SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)

SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)
episode 53


__ADS_3

Para pekerja terdiam saat mendengar omelan dari Bima. Mereka tak menduga jika mendapatkan pemborong proyek yang sangat pelit sekali.


Sedangkan Karim yang merupakan perantara mereka untuk menjadi pekerja Bima mengatakan Jika pemborong proyek tempatnya bekerja sangat baik dan masalah gaji tidak pernwh bermasalah sehingga membuat mereka yakin jika pemborong proyek ini juga sama dengan Rendy sebagai Bos pemborong proyek tempat Karim bekerja.


Para pekerja itu hanya bisa mengelus dada dan mencoba bersabar sebab mereka sangat membutuhkan pekerjaan dan menganggap ini hanyalah sebuah awal dari mental mereka untuk menghadapi Bima. Dan jika dipertengahan jalan tidak sanggup menjalanijya maka tinggal melambaikan pada kamera saja.


Rendy keluar dari ruang CEO dan sudah mendapatkan Surat Perintah Operasioanal (SPO) dan esok akan segera melanjutkan persiapan materialnya.


Pria itu menuju parkiran dan tanpa sengaja bertemu dengan Bima yang akan keluar sejenak untuk membeli kawat las yang sudah habis.


Bima melirik berkas yang dipegang oleh Rendy dan tampak pria itu memasukkannya ke dalam jok motornya.


"Eheem.. Masa pemborong naikannya motor matic.. Malulah, seharusnya naik mobil, biar kelihatan kalau pemborong proyek yang berhasil" sindir Bima dengan nada sinisnya.


Rendy hanya tersenyum tipis, tak ingin menggubris apapun yang diledekkan Bima untuknya.


Rendy menaiki motor maticnya "Duluan, Ya.." ucap Rendy mencoba tidak untuk menanggapi ocehan pria yang sangat ember sekali mulutnya.


Bima hanya mencebikkan bibirnya dan masuk ke dalam mobilnya.


Rendy melajukan motornya. Ia hendak singgah ke kantor tempat Andini, bekerja, namun Ia mencari penjual bakso mercon pesanan Sang istri yang meminta untuk dibelikan jika pulang bekerja nanti.


Rendy mencari menemukan penjual bakso tersebut dan membelikan satu porsi serta satu cup es campur yang menjadi teman makan siang Andini.


Setelah mendapatkan pesanannya, Rendy kembali mengemudikan motor maticnya dan menuju ke kantor sang istri.


Sesampainya disana, Ia tau jika ini adalah jam makan siang kantor, dan Ia menunggu sang istri ditempat duduk antrian nasabah yang sudah kosong karena kantor sudah tutup.


Setelah membereskan pekerjaannya, Andini menghampiri sang suami dan menyalimnya.


Rendy memberikan pesanan Andini dan wanita itu tersenyum sumringah dan tak menduga jika sang suami benar membelikannya.


"Makasih ya, Mas.. Kenapa satu porsi? Buat Mas mana?" tanya Andini dengan penasaran.


"Liat kamu makan juga sudah kenyang" jawab Rendy sembari tersenyu.

__ADS_1


Andini memanyunkan bibirnya. "Gombal.." jawab Andini, yang dengan cepat membuka bakso mercon ektra pedas dan menyeruput es campurnya.


"Mas mau melihat renovasi dapur kita dulu, soalnya esok sudah mulai masuk kerja lagi" ucap Rendy sembari memandang Andini yang begitu lahab memakan pesanannya. Namun sayangnya, sebanyak apapun istrinya makan, namun gemuk tidak juga. Entah kemana larinya semua sari makanan itu diserap tubuhnya, Rendy juga bingung.


Andini menganggukkan kepalanya "Berarti SPO-nya sudah keluar ya, Mas?" tanya Andini dengan penasaran.


Rendy menganggukkan kepalanya "Mas jalan dulu, Ya" ucap Rendy berpamitan.


Andini kembali menganggukkan kepalanya dan Rendy beranjak pergi menuju ke rumah mereka yang baru mereka beli kemarin.


Setelah Rendy pergi, tak berselang lama Yamink memasuki kantor tersebut karena Ia tau jika Andini berada dikantor.


"Hei.. Ndin.." Sapa Yamink yang sengaja mengagetkan Andini yang sedang asyik makan dengan tidak menyadari kehadiran Yamink sahabatnya.


"Huuufft.. Aa..ashiiim.." Andini berdesin karena bakso pedas itu aromanya masuk ke hidung dan meninggalkan rasa pedas.


"Kang Yamink ngagetin saja.." omel Andini yang menggosok ujung hidungnya karena merasa sangat gatal.


"Gitu saja kagetan.." jawab Yamink yang ikut nyomot bakso mercon ekstra pedas tersebut.


Andini mengehela nafasnya "Ada apaan, Kang?" ganya Andini sembari menyeruput es campurnya.


Andini menganggukkna kepalanya "Ya sudah, sini.. Biar aku saja yang urus" ucap Andini, meraih berkas yang dibawa oleh sahabatnya.


"Beneran, Nih?" tanya Yamink meyakinkan.


"Iiiiih...gak percayaan banget, sih.." omel Andini.


Yamink menyengirkan bibirnya "Iya, percaya.. Tapi gak ada kompensasiny, kan?" ucap Yamink dengan nada kelakar.


"Ada.. 20 persen dari dana pencairan" jawab Andini sembari menanikkan kedua alisnya.


"Itu namanya ngerampok temen sendiri" ucap Yamink dengan cepat.


"Biariin...!!" jawab Andini yang beranjak dari tempat duduknya dan membawa berkas tersebut ke lantai dua tempat karyawan yang menangani dana mikro dan sebagainya.

__ADS_1


Setelah meletakkan berkas-berkas milik sahabatnya, Andini kembali tirun ke lantai dasar untuk melanjutkan makan siangnya tadi.


Namun Yamink tak lagi terlihat, sepertinya sudah pergi karena mempercayakan urusannya kepada sahabatnya.


Andini celingukan mencari es campur dan jiga baksonya yang belum kelar Ia makan. Lalu security yang bertugas mencoba bertanya kepada Andini.


"Lagi cari apa, Bu..?" tanya security itu dengan penasaran.


"Bakso sama es campur saya tadi belum selesai dan saya letakkan disini, apakah ada yang membuangnya?" ucap Andini.


"Sudah dibawa teman Ibu yang tadi" jawab security tersebut.


Seketika Andini terperangah "Dasar asem, kang Yamink.. Belum juga kenyang dah main serobot saja" gerutu Andini.


Sementara itu, Bima sedang mencari kawat las ditoko dan hampir sudah menjelajahi semua toko dan terdapat satu toko yang menjual murah barang tersebut.


Setelah mendapatkannya, Ia bergegas pergi meninggalkan toko dan memasuki mobilnya.


Tanpa sengaja Ia melihat Rendy melintas dari sisi kanan mobilnya dan menuju suatu tempat.


"Itu si Rendy.. Mau kemana Dia..?" guman Bima penasaran.


Lalu Ia menghidupkan mesin mobil dan mencoba membuntuti Rendy dari kejauhan.


"Mengapa Ia mengarah kerumah Nora?" ucap Bima penasaran.


Lalu Rendy melintasi rumah Nora dan memasuki sebuah gang dan berjarak 30 meter dari rumah Nora, Rendy berhenti didepan semua rumah permanen, namun tidak begitu besar tetapi lumayan bagus dan tampaknya baru selesai di cat sehingga memperlihatkan rumah itu tampak lebih segar.


Rendy memasukinya dan menuju ke ruang dapur yang tampak sedang direnovasi pada bagian yang rusak.


Bima semakin penasaran, lalu turun dari mobilnya dan mencoba bertanya kepada pemilik rumah yang merupakan pemilik toko sembako.


"Bang.. coba tanya.. Itu yang tadi bawa sepeda motor matic itu sedang apa ya, ke rumah belakang " tanya Bima bigitu penasarannya.


Pemilik toko itu menjelaskan jika Rendy adalah pemilik baru dari rumah yang baru saja mereka beli itu.

__ADS_1


Seketika Bima tercengang mendengarnya. Ia tidak menduga jika Rendy diam-diam telah membeli rumah.


"Heeemm.. paling juga beli rumah hasil ngutang bank..mana mungkin Ia sanggup membelinya dengan cara cash" guman Bima sembari menggerutu dan kembali ke mobilnya lalu meninggalkan lokasi tersebut yang mana nantinya akan membuat Ia terhalang bertemu dengan Nora untuk bercocok tanam...


__ADS_2