Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia
TSM Bab 129 - Lari lah Yang Jauh


__ADS_3

Jeromi dan lima temannya yang lain merasa frustasi ketika mereka tidak menemukan keberadaan Zena. Rumah sakit sudah mereka kelilingi, rumah Zena pun sudah mereka datangi bahkan di dobrak dengan paksa, tapi tetap saja Gadis itu tidak mereka temukan di manapun.


Sepanjang jalan mereka cari juga tidak terlihat keberadaan gadis cantik itu.


"Shhit! tuan Dragon pasti akan marah jika seperti ini!!" umpat Jero. Di saat kejayaan sudah di depan mata ada saja halangan yang harus mereka hadapi.


Kelompok Dragon selama ini memang hanya menggunakan kekuatan otot, Jadi mereka tidak berpikir lebih ketika keberadaan Zena tidak ditemukan seperti sekarang ini. Tidak curiga kira-kira Apa yang dilakukan oleh wanita itu.


Mereka hanya bisa marah dan memaki untuk menghilangkan rasa kesal di dalam hati.


Jeromi pergi saat malam menjelang, tapi sampai jam 9 malam dia belum juga kembali ke tempat Dragon.


Dragon sampai muak menunggu, hingga akhirnya dia telepon anak buah tak tau diri itu.


"Sampai kapan kamu akan membuatku menunggu? Kembai sekarang JUGA!!" bentak Dragon di dalam sambungan telepon itu, Jeromi bahkan sampai menjauhkan ponselnya dari telinga karena suara yang begitu keras.


"Maaf Tuan, tapi kami belum menemukan keberadaan Zena," lapor Jero dengan sangat terpaksa.


"Bodoh! #*&+€¥%-#!)+/*." Semua umpatan Dragon keluarkan, Zena yang sudah dia anggap sebagai senjata ampuh untuk meluluhkan Zeon nyatanya tak mereka dapatkan.


Saking geramnya, Dragon bahkan langsung memutus sambungan telepon itu lebih dulu, tak peduli lagi dengan kata-kata pembelaan yang diucapkan oleh Jeromi.

__ADS_1


Di dalam ruangan gelap itu, Dragon menatap ke arah luar sana, melihat Zeon yang masih dia siksa di bawah hujan salju.


Otaknya coba berpikir bagaimana lagi bisa mengelabui Zeon, sampai akhirnya sebuah rencana terbesit di dalam otaknya.


Dia membuka ponselnya kembali dan melihat video asusila yang dia buat selama ini.


Dengan bibir tersenyum miring Dragon menggerakkan tangan kanannya, memberi isyarat salah satu anak buah untuk membawa Zeon kemari, di hadapannya.


Brug! Zeon dilempar sampai jatuh ke lantai. Tubuhnya begitu dingin dan bibinya nampak membiru, cuaca dingin itu benar-benar telah menyiksanya.


"Anak buah ku memang tidak tahu diri, aku memerintahkannya untuk membawa Zena kemari tapi mereka justru menikmati tubuh adikmu lebih dulu," ucap Dragon.


"Ini adalah video call, kamu ingin melihatnya?" tanya Dragon.


"Hentikan," mohon Zeon dengan suara yang lirih, ucapannya hanya terdengar seperti hembusan angin.


Pikirannya telah kalut, dia tak bisa mempertaruhkan Zena lagi.


"Apa?" tanya Dragon yang tak cukup mendengar ucapan Zeon. Dia pun memerintahkan anak buahnya untuk mengangkat tubuh pria tak berdaya itu.


"Jangan sentuh Zena, aku akan memberikan apapun yang kau mau," ucap Zeon akhirnya, dia telah menyerah. Malam semakin larut dan waktu terus berjalan, semakin gelap dunia ini maka makin tak ada harapan akan adanya penolong.

__ADS_1


Dragon kembali memutar video yang dia punya, terdengar beberapa pria tertawa dan seorang gadis yang menangis.


Mendengar tangisan itu, maka menangis lah pula Zeon.


"Hentikan, aku mohon," pinta Zeon.


Dragon sontak tersenyum sangat lebar.


"Hentikan semuanya, lepaskan gadis itu," ucap Dragon, seolah sedang bicara pada sambungan video call tersebut.


Telepon bohong yang Dragon buat sendiri.


"Sekarang katakan, di mana semua harta Darkness tersimpan?" tanya Dragon setelah dia memasukan ponselnya ke dalam saku celana.


Bukannya menjawab pertanyaan itu, Zeon malah meludahinya.


Cuh!


Ludah yang membuat amarah Dragon seketika memuncak, tanpa aba-aba Dragon pun menendang Zeon sampai pria itu terlepas dari pegangan anak bua Dragon dan kembali jatuh ke lantai.


"Kurang ajjar!" bentak Dragon, sementara ludah Zeon telah membasahi bajunya.

__ADS_1


Meski jatuh dan makin tak berdaya namun Zeon tersenyum miring, dia yakin 100 persen Zena belum tertangkap, suara itu bukan suara sang adik.


Benar Zen, lari lah yang jauh. Batin Zeon.


__ADS_2