
Acara pernikahan semakin menyenangkan dengan sebuah instrumen musik yang menemani perbincangan kecil diantara mereka, James menoleh kearah Arabella pelan. “Dad harus mencari Toilet sebentar Bella,” ucap James yang langsung diangguki oleh Arabella.
Sejujurnya James sedikit bingung dengan letak toilet yang tak di beri tanda petunjuk, ia berjalan ke segala arah dan menemukan seorang pelayan yang ada di gedung tersebut. “Permisi, dimana aku bisa menemukan toilet?” Tanya James dengan begitu sopan. Wanita muda itu tersenyum dan memberitahu James jika ia terlalu jauh mencari letak toilet, James hanya salah berbelok dan sebenarnya toilet berada didekat acara pernikahan.
Setelah mengerti di mana telat yang di maksud James pun berterima kasih dan berjalan hendak keluar dari area belakang gedung, namun langkahnya terhenti saat melihat seorang pria tengah memasukkan sesuatu ke dalam gelas yang begitu cantik, gelas itu sangat berbeda dengan kebanyakan gelas yang ada di meja bundar tersebut.
Merasa ada yang janggal, alih-alih meneruskan niatnya mencari toilet James kembali bergabung dengan orang-orang yang berkumpul bersama Axton dan Arabella, perasaannya bercampur aduk dan merasa ada yang tidak beres.
Dugaan James bertambah kuat saat beberapa pelayan mulai menaruh gelas-gelas di atas meja tamu, satu persatu James memperhatikan gelas yang ada diatas meja, namun ia tak menemukan gelas yagn lebih cantik dan mencolok diatas meja tersebut. “Ada apa Dad?” Tanya Arabella yang mulai memperhatikan gerak gerik James yang terasa berbeda.
James menoleh kearah Arabella sambil menggelengkan kepalanya. “Tidak sayang, aku hanya mencurigai sesuatu, tapi sepertinya aku salah melihat,” jawab James sambil menarik napasnya kemudian, perasaannya mulai sedikit tenang karena pada kenyataannya tak ada gelas yang tadi ia lihat disuguhkan kepada tamu.
Acara makan siang pun mulai berlangsung, para tamu satu persatu mulai memilih meja yang akan mereka pilih dan makanan pun mulai dihidangkan.
Seorang crew dari WO yang mengatur acara sederhana itu menghampiri Axton, Arabella dan James yang masih berdiri dan asik tersenyum di depan kamera yang tak henti-hentinya menyorot mereka. “Selamat siang Tuan, meja mempelai pengantin sudah kami persiapkan,” ucap crew tersebut.
Sesuai dengan keinginan Axton, meja makan mereka sudah disiapkan 3 kursi untuk James sebagai tambahannya, gelas dan peralatan makan sudah tersusun rapi dimasing-masing ujung meja bundar tersebut. “Terima kasih,” ucap James saat gelas kosong mereka mulai di isikan air putih.
__ADS_1
Tak lama seseorang datang dan memberikan sebuah piring berisikan makanan paling mewah yang pernah James dapatkan. Arabella yang melihat itu tersenyum lembut, ekpresi James sama seperti Arabella saat mendapatkan makanan dari Sarah, namun makanan dihadapan mereka saat ini memang yang paling terbaik.
“Kau lelah?” Tanya Axton begitu lembut. Arabella menggelengkan kepalanya pelan, ia tersenyum dan mengusap jemari Axton yang menyentuh tangannya.
“Aku bahagia,” jawab Arabella.
Axton mengalihkan pandangannya pada James. “Karena kau sudah sah menjadi mertua ku, mulai saat ini aku akan memanggil mu dengan sebutan Dad,” ucap Axton membuat Arabella dan James terkekeh pelan.
“Suatu kehormatan untuk ku, apa aku masih harus memanggil mu dengan sebutan Tuan Axton?” Tanya James.
Axton tertawa kecil, ia menggelengkan kepalanya. “Itu akan terdengar aneh,” komentar Axton.
“Baik Tuan.”
Seorang pelayan lain datang untuk membersihkan piring kosong yang ada diatas meja, Axton menaruh kedua tangannya diatas meja dan menatap dua orang yang kini sudah menjadi keluarganya. “Aku sudah menyiapkan teh hijau terbaik dari China,” jelas Axton.
Tak berapa lama, seorang pelayan pria menaruh 3 gelas yang di susun secara teratur dihadapan mereka. Mata James membulat sempurna saat menyadari gelas yang ada dihadapan Arabella sama percis dengan apa yang ia lihat saat di belakang tadi, saat Arabella dan Axton mulai mengangkat gelas mereka James sontak menepis gelas yang akan mengenai bibir Arabella. “Dad!” Pekik Arabella yang begitu terkejut dengan tindakan James.
__ADS_1
Beberapa pasang mata mulai melirik kearah meja pengantin yang baru saja menimbulkan suara berisik pecahnya gelas. “Maaf, silahkan lanjutkan perbincangan kalian,” lerai Axton lalu menatap James dengan tajam. “Apa yang kau lakukan?” Desis Axton yang tampak kesal juga terkejut.
James melihat kesekitar, dimana para pelan belum ada yang menghampiri mereka. “Saat aku mencari toilet tadi, ada seorang pelayan yang memasukkan racun pada gelas ini, lihatlah, gelas itu berbeda, ada corak bunga mawar yang begitu jelas,” bisik James.
Axton tampak menarik napasnya dalam, James yang mengira akan mendapatkan amukan dari Axton rupanya salah, Jack yang terlebih dahulu datang untuk memastikan semuanya baik-baik saja langsung mendapatkan perintah. “Ambil contoh air yang ada di gelas itu dan periksa,” ucap Axton.
Jack tampak mengganggukkan kepalanya dengan cepat dan langsung menghentikan seorang OB yang akan membersihkan pecahan gelas tersebut. Jack memanggil seseorang melalui Earpiece dan tak lama kemudian seseorang yang mengenakan jas datang dengan sebuah plastik kecil dan suntikan kecil.
Arabella yang semakin terkejut dengan apa yang diperintahkan Axton langsung melirik kearah James. “Kau benar-benar yakin ada seseorang yang menaruh racun digelas itu Dad?” Tanya Arabella pelan.
James tak menjawab, ia hanya menganggukkan kepalanya sambil memejamkan matanya, seakan memberikan isyarat untuk tidak membahas masalah ini terlebih dahulu.
\~
Guys bantu Vote cerita ini biar masuk rekomendasi ya hihi
__ADS_1
Bantu ke 100 yu😘