Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia
Amarah James


__ADS_3

Axton tampak fokus pada foto yang menunjukkan wajah seseorang, kali ini ia dibayar mahal oleh seorang pria asal Brazil untuk menemukan pembunuh yang sudah mengakhiri nyawa putrinya dengan begitu tragis.


Ketukan pintu yang cukup keras membuat Axton mengelihkan pandangannya, “Masuklah,” ucap Axton. Namun bukannya pintu itu terbuka, sebuah ketukan kembali terdengar dengan sebuah pertengkaran kecil seperti adu mulut. Hal itu membuat Axton cukup geram, ia menutup laptopnya dan berjalan kearah pintu.


Baru saja Axton membuka pintunya, sebuah pukulan melayang dengan keras dirahangnya, rasa sakit yang begitu ngilu membuatnya oleng. Axton menekan rahang yang masih terasa sakit sambil menatap tajam kearah James yang sudah dipegang kedua tangannya oleh anak buah Axton. “Apa yang kau lakukan!” Desis Axton, matanya menatap tajam kearah James yang tampak marah.

__ADS_1


James berusaha melepaskan diri dari dua orang menahannya, “Lepaskan aku baj1ngan! Aku ingin memberi sedikit pelajaran pada orang yang sudah menyakiti anak ku!” Teriakan James begitu kencang, menimbulkan keributan juga bahan pembicaraan beberapa orang yang ada didekat ruangannya.


“Maaf Tuan, aku akan segera mengusirnya,” ujar salah satu dari anak buah Axton.


Namun, James menghentakan dirinya untuk melepaskan diri. Tatapan penuh kebencian pada Axton menghiasi wajah James. “Jika kau tumbuh tidak memiliki Ayah, jangan membuat anak mu merasakan hal yang sama!”

__ADS_1


Pertanyaan itu membuat Axton melayangkan tatapan marah pada anak buahnya, “Aku pastikan sebelum kau membunuhnya kau lah yang akan mati terlebih dahulu!” Desis Axton. “Lepaskan dia. Bicarakan masalah ini didalam,” ucap Axton sambil menatap James kembali.


“Tidak perlu, aku akan membawa Bella sekarang juga,” balas James, ia melepaskan tas yang tengah ia bawa dan melemparkannya didekat kaki Axton. “Dan, aku tidak akan menerima uang gaji ku, anggap itu sebagai pembayaran utang ku dulu. Setidaknya aku bukan Ayah yang pengecut seperti mu!” Desis James.


Axton tampak menarik nafasnya dalam, wajahnya mengadah keatas menatap langit-langit ruangan dan kembali menatap James pada akhirnya. “Dengar James, jangan membuat semua ini rumit, kau memberikan Bella sebagai pelunasan hutang mu. Dan kini aku mengembalikannya karena aku sudah merasa cukup,” ucap Axton. Ia tahu itu penjelasan yang cukup kasar, namun bagaimana lagi, ia masih tak siap menjadi seorang Ayah, ia masih terlalu trauma dan kehidupan Arabella pun tidak akan selamanya aman jika bersama Axton. “Lagi pula aku cukup bertanggung jawab, aku sudah menyediakan kalian rumah, kendaraan, dan fasilitas lainnya, juga seseorang yang akan mengatur keuangan kalian. Sudah cukup mengubah kehidupan kalian bukan?” Tanya Axton dengan nada dingin, ia berharap perkataan James tidak akan mempengaruhi hidupnya, ia sudah sangat yakin jika Arabella akan lebih baik tanpanya.

__ADS_1


“Aku tidak pernah menyerahkan Bella. Kau yang menculiknya! Apa kau tidak memiliki hati sedikit pun pada calon bayi mu? Pertanggung jawaban bukan hanya soal harta yang kau berikan, tapi waktu dan perhatian mu. Anak yang akan menemani hari tuamu, kau akan merasakan sakit jika melihat anak mu tumbuh bersama pria lain yang dianggapnya Ayah. Encamkan ucapan ku, lambat laun kau akan merasakan sendiri,” desis James, saat ia hendak berbalik untuk pergi dari Casino, James kembali menatap Axton. “Terima kasih sudah memberiku saran untuk menjadi Ayah yang baik, bukan pengecut yang kabur dari tanggung jawabnya.”


__ADS_2