
Seminggu setelah pernikahan Andini, Yamink juga menyusul pernikahannya dengan Syahfitri. Ia melakukan resepsi pernikahan dikampung sang istri.
Maka Andini dan Ningrum rela datang jauh-jauh ke pernikahan Yamink demi sahabatnya. Perjalanan 3 jam tak menghalangi Andini dan Ningrum untuk pergi kondangan.
Melihat kehadiran sahabat kentalnya, Yamink tersenyum sangat bahagia. Bahkan Ningrum bersungguh membawakan kado yang dicandakan mereka tempo hari, yaitu sebuah lemari es 2 pintu.
Dalam kondangan kali ini, Rendy suami Andini tidak ikut karena adanya meeting pertamanya dalam pengambilan proyek pekerjaan diperusahaan tempat Ia mengais rezeki, begitu juga halnya dengan Bima yang sama-sama mengambil proyek diperusahaan yang sama.
Rendy dan Bima sama mendapat proyek ditempat itu, hanya berbeda plant saja. Rendy dipercayakan memegang proyek di plant 2 sedangkan Bima dipercaya untuk mengambil proyek di plant 4.
Meski berbeda plant, namun mereka masih tetap satu perusahaan.
Rendy berjalan menuju kantin perusahaan. Disekitar perusahaan, ada 3 buah kantin yang dikelola oleh warga sekitar perushaan, dan mereka membayar sewa perbulannya dengan harga fantastis. Namun pendapatan mereka juga melebihi dari hasil sewa tempat, sebab perusahaan itu adalah salah satu perusahaan raksasa yang tersebar hampir diseluruh berbagai negara.
Perusahaan itu menampung hingga ribuan karyawan yang dimana juga mensejahterakan kehidupan warga dihampir seluruh kota tersebut.
Rendy menuju kantin Mbak Raini, selain ramai pengunjungnya, pemilik kantin ini sangat ramah dan juga baik.
Rendy duduk disudut meja dan memesan sebungkus rokok serta seporsi nasi untuk makan siangnya. Andini sedang menghadiri kondangan sahabatnya, dan mungkin pulang sedikit larut malam, maka Ia mencoba memahami situasinya.
"Ini, Bang.. Rokoknya" ucap Mbak Raini yang mengantarkan langsung rokok tersebut ke meja Rendy, sebab pelayannya sedang sibuk melayani pembeli lainnya.
"Terimakasih, Mbak" jawab Rendy sopan. Lalu dibalas senyimum ramah oleh Mbak Raini.
Tak berselang lama, Bima masuk kedalam kantin tersebut, lalu melihat Rendy sedang menikmati makan siangnya, dan Ia menghampirinya.
"Hei, Bro.. gimana rasanya yang jadi pengantin baru? Pasti asyik dong.." ucap Bima mencoba berkelakar, namun terdengar menjijikkan ditelinga seorang Rendy, Pria itu hanya menanggapi dengan seulas senyum malas.
Bima mencomot rokok Rendy yang tergelatak di atas meja, lalu menyulutnya dan menghisapnya.
__ADS_1
Dalam dunia pria, mengambil sebatang rokok temannya adalah hal yang biasa, dan itu tidak begitu masalah bagi Rendy, lalu Ia menghabiskan makan siangnya, sedangkan Bima asyik dengan phonselnya dan sesekali Ia tampak tersenyum saat membalas chat di aplikasinya, namun Rendy tak begitu ingin ikut campur urusan seseorang.
Bagi Rendy, menjaga kehidupan rumah tangganya adalah hal yang utama, karena baginya setelah menikah adalah hal yang utama menjaga janji setia dengan pasangannya adalah sesuatu yang sakral.
Bima kembali mengambil sebatang rokok milik Rendy, lalu menghisap kembali dan terus berbalas chat di phonselnya, dalam sekejap, Bima sudah menghabiskan 3 batang rokok milik Rendy yang baru saja dibelinya.
Sedangkan Rendy baru menghabiskan satu batang rokok yang mana baru dibelinya.
"Mbak.. Satu porsi ayam rendang" teriak Bima kepada Mbak Raini, yang masih menghitung jumlah pesanan yang dapat dari kantor.
"Ya.." jawab Mbak Raini tampak malas, lalu mempersiapkan pesanan Bima.
Rendy sudah selesai dengan makan siangnya, dan ingin kembali ke kekantor untuk mengurus surat ijin kerja agar dapat menegeluarkan material untuk pengerjaan proyek esok hari.
Saat bersamaan, Mbak Raini datang mengantarkan pesanan Bima.
"empat puluh ribu saja, Mas" ucap Mbak Raini yang meletakkan pesanan Bima diatas meja.
"Eh.. Ren.. Sekalian bayarin dong makan siangku, masa iya dapat proyek lumayan gede gak mau traktir temen" ucap Bima tanpa rasa sungkan.
Rendy memberikan uang selembar seratus ribu rupiah kepada Mbak Raini "Sekalian punya Bkma, Mbak" ucap Rendy dengan tenang.
Mbak Raini menggelengkan kepalanya, dan menghela nafasnya berat sembari melirik kepada Bima, lalu beranjak ke kasir dan mengambil kembalian untuk Rendy.
"Ini, Bang kembaliannya" ucap Mbak Raini dan menyerahkan uang tersebut.
"Maksih, Mbak" ucap Rendy lalu ingin beranjak pergi, namun tangan Bima menahannya sejenak dan mengambil 3 batang rokok milik Rendy, lalu meletakkannya begitu saja diatas meja, dan Ia melanjutkkan suapannya sembari terus berbalas chat dengan seseorang.
Rendy meraih bungkus rokoknya dan berlalu meninggalkan meja tersebut. Samar-samar Rendy mendengar percakapan Mbak Raini yang mengomel kepada Bima karena hutang rokoknya yang sudah menumpuk dan belum juga dibayar.
__ADS_1
Rendy mencoba acuh dan memilih pergi.
Waktu menunjukkan pukul 3 sore, dan Bima segera beranjak pulang, Ia memastikan jika Ningrum akan terlambat pulang, sebab baru saja mengabari jika mereka akan menemani Yamink dipernikahannya hingga pukul 6 sore.
Menurut perkiraan, Ningrum akan sampai kerumah pukul 9 malam, dan itu tandanya Ia memiliki waktu banyak untuk bersama Jenny.
Bima tiba dirumah pukul 4 sore, Ia sudah mengadakan perjanjian dengan Jenny agar segera datang kerumah segera.
Setelah beberapa menit Bima tiba dirumah, Jenny juga sudah menyusulnya. gadis itu meninggalkan salon dan menyerahkannya kepada Sari, dengan alasan sakit perut.
Sesampainya dirumah milik sang majikannya, tanpa rasa merasa bersalah karena sudah mengkhianati kepercayaan Ningrum, Jenny naik kelantai atas untuk menemui Bima.
Rasanya Ia sudah sangat gatal dan tak sabar ingin segera mendapatkan kehangatan tubuh dari suami sang majikan.
Keduanya bertemu dikamar Ningrum, ranjang yang seharusnya milik Ningrum seorang, namun kini harus ternodai oleh pengkhianatan Bima yang telah membagi peluh dan kebohongan demi kebohongan mulai tercipta dalam biduk rumah tangga yang dijalani oleh Ningrum.
"Aduh, Pak.. Kamu ini selalu buay Jenny kangen terus, deh" rintih Gadis itu dengan segala pesona yang diciptakan oleh Bima.
"Siapa dulu, donk.. Kamu suka kan?" tanya Bima yang merasa bangga jika para wanita yang ditaklukkannya memuji keperkasa-anya.
"Iya, Pak.. Kamu sungguh luar biasa, buat nagih" ucap Jenny yang sudah tidak dapat lagi menahan gejolak hasratnya yang ini memuntahkan lahar surgawinya.
Entah sudah berapa dosa yang mereka ciptakan, dan hal itu merupakan sesuatu yang menyakitkan jika seandainya Ningrum mengetahuinya.
Dan hal yang dilupakan oleh Ningrum adalah, Ia lupa memasang cctv dan terlalu mempercayakan cintanya kepada seorang bernama Bima.
Malam sudah menjelang, dan Jenny harus segera pergi sebelum Ningrum pulang kerumah, Ia segera bergegas pergi meningalkan rumah sebelum kepergok sang majikan.
Setelah pukul 9 malam lewat, Ningrum kembali dari acara kondangan menghadiri pernikahan sahabatnya Yamink, Ia terlihat lelah karena menyetir seharian, sementara Andini tidak dapat menyetir mobil, alhasil Ningrum yang harus menyetir selama perjalanan pulang dan pergi.
__ADS_1