
Malam bergulir.
Pagi ini semua keluarga Aditama dan Black Venom akan kembali ke Indonesia, Zeon dan Zena datang ke rumah itu dan mengucapkan salam perpisahan.
Sebelum benar-benar berpisah Liam dan Zeon bicara hanya berdua.
"Aku mohon Liam, katakan padaku apa yang terjadi pada Airish?" tanya Zeon.
Mereka bicara cukup jauh dari orang-orang, hingga tak akan ada yang mampu mendengar pembicaraan keduanya.
"Airish adalah Rilly istriku, karena itulah saat kamu menawarkan negosiasi aku lebih pilih kita saja yang mati," balas Liam, kini tak ada sedikitpun yang akan dia tutup-tutupi lagi. Termasuk tentang Airish dan Rilly.
Zeon harus tau, bahwa gadis itu kini adalah istrinya.
Dan sungguh, mendengar itu Zeon tentu sangat terkejut. Pikirannya berputar mengenang masa lalu. Mengingat tentang permusuhannya dengan Liam, dan bukan hal yang mustahil bahwa wanita itu adalah agen Black Venom.
Liam percaya, setelah mendengar kebenaran tentang hal ini Zeon menghentikan semua kegilaannya pada wanita itu. Zeon akan berhenti.
"Baiklah, terima kasih sudah menjawab pertanyaan ku," balas Zeon pula, bicara dengan suara yang terdengar lebih lesu daripada tadi. kini mulai merasa wajar, kenapa tiap kali dia melihat Rilly yang terbayang di wajahnya adalah Airish.
Setelah pembicaraan itu akhirnya mereka berdua pun berpisah.
__ADS_1
Liam menghampiri Rilly dan memeluk pinggang istrinya tersebut.
Liam berbisik "Zeon sudah tahu bahwa kamu adalah Airish, lihatlah ke arahnya selama 3 detik saja. Anggap saja dia melihat mu sebagai Airish untuk yang terakhir kalinya," bisik Liam.
Entahlah, Liam sendiri tidak sadar kenapa sekarang dia begitu memikirkan tentang perasaan orang lain. Sepertinya hatinya pun berubah mengikuti kebaikan semua keluarga Aditama.
Jika dia adalah Liam yang dulu, jelas dia tidak akan peduli dengan perasaan Zeon.
"3 detik terlalu lama, aku hanya akan melihat ke arahnya selama detik," balas Rilly, dia sudah begitu ahli untuk menjaga perasaan sang suami dan bahkan terus membahagiakan Liam.
Lihat lah, kini Liam sudah tersenyum lebar. Lalu lupa jika sedang berada di tengah-tengah banyak orang, dia langsung mengecup bibir sang istri begitu saja.
Maaf. Batin Rilly, lalu menundukkan kepalanya sedikit sebagai permohonan maaf.
Apa yang terjadi di masa lalu, kini hanya akan jadi kenangan untuk mereka semua.
Zeon tertegun.
Ada sesak dihati yang dia rasakan, namun akhirnya dia tersenyum juga.
Pandai sekali sandiwara mu, sampai aku benar-benar cinta. Batin Zeon.
__ADS_1
Sekarang tak mungkin bagi Zeon dan Rilly saling bicara, Jadi mereka hanya bisa membatin satu sama lain.
Jam 8 pagi, akhirnya semua orang pergi.
Zeon tetap berdiri di tempat yang sama meski sudah beberapa saat lalu semua orang itu menghilang dari pandangannya.
"Kak Zeon, ayo kita pulang juga? rumah ini terlalu besar untuk kita berdua," ajak Zena, mengajak sang kakak untuk kembali pulang ke rumahnya.
"Kak," panggil Zena lagi karena kakaknya itu hanya diam.
Dan di panggilan kedua itu barulah Zeon menoleh.
"Setelah kamu menikah dengan Frans, dimana kamu akan tinggal?" tanya Zeon.
Zena mengigit bibir bawahnya, pertanyaan yang terasa begitu sulit. Dia pasti akan ikut dengan Frans ke Indonesia, lalu bagaimana dengan sang kakak.
Apakah kak Zeon bersedia ikut dengannya?
"Lebih baik ikutlah dengan Frans, aku akan tetap di Servo, membeli sebuah perusahaan dan punya kesibukan," putus Zeon.
Zena tak bisa berkata apa-apa, hanya bisa memeluk sang kakak erat.
__ADS_1