Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia
bab 1


__ADS_3

Pagi ini Namira bersiap buat mencari pekerjaan walau hanya berbekal ijazah Sekolah Menengah Atas dia bertekad untuk mandiri. Gadis cantik itu berkali-kali merapikan bajunya, atasan Putih dipadu celana hitam tak lupa sepatu Putih. Sedikit lusuh karena baju lama pemberian ibu panti.


Beberapa hari lalu Namira berangkat dari kota kecil S menuju ibu kota. Dengan sedikit uang pemberian ibu panti, Namira mencari kontrakan.


Namira sebatang Kara, Namira kecil ditinggalkan di panti asuhan. Dia tak mengenal ayah bundanya.


Sudah berkeliling berjam-jam tak ada satu pun yang menerimanya bekerja. Di selonjorkannya kakinya pinggir taman kota. Matanya terpejam merasakan lelah.


dor.... dor....


Terdengar suara tembakan. Namira membuka matanya suara tembakan tadi cukup membuat orang berlari an.


Seorang wanita berpakaian hitam berjalan agak gontai, tiba-tiba jatuh terduduk di depan namira.


"eh.. anda kenapa? tanya namira


" tolong aku...bisa pesan kan taxi". kata wanita itu sambil menyodorkan ponsel nya.


"bisa... bisa".segera ku ambil ponselnya. Aku sibuk memesan taxi, ku dengar suara nya merintih.


" anda tak apa kan, oh.. anda berdarah". kulihat dia memegang bahunya.


"air... kamu punya air? katanya.

__ADS_1


ku ambil air mineral dari dalam tas, kubuka tutup botolnya. Dia pun segera meminumnya. nafasnya sedikit terengah-engah. Tak lama taxi yang ku pesan datang. ku dengar suara ribut-ribut seperti orang berlari.


" mereka mencariku, bantu aku masuk ke dalam taxi". katanya.


"ya... " kutuntun dia masuk.


"itu... itu dia".kudengar suara seseorang berteriak.


Secepat kilat wanita itu menarikku masuk ke dalam taxi, sembari menodongkan pistol ke sopir taxi.


" cepat jalan, nanti kuberitahu arahnya".katanya.


taxi pun langsung melaju. kulihat beberapa orang mengejar taxi kami. Aku pun jadi deg-deg an, ternyata mereka tak cukup kuat mengejar taxi ini, syukur lah.


"ehm... Apa anda mau kerumah sakit? tanya ku.


" ke jalan XX.. "katanya sambil mengeluarkan beberapa lembar uang dan diberikannya kepada si sopir taxi.


sopir taxi pun mengucapkan terima kasih.


Beberapa belokan taxi pun berhenti ku lihat ada orang berpakaian serba hitam diluar taxi.


Wanita itu keluar, dan berbicara sebentar dengan sopir taxi dan segera berlalu pergi masuk ke dalam mobil hitam yang terparkir didepan taxi dan mobil pun melaju.

__ADS_1


" keluar", aku tersentak kaget karena laki-laki berbaju hitam itu menyuruhku keluar dari taxi.


setelah aku keluar, taxi pun melesat pergi.


Aku pun ditarik dan masuk ke dalam mobil satunya lagi.


Ada apa ini sebenarnya, apa aku mau diculik?


"mau dibawa kemana aku tuan?"


"sudah... diam, jangan banyak bertanya" kata laki- laki itu, entah diambil dari mana tiba-tiba mataku ditutup Kain hitam.


Entah berapa lama mobil melaju, sesekali terasa melewati jalan berbatu karena mobil sedikit bergoyang. Pikiran ku melayang ke wanita tadi, siapa dia. kenapa sampai terlibat baku tembak.


Ya Tuhan apa aku terjebak antara orang-orang jahat. bagaimana ini? kontrakan ku.. ibu panti tolong aku....


Ku rasa mobil berhenti sedikit ku tersentak kedepan. ku dengar seseorang memerintahkan untuk membawaku keluar.


"Dibawa kemana gadis ini Tuan".


"Rumah belakang"sahut seseorang.


Dibukanya penutup mata ku, wah ini rumah atau istana besar sekali.

__ADS_1


" Apa yang kau lihat? ayo jalan.. "


Dibawahnya aku ke belakang istana ini sebuah pondok kecil terlihat, cukup bersih seperti terawat. Hanya disamping rumah banyak ditumbuhi tanaman gantung yang lebat.


__ADS_2