Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia
bab 11


__ADS_3

Merekapun sarapan pagi dengan tenang.


Hanya ada suara sendok yang beradu dengan piring. Karena sudah jadi kebiasaan bagi Alex saat lagi makan tak bersuara.


"Besok aku akan keluar kota, ada urusan yang mendesak, sekitar 2 hari. Selama aku tak ada, kamu di rumah saja jangan pergi-pergi", Alex berkata sambil meletakkan sendok garpunya.


Diambilnya segelas air tak lupa tisyu untuk menyeka mulut.


"Apa Urgent? Rencana berangkat jam berapa?"Shella pun mengakhiri sarapannya.


Alex tak menyahut, diambilnya benda pipih di meja. Dia menghubungi asistennya.


"Jack, besok berangkat jam berapa?"


Tampak Alex hanya mendengarkan, setelah itu menutup sambungan telepon.


"Jam 9 berangkat", Alex beranjak dari tempat duduknya.


" Aku akan menyiapkan koper mu" sambil berjalan mengekori sang suami sampai di pintu depan.


Alex berpamitan tak lupa mengecup kening Sheila.


Kini dia berada di taman belakang, duduk dengan kaki di dalam kolam ikan.


Sudah lama aku tak pernah duduk disini.


Sheila tampak menghela napas, membuangnya dengan kasar. Ingatannya melayang ke beberapa tahun yang lalu.


flashback

__ADS_1


Saat itu hari masih pagi, kebetulan Alex gak ada di dirumah. Sheila dan Jesika sedang berada di taman belakang. Sheila dan Jesika berteman lama.


Sejak orangtua Sheila meninggal hubungannya dengan Jesika semakin dekat.


Bahkan Jesika tinggal menempati rumah Sheila. Tentu saja Sheila senang. Sheila memilih menikah muda dan tinggal di mansion Alex sang suami.


Sambil menikmati Rujak manis buatan pelayan di rumah Sheila.


"Kamu ini seperti orang ngidam saja, pagi-pagi sudah pengen rujak. Gak takut maag mu kambuh lagi." Sheila tak hentinya-hentinya mengomel.


"Ntar kalau kamu masuk rumah sakit jangan nyusahin aku ya", katanya lagi sambil ikut makan rujak itu.


"heleh... kamu juga suka kan rujaknya, apalagi nih mangganya, enak banget segeer.. " kata jesika.


Setelah berkata Jesika tampak diam, dia memainkan kakinya ke dalam kolam.


"Ada apa? tanya Sheila.


" hah.. gak ada apa-apa", sambil tersenyum dan menghela napasnya.


"kamu gak jago bohong kalau sama aku, sama yang lain boleh lah kamu bohong" Sheila Menimpali.


"cerita aku pasti mendengarkan, Apa ada masalah dengan Damian? tanya Sheila lagi.


Jesika kekasih Damian, hubungan mereka sudah dalam tahap serius.


"Tapi kamu janji ya, ini rahasia kita jangan bilang siapa-siapa".


Sheila mengerutkan keningnya, kemudian tersenyum.

__ADS_1


" kalau memang rahasia, oke kita rahasiakan". sambil menyodorkan kelingkingnya.


Jesika pun menyambutnya, dia hapal sekali dengan sifat kekanakan Sheila.


Akhirnya mengalirlah cerita dari mulut Jesika.


"Apa kamu hamil? teriak Sheila.


" sst... jangan keras-keras"Jesika membungkam mulut Sheila.


Setelah memastikan Sheila gak teriak, diapun melepaskan tangannya.


"Apa Damian tahu?


Jesika menggeleng, " aku takut keluarganya menolakku, kamu tahu kan aku belum di Terima di keluarga besar Damian".


"trus rencanamu apa?


" entahlah, aku belum kepikiran. Aku pasti memberitahu Damian cuma tunggu waktu".


flashback off


Itulah obrolan terakhir antara Sheila dan Jesika, karena sejak itu Jesika tak pernah main kerumah Alex. Dan sampai ada berita Jesika meninggal di rumah Sheila, tentu saja mengejutkan semua orang termasuk Sheila.


Hingga Sheila terseret kasusnya tapi tak ada bukti yang bisa menahan Sheila.


Apa yang terjadi padamu, Jess? sampai saat ini aku juga belum menemukan titik terang pelakunya.


Sheila beranjak dari duduknya, hari menjelang siang tadi pagi berjanji mengantarkan makan siang pada suaminya.

__ADS_1


__ADS_2