SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)

SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)
episode-122


__ADS_3

Ningrum mengantarkan Syarifah dan juga latif sampai didepan mobil. setelah bebebrapa hari menemanibNingrum, keduanya kembali pulang ke kampung halaman.


Sedangkan Luccy sudah berangkat ke sekolah dengan diantar oleh Ningrum.


"Ibu balik, Ya Nak.. Kamu baik-baik disini, dan jaga kesehatan. semoga pernikahanmu selalu dalam keberkahan" ucap Syarifah dengan hati yang tulus. Sebenarnya hatinya masih merindukan sang puterinya, namun Ia juga ada keperluan dikampung halaman.


"Ibu dan Ayah juga jaga kesehatan kapan mau datang kemari kabari Ningrum biar dijemput sopir" jawab Ningrum.


Syarifah dan Latif menganggukkan keplalanya.


"Pak, jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya, Ya" ucap Ningrum dengan nada penekanan.


"Ok, Mbak.."


"Assalammualaikum" ucap Syarfah dan Latif.


"Waalaikum salam" jawab" Ningrum, lalu menatap kepergian sang Ibu dan ayahnya.


Setelah mobil itu menghilang dari pandangannya, Ningrum kembali masuk ke dalam salon, dan membersihkan dapur yang sedikit berantakan.


Ningrum teringat jika bahan pokok sudah habis dan Ia harus berbelanja. Meskipun minimarket banyak menyediakan bahan yang akan dicarinya, namun terkadang Ningrum suka berbelanja ke pasar tradisonal modern.


Ia Meraih kunci mobilnya. Lalu pergi ke pasar untuk mencari beberapa keperluan dapurnya. Pagi tadi Gibran memberinya uang untuk berbelanja kebutuhan dan kebetulan juga bahan untuk pangan sudah habis.


Sesampainya dipasar Ia pergi ke penjual daging dan banyak daging segar disana. Ningrum membeli sekilo daging untuk di sambal baladonya bersama tumis kangkung.


Setelah itu Ia pergi mencari ikan asin, sebab Ningrum penyuka ikan ikan Asin juga. Saat bersamaan, Nora juga berbelanja dipasar yang sama dan Ia sedang membeli tempe. Saat melihat Ningrum membeli ikan asin, Ia merasa kepo dan jiwa julidnya meronta-ronta.


"Yaelaah.. Pengantin baru makannya ikan asin?! Tapi dapat suami CEO? Tapi makanannya gak berkelas! Gimana mau subur begitu, makanannya saja murahan! Pantesan saja manduul!!" cibir Nora dengan wajah penuh kebencian.


Ningrum menarik nafasnya dengan berat, lalu menghelanya dengan berat. Penjual ikan asin yang merasa dagangannya dihina sebagai makanan rendahan merasa tersinggung mendengar ocehan dari Nora.


"Mbak.. Ini ikan teri Medan-nya, harganya sama lho dengan daging yang Mbak beli itu!" pedang itu kembali melontarkan sindirannya kepada Nora.


Seketika Nora melirik keranjang belanja Ningrung, dan benar saja, ada satu kilo daging didalamnya.


"Oh, ya.. Kalau begitu buatkan saya satu kilo ikan teri Medan-nya ya, Pak.. Yang supernya. Itu enak disambal dengan tempe ataupun kacang tanah" Balas Ningrum menanggapi.


"Kalau yang super, sih harganya beda, Mbak.. Lebih mahal lagi!" jawab pedagang tersebut.


"Gak apa, Mbak.. Saya masih sanggup belinya"


"Ok, deh-Mbak" jawab Pedagang itu sumringah, berhasil membuat wajah Nora memerah.


Nora membayar tempe yang akan dibelinya, lalu meninggalkan tempat itu dengan kesal sembari berlalu dengan langkah tertatih karena keseleo waktu itu.

__ADS_1


Ningrum bernafas lega melihat Nora sudah menjauh darinya, sebab sebenarnya Ia malas menanggapi ocehan Nora, namun terkadang mulut wanita itu begitu tajam.


Kini Ningrum ingin mencari cabai, bawang, dan juga tomat sebagai bahan bumbu untuk membuat daging dendeng baladonya.


Ia melihat Nora membeli seikat kangkung dengan menawar harga terendah ke pada sipenjual kangkung tersebut.


"Seribu seiikat-kan, Pung?" ucap Nora menawar harga kangkung tersebut.


"Gak bisa lah, Mbak. Kita ambil saja seribu lima ratus, masa iya saya jual seribu. Itu harganya 2 ribu, Mbak. Ambil 3 ikat lima ribu saja!" jawab Si Opung penjual sayur.


"Ah, mahal kali itu, Pung.. Biasanya juga seribu" Nora masih bertahan dengan tawarannya.


"Kalau mau murah dan gratis, tanam dan petik sendirilah, Mbak!" jawab si Opung dengan sangat kesal, lalu meladeni pembeli lainnya.


Nora akhirnya meninggalkan si Opung dengan kesal dan mencari pedagang sayur lainnya, dan ternyata harganya juga sama, dan membuatnya terpaksa membeli kangkung itu meskipun hatinya kesal.


Ningrum yang mendengar obrolan Nora dengan pedagang sayur itu hanya menggelengkan kepalanya dan setelah Ia melihat Nora pergi, Ningrum menghampiri si Opung dan membeli beberapa sayuran untuk dan kangkung emang menjadi tujuannya saat membeli daging tadi.


Setelah mendapatkan semua bahan yang diinginkannya, Ningrum menuju parkiran mobilnya dan meletakkan keranjang belanjanya yang sudah penuh dengan berbagai bahan masakan.


Ia melihat Nora juga keluar dari parkiran dengan motor butut bebeknya. Tampak tombol start-nya tak mau dihidupkan, hal itu membuat Nora merasa kesal. Sementara itu, Ia mencoba engkolnya, namun kakinya masih keseleo, dan dengan dibantu abang parkir, akhirnya mesin motornya dapat menyala.


Ningrum menarik nafas panjang melihat itu semua. Ia tidak ingin berdebat dengan wanita bermulut tajam itu dan bergegas keluar dari parkiran. Saat melihat Ningrum membayar uang parkir dari dalam mobil, Nora merasa sangat panas hatinya. Ia ingin memaksa Bima untuk membeli mobil.


Nora keluar dari parkiran dengan perasaan kesal.


"Aku harus minta sama Bang Bima buat beli mobil. Bukankah semalam Bang Bima sudah tandatangani BA? Pastinya Ia banyak uang" guman Nora dalam hatinya.


Ia sudah membayangkan seminggu ini akan mendapatkan uang banyak karena pencairan uang proyek seminggu setelah tandangan.


Bayangan mobil sudah terlintas dibenaknya dan Ia akan memaksa Bima untuk membelikannya.


Sesampainya dirumah. Nora memasuki rumah dan ternyata Bima sudah pulang dari proyek sebab Ia kehabisan oksygen untuk memotong besi, sehingga harus memesannya terlebih dahulu dan esok baru masuk.


Nora meletakkan belanjanya dari pasar yang berupa seikat kangkung, tempe dan juga ikan asin.


Bima tampak murung karena Anton meinta bagian persen dari pernanjian mereka sebagai pemodal. Jika sampai Bima tak memberikan bagian persennya, maka Ia meminta Bima mengembalikan modal yang sudah diberikan kepadanya.


"Bang.. Kan Bang sudah tanda tangan kontrak! Belilah mobil, Bang..! Masa iya pemborong proyek seperti abang gak bisa beli mobil, yang benar sajalah, Bang!" omel Nora sembari memetik kangkungnya.


Bima menoleh ke arah Nora yang tampak masih memetik kangkungnya.


"Paencairan kali ini banyam yang dikekuarkanlah, Dik.. Bayar Anton, denda, bahkan bayar gaji anggota dan juga beli alat-alat lainnya" jawab Bima yang tampak lemah.


Nora membolakan matanya "Pokoknya beli mobil, Adik gak mau tau!!" omel Nora dengan kesal hingga suaranya terdengar ke tetangga sebelah.

__ADS_1


Bima mengerutkan keningnya. Ia bingung harus mengatakan apa kepada Nora, namun menolak keinginan Nora itu sangat berat, sebab Ia sudah termakan kotoran darah mens-truasi wanita itu, sehingga sedikit banyaknya Ia akan patuh pada wanita tersebut.


Nora memasak dengan wajah masam. Menggoreng tempe dan ikan asin serta tumis kangkungnya.


Setelah selesai memasak, Ia berselancar di dunia maya sembari mencari mobil yang akan dibelinya.


Merasa mendapatkan mobil yang dicarinya, sebuah mobil secound seharga 50 juta menjadi pilihannya.


"Ini, Bang.. kondisinya masih bagus! Emangnya abang gak malu pergi ke proyek naik motor? Abang pemborong proyek! Gengsi, dong!" ucap Nora memanasi Bima agar memuwudkan impiannya.


Bima menarik nafasnya dengan berat. Sebenarnya apa yang dikatakan Nora ada benarnya. Ia harus membeli mobil jika ingin dikatakan sebagai pemborong yang berhasil.


Ia memperhatikan mobil yang diperlihatkan Nora kepadanya. Mungkin Ia akan menunda membayar gaji anggota pekerja dan juga hutang-hutang lainnya dan mengesampingkan semuanya demi mobil tersebut.


Ia harus terlihat lebih Macho dan keren dengan berangkat bekerja menggunakan mobil ketimbang naik motor.


"Nanti abang fikirkan, Ya dik" ucap Bima.


Seketika wajah Nora sumringah dan merasa jika Bima dapat Ia kendalikan.


"Nah.. Gitu dong, Bang.. " jawab Nora dengan senyum yang mengembangnya.


Perlahan Ia mengunggahnya dalam akun media sosialnya "Seminggu lagi bisa mewujudkan mobil impianku, dan ini sangat ditunggu-tunggu.. Duh senangnya" Nora menuliskan caption diunggahannya.


Sebuah akun menanggapinya dengan sangat julid nyelekit "Rumah masih ngontrak saja banyak gaya mau beli mobil, jangan nanti beli mobil, tetapi bayar kontrakan menyendat apalagi melupakan hutang dan gaji anggota terdahulu tidak dibayar!! Ingatlah, memakan keringat pekerja itu akan ada balasan yang setimpal, baik cepat atau lambat!!" balas komen tersebut dengan menggukan akun anonim.


Seketika Nora merasa geram melihat balasan akun tersebut yang membuatnya sangat kesal.


"Heeei!! Bilang saja kamu iri,Tau?!" balas Nora dengan kesal.


"Yaelah.. Siapa juga yang iri..?! Kalau mau beli mobil, tolong lunasi hutang-hutang terdahulu. Bayar gaji pekerja yang kau rampas haknya!! Meskipun sudah cukup lama, namun hutang tetaplah hutang dan akan dibawa sampai mati dan dituntut hingga sampai kepengadilan akhirat!! Berapa banyak keringat pekerja yang tidak dibayar oleh suamimu itu?!" balas akun anonim tersebut.


"Hutang lama itu gak perlu dibayar!! Dan sudah dianggap lunas apalagi sampai berbulan-bulan dan ngapain diungkit lagi!" balas Nora sengit.


Akun Anonim tersebut tampak semakin menggebu membalas Nora "Hellooo.. Siapa bilang hutang lama gak diperlu diabayar dan dianggap lunas? Hutang itu dibawa sampai mati, Cuuy.. kamu ngaji dimana, Ha?! Samapai otakmu gak bisa memikirkannya!" balas akun anonim itu dengan lebih sengit.


Nora membolakan matanya, Ia tampak begitu sangat terbakar emosinya "Eeh.. Gak usah ngajari aku apalagi sok ceramahin aku! Kamu itu emang dasarnya iri, dan gak mampu membeli mobil, makanya sok ceramah. Buangkan ceramahmu itu ke selokan!" balas Nora yang tersulut emosinya.


"Hahahaha.. Kasihan sekali dirimu..! Sudah miskin harta, miskin ilmu, miskin akhlak pula, tapi belagu dan memaksakan diri nak jadi sosialita!" balas akun tersebut, lalu menghilang.


Nora menyumpahi pemilik akun tersebut dengan berbagai kata makian yang sangat kotor sehingga membuat para netizen lainnya memberikan reaksi emot tertawa dan tertekejut.


Darah Nora semakin mendidih melihat reaksi bebebapa akun yang meberikan reaksi emot tertawa pada kolom berbalas komentar dengan aku anonim tersebut. Nora merasa mereka seolah ikut mengejeknya.


Hal tersebut semakin membuatnya terbakar dan Ia akan nekad untuk membeli mobil tersebut dan akan mengunggahnya sebagai bentuk memanasi hati para netizen yang sudah menyepelekan dan merendahkannya.

__ADS_1


__ADS_2