SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)

SUAMI KEDUAKU MENIPUKU (TOXCID)
episode-88


__ADS_3

Ningrum memandangi kepergian Luccy dengan tatapan sendu. Andaikan Ia diawal pernikahannya sudah diberikan keturunan, mungkin setidaknya anaknya akan sebaya dengan Luccy.


Luccy melamabaikan tangannya saat mobil yangbditumpanginya keluar dari parkiran mini market.


Ningrum menghela nafasnya dengan berat. Ia mencoba tegar dengan kondisinya saat ini.


Sesaat sebuah panggilan masuk dari Yamink.


"Hallo, Mbak.. Apa kabarnya?" tanya Yamink dengan nada Khawatir.


"Alhamdulillah baik, Kang.."


"Syukurlah.. Lagi dimana ini? Jika butuh bantuan apapun tinggal telefon saja ya, Mbak.. Saya siap bantuin Mbak kapanpun" ucap Yamink menguatkan hati sahabatnya, sebab Ia tau dikota ini Ningrum tidak memiliki keluarga yang dapat membuatnya mengeluh kesahkan segala permasalahannya.


Ningrum menghela nafasnya dengan begitu sangat dalam "Iya, kang.." jawab Ningrum dengan lirih.


"Baiklah, kamu jangan sampai berbuat yang aneh-aneh ya!" ucapYamink lembut, tapi penuh penekanan. Sebab Yamink takut jika nantinya Ningrum tiba-tiba sesat dan bunuh diri, maka ini adalah hal yang paling dihindari oleh Yamink. Sebab ketika seseorang sedang kalut dan tidak ada tempat untuk curhat maka biasanya akan nekad melakukan hal yang sangat merugikan dirinya semisalnya bunuh diri.


"Insya Allag, Kang.. Aku masih waras, koq!" jawab Ningrum sembari berkelakar, meskipun hatinya saat ini masih sangat gundah.


Yamink bernafas lega mendengar ucapan Ningrum "Jangan lupa hubungi Andini juga jika kamu butuh sesuatu, dan yang utama, dekatkan dirimu pada Sang Rabb" ucap Yamink mengingatkan.


Seketika Ningrum kembali terseduh, Ia sudah mengadukan perihal masalahnya kepada Sang Rabb, hanya saja Ia belum pernah mengadu di sepertiga malamnya.


"I-iya, Kang" jawab Ningrum dengan tersedu.


Yamink mencoba menenangkan hati Ningrum "Sudah.. Jangan nangis lagi, jelek tau!" ledek Yamink yang mencoba berkelakar meskipun Ia tahu hati Ningrum belum tentu akan menerima kelakarnya.


Ningrum meraih tissu yang tadi dibelinya, Ia menyeka air matanya, bahkan Ia membuang ingusnya yang sudah memenuhi rongga hidungnya dengan suara yang sangat khas.


Yamink yang mendengar suara Ningrum membuang ingusnya mengetahui jika Ningrum sudah terlalu banyak mengeluarkan air mata, sehingga ingusnya juga ikut keluar.


"Ya, sudah.. Saya masih pekerjaan, nanti saya telefon lagi, Ya.." ucap Yamink mengakhiri panggilannya.


Setelah menyeka air mata dan juga ingusnya, Ningrum membuang tissu ke tong sampah yang ada didekatnya.

__ADS_1


Lalu Ia beranjak ke mobilnya, Ia ingin pergi ke salon untuk melihat kondisi apa yang harus ia rancang disana.


Salon masih Ia liburkan, Ia sudah memecat Jenny dan tak ingin melihat wajah gadis itu lagi, sebab semuanya meninggalkan luka yang menganga.


Sesampainya di salon, menapaki anak tangga menuju lantai dua.


Ia berniat mengubah ruang kosong yang ada untuk menjadi kamarnya dan menambah balkon. Ia ingin menjual mobil yang pernah dibelinya untuk Bima. Sebab mobil itu sangat menjijikkan baginya, karena Ia melihat foto dan vedeo Jenny bersama Bima sedang bermain kuda-kudaan didalam mobil itu, baginya mobil itu akan membawa kesialan semata.


Ningrum duduk di sofa dengan wajah sembabnya. Namun haruskah Ia terus berlarut dan tenggelam dalam kesedihannya? Ia tidak ingin hancur dan bertambah hancur. Mungkin keputusannya bercerai dengan Bima adalah jalan terbaik, sebelum seluruh asetnya habis digerogoti oleh Bima dan juga keluarganya.


Ningrum meraih phonselnya, lalu memposting maobil diakun media sosialnya dan lapak jual beli, Ia ingin segera membangun salonnya dan menyulapnya menjadi tempat tinggallnya juga.


Ia tidak dapat membayangkan betapa malunya dirinya dihadapan keluarganya jika mengetahui rumahnya terjual karena ulah suami keduanya. Maka Ningrum masih merahasiakannya hingga proses percerainnya nanti selesai dan Ia akan mengatakan jika rumah Itu Ia jual untuk menambah modal usaha.


Tak berselang lama, banyak notif masuk yang menyatakan ingin membeli mobilnya.


Ningrum mengecek satu persatu alamat pemilik akun tersebut, dan alamat yang terjangkau dan berada satu kota dengannya yang Ia jadikan pilihan.


Setelah menyepakati janji bertemu, maka Ningrum menghubungi Yamink untuk menemaninya menemui calon pembeli mobilnya.


"Ya ammpun, Mbak.. Kita temenan masa iya sampai memberi jang tips segala.." omel Yamink


"Aku beri ini buat calon bati kang Yamink" jawab Ningrum beralasan.


"Udahlah, Mbak, Kamu sangat memerlukannya untuk saat ini" jawab Yamink bersikeras..


Ningrum terharu dengan ketulusan sahabatnya.


"Makasih banyak ya, Kang" ucap Ningrum dengan tulus.


Yamink menganggukkan kepalanya dan berpamitan pergi, karena masih ada pekerjaan yang akan dikerjakan. Yamink mengendarai sepeda motor maticnya dan tiba-tiba Ia mendengar notif diphonselnya, Ia menepikam motornya dan mencoba membuka pbonselnya.


Yamink menggelengkan kepalanya "Emank Mbak Ningrum Nih, bener-bener keras kepala" ucap Yamink saat melihat satu Notif transfer masuk dari Bank.


Kemudian Yamink mengirimkan pesan kepada Ningrum "Masadih, Mbak.." tulis chat pesan teks kepada Ningrum, lagian ditolak juga bakal percuma, karena nantinya akan membuat Ningrum semakin tak enak hati.

__ADS_1


Yamink melanjutkan perjalanannya menuju lokasi tempat bekerjanya.


Karena merasa haus, Yamink singgah disebuah gerai minuman pinggir jalan dan membeli satu cup jus mangga.


Tanpa sengaja, Yamink bertemu dengan Gibran yang merupakan mantan bos-nya sewaktu Ia bekerja sebagai pekerja kontraktor dan sedang mengantri membeli jus pesanan puterinya.


"Hei, Bos.. Apa kabar?" sapa Yamink dengan ramah.


"Eh.. Yamink, alhamdulillah baik, kamu gimana kabarnya?" balas Gibran.


"Baik bos. Lalu mereka duduk di bangku yang disediakan oleh penjual tersebut dan mulai mengobrol seputar pekerjaan.


Lalu tiba-tiba Gibran menanyankan kabar Ningrum padanya.


Yamink menatap Gibran penuh makna "Ia sedang mengurus perceraiannya" jawab Yamink dengan satu tarikan nafasnya.


Gibran terperangah, antara sedih dan juga senang, sebab Bima bukanlah pria yang baik bagi Ningrum karena sering berselingkuh.


"Baguslah" ucap Gibran dengan cepat.


Yamink mengerutkan keningnya.


"Maksudnya..??"


"Ya, bagus Ningrum bercerai dengan Bima, sebab aku selalu memergokinya selingkuh dengan pelayan kantin yang ada di kantin perusahaan" jawab Gibran.


Yamink menghela nafasnya dengan sangat berat.


"Benar-benar pria breengseeek dan tidak berguna, jika saja malam itu tidak dihalangi Rendy, sudah aku hancurkan wajahnya!" ucap Yamink dengan geram.


Kini Gibran yang penasaran "Sebenarnya masalahnya apa? Emang kepergok selingkuh makanya bercerai?" tanya Gibran penasaran.


Tanpa sadar kedua pria itu bergosip ria tentang kegidupan Ningrum.


"Bukan cuma kepergok di rumah sekingkuhannya, tetapi Ia juga menjual rumah Ningrum dengan cara licik!!" ucap Yamink dengan sangat kesal.

__ADS_1


Gibran terperangah, dan tak pernah menduga jika Bima sejahat itu. Namun setidaknya langkah yang diambil oleh Ningrum sudah tepat, sebelum seluruh asetnya habis.


__ADS_2