yudi menawarkan penangguhan waktu untuknya.


Pria itu membuang puntung rokoknya dengan kasar dan menatap kesal "Dasar breengsek, satu hari lagi, kalau gak aku habisi kamu..!!" ancam pria ceking itu, lalu menghidupkan mesin motornya dan berlalu pergi dengan kecepatan tinggi.


Yudi menggeram kesal "Ini semua karena Mbak Ningrum..!! Awas saja Dia, aku balas nanti..!!" gumannya lirih dalam hati dan berjalan kembali menuju pulang.


Sesampainya di rumah Ningrum, Ia terus mencari dimana Ningrum menyembunyikan timbangan elektriknya.


Sesaat matanya tertuju pada sebuah tong sampah yang ada dibagian belakang rumah, dan benar saja, Ia menemukan timbangan tersebut yang tergeletak ditong sampah dengan kondisi setengah hangus.


Yudi menggeretakkan giginya dan menaruh dendam kepada Ningrum sang kakak ipar.

__ADS_1


__ADS_2