Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia
Tertangkap


__ADS_3

Dalam ruangan besar dan sunyi, 7 orang pria sudah di ikat dengan kursi yang mereka duduki, kepala mereka pun di tutupi sebuah kain hitam sejak dari perjalanan mereka di jemput paska menuju markas besar mafia.


Axton menatap satu persatu pria yang hanya diam dan bergetar ketakutan, mereka yang tak bersalah nantinya akan di berikan obat agar melukapan kejadian hari ini dan di kembalikan dalam keadaan pingsan di depan rumah mereka masing-masing.


Tak berapa lama, anak buah Axton datang dengan membawa satu orang pria dengan wajah babak belurnya. Axton mengangkat sebelah alisnya. “Apa dia melawan?” Tanya Axton.


“Benar Tuan, dia selalu mencoba kabur sejak awal di tangkap, menolak untuk di tutup mata dan beberapa kali melawan di dalam mobil,” lapor anak buahnya dengan tegas.


Axton hanya menganggukkan kepalanya kecil dan menatap tenang pria babak belur itu di ikat pada sebuah kursi. Jika pria itu tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini Axton akan memberikan uang ganti rugi untuk rasa sedikit bertanggung jawabnya.

__ADS_1


“Panggil James,” ucap Axton pada Jack yang ada disampingnya.


Jack mengangguk sekali dan pergi menuju ruangan lain dimana James menunggu, tak disangka mengumpulkan 8 orang ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit mengingat mereka harus melacak di mana mereka semua berada, berbeda lokasi dan cara penjemputan yang memiliki kesulitan masing-masing.


Axton mulai berjalan kecil di depan para pria dengan mata yang tertutup, sekali ada berontakan dan suara yang mereka keluarkan ada ancaman yang diberikan anak buah Axton. “Kalian tahu mengapa kalian ada disini?” Tanya Axton tanpa menginginkan jawaban dari pria-pria itu. “Adakah diantara kalian yang berusaha meracuni istri ku kemarin? agar kita tidak mengulur waktu lebih lama lagi,” lanjut Axton.


James yang baru masuk ke dalam ruangan mencengkam bergidik ngeri, ia menjadi ingat kilasan dirinya dulu yang hampir saja kehilangan nyawa akibat kekalah judi yang membuat hutangnya menumpuk. “Astaga, aku selalu trauma dengan tempat ini,” gumam James membuat Jack tersenyum kecil, ia pun masih ingat betapa menyedihkan James dulu.


Axton yang mendengar ucapan kecil langsung menoleh dan melihat kehadiran James, ia berjalan kearah James dan berdiri disamping mertuanya. “Amati baik-baik siapa yang menaruh racun itu agar aku bisa mendapatkan dalang dibalik ini semua,” ujar Axton begitu pelan bahkan nyaris seperti sebuah bisikan.

__ADS_1


James mengerjapkan matanya beberapa kali, berusa membiasakan pandangannya dengan lampu yang tidak terlalu terang di ruangan ini. Anak buah Axton mulai membuka kain hitam pada setiap kepala pria-pria yang diikat tak berdaya itu.


James menggelengkan kepalanya saat menelusuri setiap wajah yang masih ia ingat. Hingga pada pria terakhir, James melihat luka di sudut bibir pria itu, ia mengamati dengan baik dan menganggukan kepalanya. “Pria ini, aku sangat yakin dia yang memasukkan racun ke gelas Bella!” Pekik James.


“Siapa dia?” Tanya Axton pada anak buah yang memegang setiap kain hitam.


“Leon, dia sudah bekerja menjadi pelayan selama 6 tahun Tuan,” jelasnya. Wajah itu tampak meringis merasakan sakitnya pukulan tadi, entah meringis karena kejahatannya di ketahui lebih cepat.


“Bawa orang itu ke ruangan ku,” ucap Axton. Tujuh pria lainnya mulai di bekap pelan dan saat menghirup obat yang sudah diberikan satu persatu diantara mereka mulai tak sadarkan diri. Leon yang melihat itu semakin panik dan kembali berontak saat seseorang membukakan tali yang melilit ditangannya. Siapa orang yang tengah ia hadapi saat ini?

__ADS_1


__ADS_2