Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia
Jalan Rumit


__ADS_3

Tak sampai jam makan siang, Arabella mendengar suara pintu kamar yang tertutup lumayan kencang, ia langsung menoleh kearah kamar dan menemukan Axton sudah kembali. "Cepat sekali," gumam Arabella. Ia pun berbalik dan meninggalkan balkon masuk ke dalam kamar.


"Kita akan kembali sekarang, kau sudah berkemas?" Tanya Axton.


Arabella mengerutkan keningnya pelan. "Kau tidak menyuruh ku untuk berkemas," jawab Arabella.


Axton tampak menarik nafasnya dalam, ia menatap Arabella dengan gemas. "Kau tidak ingin pulang?" Tanya Axton kembali.


"Pulang kemana yang kau maksud? Ke rumah Daddy ku?" Tanya Arabella yang terdengar bagi Axton adalah sebuah tantangan. Arabella sendiri bingung dengan dirinya yang tak pernah bisa menjaga mulutnya ini, ia selalu membantah Axton secara refleks.


Axton hanya tersenyum miring, ia lalu berbalik dan mengambil koper kecil yang ada diatas meja. "Akan aku kabulkan nanti, namun untuk saat ini kita harus kembali ke rumah ku terlebih dahulu," ucap Axton. "Aku beri kau waktu 3 menit, jika melebihi itu kau akan aku tinggal seorang diri disini," ucap Axton.


"Ha?" Tanya Arabella bingung, untuk apa Axton memberikannya waktu.


"Dari sekarang Bella, kau tidak ingin membawa baju tidur pagi tadi? Atau kau memang lebih menyukai koleksi baju tidur malam mu yang ada dirumah ku?" Tanya Axton dengan santai, ia duduk di sebuah sofa sambil menikmati wajah Arabella yang mulai mengerti dengan tugasnya.

__ADS_1


Dengan panik Arabella mengambil paper bag yang ada di bawah meja dengan cepat, ia berlari kecil ke dalam kamar mandi dan mengambil kembali baju tidur yang satu-satu nya paling normal yang ia miliki saat ini.


\~


Perjalanan menuju Mexico pun cukup membosankan bagi Arabella, ia tak memiliki apapun yang bisa mengalihkan kebosanannya, ia hanya bisa tertidur dengan kurang nyaman dan kembali bangun menunggu rasa kantuk dan nantinya kembali hadir.


Bagaimana dengan Axton? Pria itu tampak sibuk dengan ponsel dan tab nya, apakah Axton tidak berniat memberikan salah satu dari benda tersebut? Arabella hanya bisa menggerutu pelan dalam hatinya, sesekali ia hanya menganggukkan kepalanya pada seorang pramugari yang menawarkannya segala makanan dan minuman untuknya.


Sesampainya di Mexico mereka langsung memasuki mobil yang sudah menjemput mereka di sana, mobil itu berjalan dengan kecepatan yang bisa dibilang diatas kecepatan standar dengan dua mobil yang mengawali mereka.


Arabella menoleh kearah jendela mobil, sebuah lapangan yang begitu luas mereka lewati, di bagian kanan Arabella bisa melihat sebuah danau yang tampak indah, namun sepi, tak ada bunga atau apapun yang mempercantik daerah danau tersebut, lalu di samping kiri terdapat sebuah lapangan basket yang cukup menarik.


Tempat ini benar-benar sepi dan sangat luas, seperti tak ada orang satupun. “Dimana ini?” Tanya Arabella bingung.


Axton hanya menoleh pelan dan kembali bersandar pada kursi mobil sambil memejamkan matanya. “Di rumah ku,” jawab Axton dengan santai.

__ADS_1


Kebingungan Arabella pun akhirnya terpecahkan saat melihat sebuah tembok yang begitu besar dengan pagar tinggi yang tertutup di depannya.


Pagar itu terbuka dan pemandangan rumah Axton terlihat kembali, Arabella bahkan melihat Laura yang tengah bermain di taman biasa.


Tanpa sadar mulut Arabella terbuka kecil, ia tak percaya menuju rumah Axton serumit itu. Arabella rupanya benar-benar terkurung, ia tak bisa keluar begitu saja dari rumah Axton, ia harus melewati jalanan sepi tadi dan pagar yang dijaga dua orang diluar sana. Arabella merutuki dirinya sendiri, pagi kemarin ia tak menyadari melewati itu semua, saat ia masuk mobil ia langsung melanjutkan tidurnya yang terganggu.


“Turunlah Bella, kau ingin sampai kapan diam seperti itu?” Ucapan Axton membuat Arabella langsung tersadar dari rasa terkejutnya, ia membuka pintu mobil dengan cepat dan turun mengikuti Axton.


\~


Ayo kopi lagiii wkwk


Oh iya, aku punya satu lagi foto Bang Axton lagi olahraga hihi


__ADS_1


__ADS_2