Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia
Pernikahan


__ADS_3

Acara pernikahan pun dimulai, James membantu Arabella berjalan diatas karpet merah yang akan mengantarkan mereka ke sebuah Altar. Sementara di sana, Axton yang sudah mengenakan jas berwarna putih tampak begitu tampan dan segar dengan otot tangan yang tercetak dibalik jas tersebut, Axton tersenyum kearah Arabella yang sangat cantik.


Para tamu yang hadir tak lebih dari 50 orang, mereka duduk dan mengikuti acara dengan teratur, suasa begitu tenang dan tentram, suasara jepretan kamera yang mengabadikan moment mereka membuat Arabella semakin menarik garis senyumnya.


Arabella menatap gemas pada Laura yang tengah mengenakan gaun lucu memegang bucket bunga, awalnya ia hanya meminta kepada Axton agar Laura datang ke pernikahan mereka, namun siapa sangka Axton justru menjadikan Laura sebagai pengiringnya dengan begitu cantik dan ceria.


Jantung Arabella berdebar tak menentu saat melihat jarak nya dengan Axton semakin dekat, kebahagiaannya sudah mencapai titik paling atas.


Arabella menarik napas nya dalam, kini mereka sudah tiba dan menghadap Pendeta, disini Axton dan Arabella dipersilahkan untuk berpegangan tangan, melakukan beberapa tata cara kebaktian, lalu dimulailah janji suci yang diucapkan oleh keduanya secara bergantian.

__ADS_1


Axton menatap dengan penuh cinta kepada Arabella, ia tersenyum dengan begitu damai membuat Arabella tak mampu untuk tidak membalas senyuman itu. “Arabella Caitlin, aku mengambil engkau menjadi seorang istriku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Tuhan, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus."


Mata Arabella hampir berkaca, ia menganguk pelan dan mengucapkan janji sucinya. "Axton Matthew, aku mengambil engkau menjadi seorang suamiku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Tuhan, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus."


Keduanya saling tersenyum satu sama lain, Laura datang kearah mereka dengan membukakan kotak perhiasan dan menyodorkannya pada Axton terlebih dahulu. Axton mengambil cincin yang begitu cantik dengan desain paling elegan namun terlihat mewah, ia memakaikan cincin itu pada Arabella, dan begitu pun sebaliknya, Arabella dengan berbangga diri memakaikan cincin untuk Axton.


"I Love You," ucapan Arabella seakan bisikan, begitu pelan dan hanya Axton yang mendengar.


Axton tersenyum geli, matanya mengkilatkan sebuah godaan kecil untuk Arabella. “I Love you too sayang,” jawab Axton. Kini mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri, hal yang tak pernah di bayangkan sebelumnya.

__ADS_1


James menghapus air mata yang mengalir jatuh ke pipi, rasa senang bercampur sedih ia rasakan begitu dalam, kecantikan Arabella begitu mengingatkannya pada mendiang istri yang sudah lama meninggalkannya. “Kyle, anak perempuan kita yang cantik sudah menikah dan bahagia,” gumam James pelan.


Setelah tepuk tangan itu reda, Arabella dan Axton menghampiri James, Arabella memeluk James dengan begitu erat. “Selamat Bella, kau sangat cantik sayang,” ucap James.


“Terima kasih untuk semuanya Dad, aku sangat bahagia hari ini,” jawab Arabella dengan senyuman yang tak pernah luntur diwajah cantiknya.


\~\~


Ayo kakak yang mau kirim hadiah bisa lewat online ya. Bisa bunga dan kopi, vote😚

__ADS_1


__ADS_2