
Pagi harinya, Arabella terbangun dan menemukan dirinya hanya seorang diri diatas ranjang, bahkan sebuah tray yang terbuat dari logam sudah ada diatas meja, sarapan yang cukup banyak juga kumplit diatasnya.
Arabella menggeliat pelan, ia menghirup nafasnya dalam lalu menghembuskannya secara perlahan, ia sudah yakin jika hari ini Arabella akan terkurung seharian.
Namun, ada sesuatu yang berbeda, Arabella melihat pintu ke arah balkon dibuka dengan lebar seakan Axton mengijinkannya untuk melihat pemandangan kota yang begitu padat namun indah.
Sementara di Mexico, James menatap beberapa orang yang mulai mengangkut box kayu ke dalam sebuah mobil box berwarna merah. James yang baru saja mengantarkan box box itu dari troly dengan santainya bersandar pada pintu gudang. "Berapa gaji mu selama seminggu disini?" Tanya James pada seorang pria dengan setelan jas yang mengawasi pekerjaan mereka.
"Ada apa?" Jawabnya datar.
"Tidak, aku hanya sedang menghitung berapa lama aku harus bekerja agar semua hutang ku lunas," jawab James. "Hutang ku $200.000, aku dengar gaji kalian sangat besar, apa aku bisa mendapatkan $1000 perhari?"
__ADS_1
Pria itu tak menjawab, ia hanya menatap James dengan tajam. "Bisakah kau kembali bekerja dan mengambil box lainnya?" Tanya pria itu.
James mendekati pria itu dengan lirikan mata yang mengawasi sekitar. "Apa kau tahu ada seorang gadis cantik yang dibawa Tuan Axton? Dia anak ku, aku sangat merindukannya, apa tahu dimana anak ku tinggal?" Tanya James dengan raut wajah yang begitu berharap.
Namun pria itu hanya berdecak pelan, "Berhenti bertanya dan kembali bekerja pak tua!" Desisnya sambil berjalan ke dalam gudang untuk memeriksa yang lainnya.
James menarik nafasnya dalam, ia berjalan kearah seorang pria muda yang tampak ceria menuliskan sesuatu diatas kertas. "Hai anak muda," panggil James. Pria itu menoleh dan tersenyum dengan lebar. "Apa yang ada di dalam box box ini?" Tanya James penasaran. Lalu dengan sengaja pula ia melihat beberapa baris yang sedang pria itu tulis, rupanya hanyalah angka dari beberapa nama produk yang tidak terlalu jelas.
"Ya, aku baru 2 hari disini," jawab James. "Kau akan mengirim kemana semua box ini?" Tanya James kembali.
Pater menoleh kearah box yang sudah tersusun rapi didalam mobil. "Ke seluruh Club, Hotel dan Kedai di kota ini. Kau tahu? Tequila ini memang yang paling terbaik menurut ku," jawab Peter.
__ADS_1
James hanya mengangguk kecil, saat ia ingin kembali menanyakan sesuatu, seseorang dengan pakaian rapi itu kembali dari dalam gudang. "Tuan Axton tidak memberi mu gaji untuk perbincangan kalian, jika kau merasa tidak cocok dengan pekerjaan mu aku akan memberi tahu Tuan Axton untuk memecat mu sekarang juga pak tua!"
Peter seketika menundukkan kepalanya, ia buru-buru kembali fokus pada pekerajaannya kembali. "Ma— maafkan aku Tuan," gumamnya pelan.
"Bekerja lah dengan benar, aku tidak ingin ada kesalahan walau sekecil apapun, dan kau—" ucap pria itu sambil menatap James. "Kembali ke gudang dan bawa box lainnya," lanjut pria itu benar-benar tegas sambil berlalu memeriksa yang lainnya.
James menghela nafasnya pelan, hampir semua yang ada disini terbilang cukup muda, mungkin hanya James yang sudah menginjak umur diatas 50 tahun. Dengan tak bersemangat James pun kembali ke dalam, ia membutuhkan teman dan tidak terbiasa dengan pekerjaan seperti ini. Mungkin kalian semua tahu kebiasaan James, ia hanya terbiasa duduk di meja judi dan memikirkan kartu mana yang harus ia lempar.
__
Guys malam jumat, kasih hadiah bunga wkwk
__ADS_1