SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)

SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)
episode 36


__ADS_3

Ningrum beranjak dari meja makan dan menuju garasi. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. pagi ini moodnya sangat buruk, Ia kngin berada diruangan kerjanya untuk sekedar melepas kegalauan hatinya.


Setelah menjalani biduk rumah tangga bersama Bima, Ia merasakan jika dirinya harus berkorban banyak uang. Sementara saat bersama dengan Rifkky, Ia benar-benar bermandikan uang dengan segala kemewahan yang ada.


Bahkan setelah bercerai sekalipun, Rifkky masih membagi harta gono-gini dengan adil. Namun mengapa setelah menikah dengan Bima, Ia yang tampak harus bekerja keras? Seolah Ia adalah tulang punggung dalam keluarga suaminya.


Ningrum duduk disofa ruang kerjanya, menyandarkan kepalanya sembari memejamkan kedua matanya. Ia ingin menenangkan sejenak fikiran dan hatinya.


Sementara itu, Bima dan Ady berangkat ke proyek dan dengan kecepatan tinggi Ia melajukan mobilnya. Ia sangat kesal kepada Yudi karena tidak masuk kerja hari ini


Sesampainya diperusahaan, Ia mengurus semua permit untuk dapat mengerjakan pekerjaannya setiap hari.


Setelah selesai mendapat tangan untuk pengerjaan, Bima menuju plant 4 tempat lokasinya bekerja, dan Ia melirik pekerjaan Rendy yang progressnya sudah mencapai 50%.


"Gilaa..! Pekerjaan milik Rendy sudah 50% saja, bisa dapat proyek baru dia kalau begini" guman Bima dalam hatinya.


Timbul rasa iri dihatinya melihat pekerjaan Rendy yang sudah berjalan sesuai dengan target yang ditentukan. Sedangkan pekerjaan miliknya hanya masih berjalan 20% saja.


Tanpa sengaja Ia kepergok Rendy sedang memperhatikan hasil pekerjaannya. Ingin rasanya Rendy mempertanyakan tabung oksigen yang waktu itu dipinjam oleh Bima, namun Ia mengurungkan niat dan tak ingin membuang waktu.


Bima terus berlalu dari dan menuju lokasi proyeknya. Kini mereka hanya berdua saja bekerja dengan Ady dan ini sangat berbahaya jika sampao ketahuan orang safety perusahaan, karena pekerjaan proyek mereka memiliki resiko kecelakaan yang tinggi.


Sementara itu, Yudi yang melihat rumah sepi beringsut dari ranjangnya, Ia merasa jika rumah itu tampak sepi sekali , Yudi memastikan jika semua orang telah berangkat bekerja dan hanya ada dia yang dirumah.


Ia keluar dari kamar, dan mendengar suara orang berisik di kamar mandi, saat Iaengintainya ternyata asisten rumah tangga yang sedang membersihkan rumah.


Asisten rumah tangga itu juga tidak akan lama-lama tinggal dirumah itu, sebeb setelah selesai berberes, Ia akan pulang kembali.


Yudi mengendap-endap masuk kedalam kamar Ningrum. Ia mencoba menuju lemari pakaian. Ia tahu jika Ningrum banyak menyimpan perhiasan disana.


Dengan cekatan dan kepiawaian malingnya, Ia berhasil menemukan kotak perhiasan milik Ningrum.


Matanya terperangah melihat ada banyak perhiasan yang disimpan Ningrum.

__ADS_1


"Selain cantik, Dia juga tajir rupanya, dan juga blo-on. sebab Ia tidak mengunci kotak ini" guman Yudi lirih.


Pemuda itu memilih perhiasan yang kecil saja, sebuah cincin emas yang senilai 5 juta rupiah. Ia mengambilnya, lalu meletakkan kembali dengan rapih ditempatnya tanpa menimbulkan kecurigaan tentunya.


Setelah selesai dengan aksinya, Ia kembali turun ke lantai dasar, dan melihat jika Asisten rumah tangga itu masih sibuk dengan pekerjaaannya.


Yudi menelefon seseorang, dan mengajak janji temu.


Setelah kesepakatan perjanjian, Ia menemui pria bertubuh ceking yang menjadi pemasok barang haram tersebut.


Ia berjalan menuju gerbang masuk. Karena sudah sering terlihat oleh security dan merupakan penghuni rumah Ningrum, maka Ia bebas keluar dan masuk kompleks mewah itu.


Ia menunggu di warung ayam geprek milik Lely, Kakaknya. Pada jam pagi kakaknya belum buka, dan ketika pukul 2 siang baru warung itu buka.


Setelah cukup lama. Menunggu, akhirnya Yudi bertemu dengan pria bertubuh tinggi ceking tersebut.


Tampak sebuah sepeda motor matic menuju ke arahnya. Lalu Ia bersikap santai dan pria itu menghampirinya.


Yudi mengamggukkan kepalanya, lalu mengeluarkan uang 2 juta dan juga perhiasan emas dari saku celananya.


"Nih.. Aku bayar lunas. dan mana barangnya?" ucap Yudi dengan merendahkan nada bicaranya agar tidak ada orang yang mendengarnya.


Pria ceking itu dengan cepat meraih uang 2 juta rupiah dan juga perhiasan emas tersebut.


"Cepat banget dapetnya.. Habis nyuri darimana kamu?" cibir pria itu dengan tatapan merendahkan.


Yudi melirikkan pandangannya dengan tatapan malas. "Udah, gak usah kebanyakan cerita kamu, cepat serahin barangnya" ucap Yudi dengan kesal.


"Nih.. 21 paket.. Awas kalau sampai hilang lagi, ku hajar kamu" ucap Pria ceking itu sembari menyelipkan barang yang diminta Yudi dibangku tempat mereka duduk.


Yudi dengan cepat meraihnya dan memasukkan ke dalam sakunya.


Lalu pria bertubuh ceking itu segera beranjak dari tempat duduknya dan menuju motor maticnya lalu pergi meninggalkan Yudi seorang diri.

__ADS_1


Kini pemuda itu tampak berfikir dimana Ia akan menyimpan barang tersebut tanpa ketahuan oleh Ningrum.


Ia memperhatikan lemari stailing milik kakaknya Ningrum, lalu Ia mendekatinya dan memperhatikannya dengan seksama.


Setelah menemukan tempat yang tidak mungkin dija-mah oleh kakaknya, maka Ia dengan cepat memasukkan barang tersebut disana dan berjalan melenggang kembali ke rumah Ningrum, lalu menuju ranjang dan membuat perlengkapan alat hi-sap barang haram tersebut dengan menggunakan sedo-tan kecil yang dimodifikasinya.


Ia menghi-sapnya dengan sangat sakau dan setelahnya Ia meracau tak jelas.


Di ruang kerjanya, Ningrum melirik phonselnya dan waktu menunjukkan pukul 10 pagi. Ningrum melupakan perlengkapan untuk parcel dan bukket yang Ia beli saat pulang dari salon semalam sore.


Lalu Ia menghubungi Jenny untuk mengambilnya dirumah dan membawakannya ke salaon dengan segera.


Mendapatkan perintah dari sang majikan, Jenny dengan segera melaksanakannya. Jenny pergi ke ruangan Ningrum untuk meminta kunci rumah.


"Bu.. Mana kunci rumahnya?" tanya Jenny kepada Ningrum yang tampak sangat banyak masalah, dan itu tergambar jelas dimatanya.


"Rumah tidak dikunci" jawab ningrum dengan malas.


Jenny mengamggukkan kepalanya, lalu beranjak pergi dari ruang kerja milik Ningrum dan bergegas ke rumah sang majikannya.


Sesampainya dirumah Ningrum, rumah dalam kondisi sepi. Ia baru berpapasan dengan asisten rumah tangga sang majikan yang saat dijalan tadi.


Jenny masuk ke dalam rumah dan mencari barang yang diminta oleh Ningrum yang katanya diletakkan disekitar meja makan.


Saat Ia sedang sibuk mencari, Yudi keluar dari kamar dalam kondisi sakau dan tentunya tidak dapat tidur.


Melihat seorang wanita yang berada dirumah kakak iparnya yang seperti mencari sesuatu membuatnya mengedarkan pandangannya kesana san kemari celingukan.


Yudi yang sedang sakau mendekati Jenny yang tidak menyadari kehadirannya.


Dengan cepat Ia mebekap mulut Jenny dan menyerrtnya masuk ke dalam kamar dan dengan cepat membanting tubuh Jenny di atas ranjang.


Lalu Yudi mengunci pintu kamar dan memutar tubuhnya menatap Jenny yang berusaha bangkit dari atas ranjang.

__ADS_1


__ADS_2