
Nora sampai dirumah dengan perasaan kesal. Ingin rasanya Ia menjambak wanita tersebut. Nakun karena banyak warga disitu, Ia takut jika sampai dikenakan kasus penganiayaan.
"Dasar siaalaan!! Berani-beraninya dia menghinaku. Apa dia fikir aku tidak bisa beli motor baru apa? Gak tau dia kalau Bang Bima itu pemborong proyek!" gerutu Nora dengan kesal.
"Aku mau minta belikan motor baru sama bang Bima, Gak bisa cash ya kredit juga tidak apa-apa, yang penting harus motor baru" Guman Norw dengan geram.
Ia beranjak ke dapur dan menyantab makan siang yang dibelinya barusan. Saat bersamaan, Bima baru saja pulang lembur dan matanya tampak cekung karena tidak tidur semalaman sampai ke siang karena mengerjakan pekerjaannya yang mangkrak.
Sesampainya dirumah, Ia meraskan tubuhnya remuk redam, ditambah lagi kakinya yang masih membengkak, belum lagi lapar yang menderanya.
Melihat Bima pulang Nora mempercepat makan siangnya dan menghampiri Bima yang wajahnya sudah pucat pasi bak kapas karena tidka tidur semalamaman.
"Bang.. Bang Bima.. Aku mau motor baru! Motor lama itu sudah tidak layak pakai, dan orang-orang mengejekku, masa istri pemborong proyek motornya jelek begitu" Cecar Nora yang bahkan tak memberikan kesempatan kepada Bima untuk sekedar duduk saja.
Bima sudah tak dapat lagi mendengarkan ocehan dari Nora. Ia berjalan menuju kamar dan menghempaskan tubuhnya diranjang dalam kondisi mengantuk tingkat tinggi dan mendengkur.
Nora semakin kesal melihat hal tersebut. Ia berusaha menahan kekesalannya dengan memilih untuk berselancar didunia maya dan alangkah terkejutnya Ia saat melihat postingan wanita yang baru ditemuinya saat mengantri membeli nasi pinggir jalan barusan dengan kalimat sindiran yang membuatnya semakin kesal.
"Gaya elite, ekonomi syuuuulit..! Lagak berduiit, tetapi kenyataannya terjepit.. Noraaaak.. pakai perhiasan juga xuping.. Dikira kita gak tauu yee.. Mana emas palsu mana emas beneran!" tulis unggahan dari akun bernama mawar berduri itu.
Kalimat itu membuatnya sangat begitu terbakar. Ingin rasanya Ia membalas unggahan tersebut, namun Ia tidak mau jika orang lain atau netizen mengetahui kalau yang disindir Akun Mawar berduri itu adalah dirinya.
Nora membuat unggahan balasan "Helllo.. Kamu gak tau ya siapa aku? Aku ini istri pemborong proyek tau.!! Jangankan motor, Mobil juga bisa aku beli!" balas Unggahan diakun media sosialnya yang pastinya akan dibaca oleh akun mawar berduri.
Nora merasakan jika ini sebuah penghinaan baginya, Ia akan membuktikan kepada wanita itu jika Ia dapat membeli motor baru dan akan Ia unggah di akun media sosialnya.
Lalu Ia menunggu Bima bangun dan akan memaksa Bima untuk membelikannya motor.
Sementara itu, Ningrum dan Luccy sudah kembali Ke salon. Ia mengantarkan Luccy pukang kerumah dan meminta sopir mengikutinya dari arah belakang.
Hari ini Luccy ada les private bahasa inggris dan Ningrum meminta asisiten rumah tangga itu menemani Luccy untuk mengawasi gadis kecil tersebut.
"Tante pulang, Ya.. Kapan-kapan Tante akan main kemari" ucap Ningrum sembari mengecup ujung kepala gadis kecil itu.
__ADS_1
Luccy membalasnya dengan kecupan dipipi kanan dan kiri Ningrum.
Lalu Ningrum beranjak pulang. Tatapan tak rela dari gadis kecil itu memandangi punggung Ningrum yang terus beranjak pergi keluar dari rumahnya.
Ningrum mengendarai mobilnya menuju rumah Andini sahabatnya yang sudah lama tidak Ia kunjungi lalu menghubungi Yamink untuk segera datang ke rumah Andini.
Tak lupa Ningrum singgah membeli smoithies mangga kesukaan Andini beserta bakso bakar dan siomay untuk para sahabatnya.
"Hallo, Kang.. Bisa datang ke rumah Andini hari ini?" ucap Ningrum dalam panggilan telefonnya.
"Oh. Bisa..Mbak. Kebetulan saya ada bawa produk baru untuk kosmetik" ucap Yamink cepat.
"Ya.. Sudah kalau begitu, buruan, Ya.." pinta Ningrum.
"Ok" balas Yamink cepat.
Ningrum melajukan mobilnya menuju kediaman Andini dengan berbagai camilan, karena Ia tahu jika temannya itu doyan ngemil apalagi masa kehamilan saat ini pastinya perutnya bawaannya laper mulu.
Sesampainya didepan rumah Andini. Ia memarkirkan mobilnya dihalaman depan yang tidak begitu luas, sebab lumayan padat penduduk.
Karena resign bekerja, akhirnya Ia hanya makan tidur dan rebahan saja kerjanya. Rendy melarangnya bekerja karena rahimnya lemah dan tidak dapat dipaksa bekerja dan berfikir keras.
Andini bergegas membuka pintu dan benar dugaannya, ternyata Ningrum yang datang.
"Mbaak.. Ih, mau datang gak ngabari, mana aku belum mandi lagi" omel Andini.
"Lagian yang mau cium kamu siapa juga! Mbak kemari mau curhat" balas Ningrum.
Andini mengerucutkan bibirnya.
Lalu Ningrum menyerahkan dua kantong kresek berisi 4 cup smoothies aneka buah dan kantong kresek satunya berisi bakso bakar dan teman-temannya.
"Wah. Tau saja kalau dirikun lagi laper, mana banyak lagi!" ucap Andini sumringah.
__ADS_1
"Ya taulah, kek kenal kamu baru sehari saja" jawab Ningrum. "Ntar kang Yamink datang, dia pesan smoothies buah kiwi, sisa satu buat Rendy" ucap Ningrum menjelaskan.
"Mas Rendy gak doyan beginian, anggap saja ini bonus buat aku yang satu cupnya" Jawab Andini sumringah.
"Ya, sudah.. Yang penting lambung kamu muat buat nampung dua cup"
Tak beberapa lama, Yamink datang membawa tas koper berisi barang dagangannya. Berbagai kosmetik dan skincare terbaru serta beberapa gaun pengantin dengan berbagai warna terbaru dan model terbaru sudah Ia persiapkan.
"Tuh.. Panjang umur. Baru juga dighibahin sudah nongol.
Kang Yamink nyengir mendengar ucapan Ningrjm dan memarkirkan motornya sembari mengangkat kopernya.
Andini masuk kerumah untuk mengambil piring sebagai wadah bakso bakar dan camilan lainnya yang dibawa Ningrum untuk mereka nik-mati sebagai temen ngobrol.
Kang Yamink menyeret roda covernya dan memasuki teras rumah Andini, lalu duduk kursi kosong disisi Ningrum.
"Tumben, Mbak.. Ada hal yang sangat mendesakkah?" tanya Yamink yang langsung mengambil smoothies buah kiwi yang ada di atas meja, meskipun belum ditawarin.
Ia menyeruputnya, karena merasa haus dari perjalanan.
Ningrum meraih cup smoothies strawberrynya, dan menyeruputnya. Lalu menghela nafasnya dengan berat.
"Luccy, Kang.." ucap Ningrum lirih.
Andini datang membawa piring dengan bakso bakar dan meletakkannya diatas meja. Kemudian ikut nimbrung dengan kedua sahabatnya.
"Luccy anaknya Pak Gibran?" tanya Yamink memastikan
Ningrum menganggukkan kepalanya "Ya.. Dia" jawab Ningrum lirih.
"Emangnya kenapa dengan bocah itu?" tanya Yamink.
"Dia terus mendesakku untuk menjadi mamanya" jawab Ningrum.
__ADS_1
"Uhhhhuuuuuk.." tiba-tiba Andini dan Yamink tersedak bersamaan saat menyeruput smoothiesnya ketika mendengar ucapan Ningrum.
Seketika Ningrum memutar bola mata malas "Gak gitu juga kalli.. Pakai kompakan segala" omel Ningrum yang melihat ulah kedua sahabatnya.