
Arabella dan Axton kini sudah kembali dari Casino, hari sudah gelap dan mobil kini melewati jalanan sepi menuju rumah Axton. Ia melirik pelan kearah pria itu, hari ini Axton tak terlalu banyak berbicara, ia seakan sibuk dengan dunia kerjanya sendiri di laptop dan tabnya, membuat Arabella sedikit bingung apakah Axton benar-benar sibuk pada pekerjaan atau mencoba menghindari Arabella?
Sesampainya di halaman rumah, mereka pun masuk dan di sambut oleh Sarah juga beberapa pelayan lainnya, makan malam sudah tersedia diatas meja dan harum yang dikeluarkan seolah memanggil Arabella untuk mendekat.
Makan malam pun berjalan cukup hening, Axton tak mencoba bertanya apapun pada Arabella dan Arabella cukup canggung untuk bertanya apakah ada sesuatu dengan Axton? “Um,” gumam Arabella pelan, ia menggigit bibir bawahnya pelan sambil melirik Axton yang tengah memperhatikan ponsel yang sudah ia taruh diatas meja. “Makanan mu sudah di siapkan, lebih baik menghabiskan makan malam terlebih dahulu sebelum kau fokus pada ponsel mu kembali,” ucap Arabella pelan, ia semakin yakin jika perubahan Axton atas sikapnya yang menangisi Daniel hingga siang tadi, namun Arabella menjadi lega setelahnya, ia hanya mengakui kejahatannya dan sudah benar-benar melepaskan Daniel untuk mencari wanita lain yang lebih baik. Bukankah seperti itu seorang wanita melampiaskan kesedihannya?
“Ya, kau duluan, masih ada sesuatu yang aku bahas bersama Jack,” ucap Axton pelan, bahkan ia tak menatap Arabella sedikitpun.
“Baiklah.” Dengan perlahan Arabella memulai makan malamnya. Sedangkan Axton, tanpa Arabella ketahui Axton mulai mendapatkan beberapa informasi mengenai Daniel, dimana ia mengetahui tentang permasalahan orang tua Daniel yang bercerai, bahkan hingga beberapa daftar mantan kekasih Daniel juga sedikit kasus yang pernah Daniel lakukan.
__ADS_1
Setelah merasa cukup dan tak ada yang janggal, Axton memulai makan malamnya dengan santai, ia merasakan jika Arabella tengah mengawasinya dari jarak mereka duduk, namun ia membiarkannya, ia ingin memberitahu jika ia tak suka Arabella menangisi pria lain dihadapannya, dan Axton akan mencari tahu jika Daniel memanglah tak sebaik yang Arabella pikirkan. Air matanya terlalu berharga menangisi pria seperti itu!
\~
Hari pun semakin larut, Arabella sudah naik keatas ranjang terlebih dahulu, saat ia hendak menarik selimut tebal, ia melihat Axton berjalan kearah balkon dan duduk dengan secangkir kopi yang ia taruh diatas meja.
Arabella pun turun dari ranjangnya, ia berjalan pelan menghampiri Axton dan akan mencoba membujuk pria itu untuk memaafkannya.
Langkah Arabella terhenti di ambang pintu yang menghubungkan balkon dengan kamar, ia melihat Axton lagi-lagi sibuk dengan ponselnya. “Apa kau tidak dingin duduk disini sepanjang malam?” Tanya Arabella.
__ADS_1
Mata itu mulai terlepas dari layar ponsel dan menatap Arabella, “Tidurlah, sudah malam.” Hanya itu jawaban Axton, ia lalu mengambil gelas disampingnya dan meminum kopi yang tampak panas lalu kembali dengan ponselnya.
Arabella menghela nafasnya, ia dan Axton memiliki karakter yang hampir sama, yaitu keras kepala, dan cara yang meluluhkan paling tepat adalah berbicara dengan tenang tanpa memicu pertengkaran lebih dalam.
Arabella pun duduk disamping kursi sebelah meja yang kosong, mencoba merangkai kata yang cocok untuk Axton.
\~
Guys bantu vote dan hadiah ya hihi
__ADS_1