Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia
TSM Bab 156 - Perubahan Tubuh


__ADS_3

"Huh, akhirnya sampai di rumah juga," ucap Rilly, dia menarik dan membuang nafasnya secara perlahan. Rasanya perjalanan yang dia tempuh jauh sekali, membawa dua anak di dalam perutnya ternyata sangat berat.


Kini Rilly sudah duduk di ruang tengah mansion, Liam langsung mengangkat kedua kaki sang istri dan dia letakkan di atas pangkuan untuk dipijat.


Sementara Frans mengatur suhu AC di ruangan itu sesuai keinginan Rilly dan Dansel mengambil minuman untuk Rilly dan tuan Liam.


Oma Putri dan kakek Agung langsung pulang ke rumah utama karena baby Gerald sedang sakit. Rilly juga meminta pada kedua orang tuanya itu untuk tidak perlu diperhatikan berlebihan, karena di sini dia sudah banyak yang menjaga.


Kata dokter Bella, kehamilan bayi kembar biasanya lebih cepat daripada bayi normal. Jadi Rilly dan semua orang diwajibkan bersiap-siap untuk selalu siaga.


"Minum dulu Ril, ini Tuan," ucap Dansel, seraya meletakkan dua gelas minuman di atas meja.


Rilly air biasa sementara Liam air dingin, tapi saat itu Rilly begitu ingin minum yang dingin seperti sang suami.


"Dansel, maaf, tapi aku maunya dingin," ucap Rilly, sejak hamil Rilly memang sangat sensitif, bahkan mendadak jadi wanita seutuhnya, tak membentak-bentak lagi, malah lebih banyak menangis, memohon maaf dan menyalahkan diri sendiri.


"Tidak perlu minta maaf, aku akan ambilkan yang dingin," balas Dansel.


"Kamu marah ya?" tanya Rilly pula saat dia merasa suara Dansel meninggi.


Frans mengulum senyum melihat drama itu, sebelum dia diseret-seret. Frans lebih dulu menyingkir menggunakan alasan Zena.


"Maaf Ril, Tuan, aku permisi dulu, mau telepon Zena," ucap Frans.

__ADS_1


Rilly dan Liam mengangguk.


Dansel juga buru-buru ke dapur sebelum Rilly kembali bicara.


"Dansel tidak marah sayang, suara dia memang tinggi seperti itu," ucap Liam, memberikan penjelasan.


Namun Rilly sudah terlanjur merasa bersalah.


"Nanti aku akan minta maaf lagi," ucap Rilly, dan Liam hanya bisa mengangguk seraya mengulum senyum.


Rilly yang seperti itu manis sekali.


"Ini Ril, minum lah," ucap Dansel, dia membawa minuman baru untuk Rilly.


Jangan minta maaf terus, aku tidak suka mendengarnya. Batin Dansel. tapi dia hanya berani menjawab seperti itu di dalam hati sementara yang dia tunjukkan kepada Rilly hanya sebuah anggukan kepala.


Rilly yang selalu meminta maaf sama malah membuatnya cemas, seolah wanita itu hendak pergi jauh dan tidak kembali lagi. Karena itulah dia selalu meminta maaf pada semua orang.


Liam lantas membantu sang istri untuk segera meminum air yang dibawakan oleh Dansel tersebut.


"Dansel, boleh aku minta tolong padamu?" tanya Rilly, Dansel memang masih berada di sana. Dia duduk juga di salah satu sofa dan menikmati minumannya sendiri.


"Apa?" tanya Dansel.

__ADS_1


Sementara Liam kembali memijat kaki istrinya tersebut, benar-benar selalu berusaha untuk membuat Rilly nyaman.


"Aku sudah mengatakan kepada Ella untuk menemani aku mulai saat ini, sekarang dia sedang bersiap di apartemennya, kamu tolong jemput ya?" pinta Rilly, Ella adalah asisten pribadi Rilly ketika wanita itu bekerja di perusahaan Aditama.


Rilly dan Ella sudah sangat dekat, karena itulah Rilly ingin Ella menemani dan membantunya saat ini, menjelang persalinan.


"Baiklah, aku akan pergi sekarang. Kirim alamat apartemennya ke ponsel ku," jawab Dansel dan Rilly mengangguk dengan antusias, dia bahkan tersenyum lebar.


Senang ketika di mansion ini nanti akan ada penghuni wanita lagi, bukan hanya dia sendirian.


"Sekarang kita ke kamar ya?" tanya Liam setelah Dansel pergi meninggalkan mereka.


"Mau apa? di sini juga tidak apa-apa kok," balas Rilly pula.


"Buka jalan sayang, meski pelan-pelan tapi itu bagus kata dokter Bella," jelas Liam.


Dan Rilly langsung memukul manja lengan sang suami.


Belum apa-apa kedua pipinya sudah merah merona, Rilly jadi sangat malu ketika bercintta dengan Liam saat ini. Karena perubahan tubuhnya yang sangat jelas.


Rilly beranggapan itu tak bagus, tapi Liam selalu berkata bahwa dia seksi.


"Ayo," ajak Liam lagi dan Rilly hanya bisa mengangguk malu-malu.

__ADS_1


__ADS_2