SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)

SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)
episode-120


__ADS_3

Malam menjelma. Acara resepsi hanya berlangsung hingga sore saja dan semuanya sedang dibereskan oleh tim decor yang mengurusnya.


Ningrum sudah membersihkan dirinya dari make up yang merias wajahnya.


Kini Ia sudah mengenakan pakaian tidurnya dan rasanya sangat lelah.


Syarifah dan Latif juga sudah masuk ke kamarnya dan beristirahat, keduanya sangat terlihat lelah dengan duduk seharian di kursi pelaminan sebagai pendamping.


Tampak Luccy berlari memasuki kamar Ningrum dengan pakaian tidur bermotif doraemon dan menaiki ranjang yang sudah dirias dengan konsep romantis.


"Ma.. Luccy tidur sama Mama malam ini, Ya?" Ucap Luccy bergelayut manja kepada Ningrum.


Gibran yang baru saja keluar dari kamar mandi tercengang mendengar ucapan Luccy, sebab bagaiamana mau malam pertama jika Luccy ikut tidur bersama mereka.


"Luccy.. Kamu malam ini tidur dengan Opa dan Oma, Ya" rayu Gibran agar puterinya mau tidur dengan Syarifah dan Latif malam ini.


"Gak, Mau.. Luccy mau tidur sama Mama" jawab Luccy tak mau mengalah. Kedua mata indahnya mentapa Ningrum dengan tatapan memohon. Bagaimana mungkin Ningrum dapat menolak tatapan penuh memelas tersebut.


Dengan senyum manisnya Ia menganggukkan kepalanya "Iya, sayang.. Kamu boleh tidur sama Mama malam ini" Jawab Ningrum sembari membelai lembut ujung rambut Luccy dan mengecupnya.


Seketika Luccy terlonjak senang "Horeee.. Luccy boleh tidur sama mama" ucapnya penuh kegirangan sembari mendekap erat tubuh Ningrum.


Gibran membolakan matanya. Ia merasa kalah saing dengan dengan Luccy, dan malam ini Ia harus gigit jari membayangkan malam pertama syahdu menjadi kelabu.


Gibran menggaruk kepalanya yang tak gatal dan kemudian beranjak ke atas ranjang dan tidur ditepian, sebab Luccy sudah mengambil tempat ditengah ranjang dan memeluk Ningrum.


Tampaknya gadis kecil itu kelelahan karena mengikuti acara resepsi dari awal hinga akhir. Dan tak menunggu lama, akhirnya Ia teridur pulas.


Gibran hanya dapat memandangi dua wanita beda generasi itu tidur saling berdekapan dan tampaknya Ningrum juga sangat kelelahan harus mengurus semua acara resepsi pernikahan mereka seorang diri.

__ADS_1


Akhirnya Gibran memberikan waktu untuk Ningrum agar beristirahat, dan rencana malam pertama mereka bisa ditunda hingga malam esoknya.


Gibran memandangi wajah ayu tanpa polesan tersebut. Wajah yang dulu pernah mencuri hatinya saat mereka berada disatu kampus yang sama dan juga satu kelas yang sama.


Ia mengagumi wanita itu karena tidak terlalu banyak bicarabdan juga termasuk wanita cerdas didalam kelasnya. Nilai akademiknya lumayan bagus dan selalu mendapat IPK yang yang tinggi.


Namun rasa kagum itu harus Ia simpan saat mengetahui Riffky yang merupakan pengusaha dibagian pendistributoran berbagai phonsel dan memiliki toko phonsel diberbagai kota membuatnya harus mundur dengan teratur.


Dan Ia mendengar kabar jika Ningrum dipersunting oleh Riffjy setelah selesai wisuda dan membuat Gibran semakin menjauhkan diri. Lalu Ia melamar pekerjaan disebuah perusahaan raksasa dan dengan kebruntungannya Ia diterima dan sekarang menduduji jabatan sebagai CEO diperusahaan tempatnya bekerja.


Setelah 2 tahun bekerja akhirnya Ia menikahi wanita yang sama juga bekerja diperusahaan tersebut dan memiliki satu orang puteri yang tak lain adalah Luccy.


Dan saat Luccy berusia 4 tahun, Winda mengidap kanker dan meninggal 2 tahun yang lalu, lalu membuatnya menduda selama dua tahun lamanya karena Luccy tak pernah ingin menerima wanita lain masuk kedalam kehidupannya.


Hingga akhirnya saat Luccy genap berusia 6 tahun dan merayakan ulang tahunnya, lalu menemukan sosok Ningrum sebagai figur seorang ibu yang diimpikannya dan membuatnya merasa nyaman dan meminta Gibran membawa Ningrum dalam kehidupan mereka.


Tampak sangat jelas malam ini, bagaimana Luccy begitu nyamannya tidur dalam dekapan Ningrum hingga terlelap.


Sementara itu, Syarifah masih belum dapat tertidur. Ia masih memikirkan Bima yang mana siang tadi hadir dalam resepsi pernikahn Ningrum. Ia sangat membenci pria bernama Bima.


Dimana pria itu dapat menghancurkan kehidupan sang puterinya dalam waktu beberapa bulan saja. Dan kini tanpa malu hadir membawa wanita lain yang sudah menjadi selingkuhannya saat masih bersama dengan Ningrum.


Sedangkan saat ini, Ningrum sudah menikah lagi, namun ada seorang anak dari suami baru Ningrum. Syarifah merasa takut jika nantinya anak itu akan menjadi sumber masalah dalam pernikahan Ningrum kedepannya.


A


Sebab dalam banyak kasus pernikahan antara janda dan duda mengalami kehancuran karena adanya anak dari pernikahan terdahulu dan selalu menjadi polemik dalam sebuah pernikahan.


Syarifah menghela nafasnya, Ia menatap langit-langit kamar dengan tatapan nanar.

__ADS_1


Ia merasa jika takdir hidup Ningrum sangat mengenaskan. Selalu saja bermasalah dalam persoalan asmara.


"Ya... Rabb.. Jadikanlah pernikahan anakku kali ini menjadi pernikahan yang membawa kebahagiaan dalam hidupnya. berilah Ia selaku rasa nyaman dalam menjalani pernikahannya. Jadikanlah anak itu sebagai penyejuk hati dalam kehidupan rumah tangganya" Doa Syarifah saat menjelang tidurnya.


Dan perlahan Ia mulai mengantuk dan memejamkan matanya untuk tertidur lelap.


Ditempat lain, Nora mengerang kesakitan "Kalau tau begini mending gak datang ke pesta si Ningrum!! Jadi bernasib siaall!!" gerutu Nora dengan kesal.


"Bang.. Baang Bima.!! Urutkan dulu kakiku ini!" teriak Nora dengan kesal.


Bima yang duduk di kursi tamu sembari berselancar didunia maya mendenguskan anfas kesal dan dengan terpaksa beranjak bangkit, lalu meraih minyak urut yang ada dilemari televisi dan masuk ke kamar untuk mengurut Nora.


Bima menghapus semua chatnya bersama dengan Jenny dan menuju tepian ranjang lalu mengurut pergelangan kaki Nora.


"Aaww.. Sakit, bang.. Pelan-pelanlah" protes Nora mengerang kesakitan.


Bima mengurangi tenaganya untuk mengurutnya dan Nora tampak meringis dengan wajah kesakitan.


"Dasar..!! Ningrum siaalaan!! Ngapain juga pentas pelaminannya pakai tangga segala, buat orang terjatuh saja" omel Nora tak henti-hentinya menyumpahi Ningrum.


Sementara Bima memasang wajah kesal karena Nora masih terus mengomel dan Ia merasa sangat bising.


"Sudahlah.. Jangan mengomel, nanti anak tetangga terbangun dan kita diomelin" ucap Bima mengingatkan.


"Kenapa abang jadi perhatian sama tetangga, sih? Itu pekerjaan abag diproyek bagaimana? Apakah sudah selesai atau belum? Masa iya sudah hampir 4 bulan menikah belum juga mendapatkan hasilnya" omel Nora merembet sampai ke pekerjaan.


Bima memutar bola mata malas. Nora tidak mengetahui jika Ia memiliki masalah di proyek karena keterbatasan pekerja. Sedangkan uang modal yang diberikan oleh Anton sudah semakin menipis dan ini membuatnya frustasi.


jika sampai pekerjaannya tidak selesai target yang ditentukan, maka Ia akan mengalami kerugian karena selesai pekerjaan Anton akan menagih modal yang diberikan kepadanya.

__ADS_1


"Masih banyak masakah diproyek, abang belum bisa pastikan" jawab Bima.


"Kalau begini kapan kayanya!!" balas Nora dengan kesal.


__ADS_2