
Cindy menggigit bibir bawahnya kuat-kuat ketika melihat pria itu akhirnya pergi dari apotek ini. Dia sedang menahan diri agar tidak bicara pada pria itu tentang kebenaran. Bahwa apa yang dilakukan oleh pria tersebut tentang mencintai istri bosnya sendiri adalah sebuah penyimpangan.
"Huh, aku tidak boleh ikut campur urusan orang lain. Lagi pula jika aku menyinggung perasaannya bisa saja dia tidak lagi belanja di apotek ini," gumam Cindy, dia hanyalah seorang pekerja di apotek tersebut. Gajinya didapat berdasarkan berapa banyak jumlah obat yang dia jual, karena itu lah sebisa mungkin dia membuat para pelanggannya merasa nyaman.
Lantas pura-pura tida tahu dengan kesalahan pria itu.
Bulan pun berganti sampai tiba di bulan ke 9 usia kandungan Rilly. Detik-detik menuju persalinan yang begitu menegangkan bagi semua orang. 2 anak kembar yang dikandung Rilly sungguh membuat semua orang merasa khawatir.
Hari ini adalah pemeriksaan terakhir sebelum Rilly melahirkan sang anak.
Bukan hanya Liam yang mengantarkan Rilly ke rumah sakit, tapi juga Oma Putri dan kakek Agung, juga Frans dan Dansel.
Di awal pernikahannya dengan Zena dia memang tak memiliki banyak waktu untuk mengabdi pada tuannya, tapi sekarang Zena pun sudah mulai terbiasa tinggal di Indonesia. Bahkan mulai bekerja juga di restoran Black Venom yang dipimpin oleh Frans.
Karena itulah kini Frans kembali mengabdi pada Liam sebagai tangan kanan.
__ADS_1
Kini fokus semua orang hanya ada pada Rilly.
"Semuanya bagus, kita hanya tinggal menunggu kontraksi itu datang," ucap dokter Bella, dokter yang menangani kelahiran Rilly.
Oma dan kakek Agung tersenyum saat mendengar hasil pemeriksaan itu, tapi tidak dengan Liam. Dia masih saja tetap cemas.
Jam 10 pagi mereka semua pulang. Rilly jalan pelan-pelan sekali dan semua orang pun mengikuti.
"Perut Rilly besar sekali, aku kasihan padanya," bisik Dansel pada Frans, mereka berjalan di bagian paling belakang. Menjadi pengawas dan pelindung.
Frans hanya terdiam, jadi membayangkan bagaimana jika Zena hamil anak kembar juga. Pasalnya kini sang istri pun tengah mengandung buah cinta mereka. Namun belum dilakukan pemeriksaan USG.
Aku harus terus membahagiakan istriku. Batin Frans.
Sementara Dansel yang ucapannya tidak ditanggapi hanya melirik sekilas Frans sekilas. Ternyata setelah menikah Frans tidak berubah, tetap saja dingin dan datar.
__ADS_1
Jika begini Dansel jadi merindukan Serge.
Jika Serge di sini pasti dia akan berkata, anak Rilly di dalam sana saling berkelahi. Batin Dansel, lalu tersenyum sendiri, merasa lucu sendiri.
"Hati-hati, pelan-pelan saja," ucap Liam, saat dilihatnya Rilly yang mulai hendak jalan cukup cepat.
Rilly terkekeh kecil, pasalnya dia sendiri kasihan pada semua orang yang harus berjalan menyesuaikan dirinya.
Jika normalnya mereka hanya butuh waktu 5 menit untuk keluar dari rumah sakit ini, tapi sekarang gara-gara dia jadi bisa 15 menit lebih.
Sementara Rilly tidak ingin memakai kursi roda, dia ingin berjalan terus.
Oma juga langsung memeluk lengan kiri sang anak, sama sama memeluk Rilly seperti yang dilakukan Liam sejak tadi.
Kini Oma Putri dan kakek Agung telah benar-benar memaafkan Liam dan semua anggota Black Venom. Melihat Rilly yang bahagia mereka pun akhirnya hidup bahagia.
__ADS_1
"Tidak usah buru-buru, oma juga senang jalan pelan-pelan seperti ini," ucap oma Putri.
"Iya Oma," jawab Rilly patuh.