
"Maafkan aku Oma, aku yang bodoh jatuh cinta pada pria itu," ucap Rilly setelah Zena dan Zeon keluar dari ruang rawat mereka.
Sebenarnya sebelum Zena dan Zeon datang tadi, telah banyak yang dibicarakan oleh ibu dan anak tersebut.
Rilly mengaku salah berulang kali, bahwa dialah yang pertama kali mendatangi klub malam waktu itu, dialah yang menjatuhkan diri ke dalam dunia gelap tersebut.
Rilly mabuk sampai tak sadar jika ada dua orang yang telah menipunya dan membuatnya jadi tawanan Black Venom.
Awalnya Liam kira pun dia adalah Cathlen, bukan Rilly.
Namun dulu Liam adalah seorang mafia yang tak peduli dengan kebenaran tersebut, hingga tetap menjadikannya sebagai tawanan.
"Tapi sekarang Liam sudah berubah, sudah banyak hal yang dia lakukan untuk bisa pantas bersanding denganku dan diterima di keluarga kita," kata Rilly lagi.
Diantara sepinya ruangan itu setelah Rilly bicara, terdengar jelas suara helaan nafas kakek Agung.
Memisahkan Rilly dan Liam pun kini nampak bukan solusi, karena nasi telah menjadi bubur. Maka menikmati bubur itulah yang harusnya mereka lakukan, bukan membuangnya.
Toh memang benar, bahwa Liam telah berusaha untuk berubah.
Restoran Black Venom Fried Chicken itu adalah bukti nyata perubahan Liam.
"Baiklah, kakek dan Oma akan memaafkan Liam. Tapi tolong mengertilah Nak, tak mudah bagi kami untuk memperlakukannya seperti dulu, tetap akan ada yang berbeda," jawab kakek Agung.
__ADS_1
Rilly hanya bisa mengangguk pasrah, tidak dipisahkan dengan sang suami sudah membuatnya merasa bersyukur.
Tentang penerimaan oma Putri dan kakek Agung dia yakin waktu lah yang akan menjawabnya.
Menjelang malam hari itu, akhirnya Liam dan seluruh anak buahnya diperbolehkan untuk masuk ke dalam ruang rawat Rilly dan Oma Putri.
Semuanya menunduk siap mendengarkan keputusan Oma dan kakek.
"Kita semua tidak bisa merubah masa lalu, tapi aku sangat berharap kalian benar-benar bisa merubah diri dan memperbaiki masa depan," ucap kakek Agung.
"Siap Kek!" balas semua anggota Black Venom dengan begitu patuh.
Seperti ini saja kakek Agung sudah merasa bahwa dia jadi pimpinan orang-orang itu.
"Sekali saja kalian kembali menyakiti anakku, maka aku akan membuat perhitungan pada kalian semua," ucap kakek Agung lagi.
"Jika Rilly yang menyakiti kami bagaimana Kek?" tanya Serge, Karena sekarang kondisinya tidak mungkin mereka yang menyakiti Rilly, justru wanita itulah yang akan terus menyakiti mereka semua.
Namun Serge tak sadar sudah mempertanyakan tentang hal itu, berani-beraninya dia mengajukan pertanyaan itu. Sampai semua anggota Black Venom mendelik ke arahnya baru lah Serge sadar dia salah.
Lantas menunduk dan menciut.
Sementara kakek Agung pun tidak menjawab pertanyaan Serge tersebut.
__ADS_1
Setelah dimaafkan, seluruh anggota Black Venom pun keluar, hanya tinggal Liam yang tersisa.
Dan benar saja, di antara mereka kini keadaan jadi canggung tidak seperti dulu lagi.
Liam duduk di tepi ranjang sang istri dan menggenggam tangan Rilly erat, sedangkan di samping ranjang Rilly ada pula ranjang Oma Putri. Oma Putri yang memalingkan wajahnya.
"Simpan rahasia ini baik-baik, tidak perlu mengatakannya pada Reza dan Ryan. Kecuali kamu benar-benar ingin berpisah dengan Rilly," kata kakek Agung.
Dia tak ingin masalah ini semakin membelenggu keluarga mereka, biarlah jadi masa lalu Rilly sendiri. Dan kini tetap fokus menatap masa depan.
"Maafkan aku Kek," jawab Liam.
Kakek Agung hanya mengangguk.
"Aku akan terus mengawasi kamu," balas kakek Agung pula dan kini giliran Liam yang mengangguk.
Dia akan sangat rela jika kakek Agung mengawasinya, lagipula tentang cintanya pada Rilly bukan lah sebuah kebohongan.
Dia sangat mencintai Rilly.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1