
Liam terduduk lesu di samping ranjang rawat sang istri.
Setelah Rilly melahirkan anak kembar mereka, Rilly belum sadarkan hingga kini.
Meski sang dokter mengatakan bahwa Rilly hanya tidur, namun tetap saja Liam merasa cemas.
Dia seperti menelan karma atas perbuatannya di masa lalu, disaat dia hidup tapi tetap membiarkan Rilly berpikir dia matti.
Dan sekarang Liam begitu takut Rilly akan meninggalkan dia.
Maafkan aku Ril, maafkan aku, maafkan aku. mohon Liam.
Dia menggenggam erat tangan Rilly, berulang kali menciuminya.
Frans, Dansel dan Serge yang ada di ruangan itu pula hanya mampu menghembuskan nafas berat.
Dalam sekejap Rilly membuat mereka semua takut.
Apalagi selama hamil Rilly selalu mengucapkan kata maaf, kata yang membuat mereka jadi khawatir. Lalu tiba-tiba setelah si kembar lahir Rilly malah tak sadarkan diri.
Astaga, aku benar-benar membenci mu Ril. Batin Dansel, dia telah berpikir Rilly meninggal dan itu membuat daddanya sesak.
__ADS_1
Bodoh, batin Serge. Dia sedang membodohi dirinya sendiri yang berpikir bahwa Rilly akan meninggal. Tapi kata Bodoh itu pula dia tunjukkan pada Rilly. Setelah anaknya lahir bukannya menemui malah langsung tidur.
Sementara Frans, tak bisa berkata-kata. Hanya menatap Rilly paling lekat. Seolah menyimpan memori bahwa Rilly telah berjuang dengan begitu hebat hari ini.
Perhatian semua orang terpecah saat mendengar pintu ruang itu terbuka.
Oma Putri, kakek Agung dan semua keluarga besar Aditama masuk ke dalam kamar ini, lengkap dengan dua bayi kembar di dalam box bayi mereka.
Reza mendorong sang bayi perempuan, sementara Ryan mendorong yang bayi laki-laki.
Oma Putri tersenyum saat melihat wajah Liam yang masih sendu, kedua matanya nampak sayu.
"Rilly hanya tidur, tidak perlu kamu khawatirkan seperti itu," ucap Oma Putri.
Namun Liam hanya mampu mengangguk lemah, dua kalimat itu tetap saja tidak mampu membuat hatinya merasa lebih baik.
Satu-satunya yang dia tunggu saat ini adalah sang istri segera membuka kedua mata.
Sementara kak Alika, ipar Rilly yang lain malah mengulum senyum. Lucu sekali melihat semua pria berbadan kekar ini nampak bersedih melihat Rilly yang tertidur. Namun di dalam hatinya dia bersyukur, sang adik benar-benar disayangi oleh semua orang.
Bahkan semua Anggota Black Venom pun masih menunggu di depan ruang rawat pula, menunggu Rilly tersadar.
__ADS_1
"Kamu belum memberi nama untuk kedua anak mu, apa kamu menyiapkannya?" tanya Reza.
Liam terdiam sesaat sebelum menjawab.
"Sudah Mas, tapi aku ingin mengatakannya bersama dengan Rilly," jawab Liam lesu.
Dan bersamaan dengan itu, kedua bayinya menangis sangat keras.
Huwaa huwaaa huwaaa! Sampai membuat ruangan itu seketika jadi gaduh.
Tangis yang terdengar sampai di alam bawah sadar Rilly dan akhirnya membuat wanita itu terbangun.
Dia mengerjab dengan bibir yang menggerutu.
"Berisik," ucapnya, lupa bahwa dia baru saja melahirkan, lupa bahwa dia kini memiliki 2 anak kembar, lupa bahwa dia telah jadi seorang ibu.
Namun dari semua kebisingan itu, Liam mampu mendengar dengan jelas ucapan sang istri.
Liam langsung menoleh dan memeluk istrinya erat.
Disaat Rilly membuka mata, bibirnya langsung di sesap oleh Liam.
__ADS_1
"Astaghfirullahaladzim Liam!" pekik oma Putri, tapi Liam tak peduli. bahkan menyessap lidah Rilly lebih dalam, meyakinkan diri sendiri bahwa Rilly tidak akan pergi.
Aku sangat mencintai mu Ril, sangat. Batin Liam.