
Liam tidak bisa langsung menjawab pertanyaan istrinya tersebut dan diamnya Liam itu membuat dahi Rilly berkerut.
Sampai menciptakan hening beberapa saat diantara keduanya dan hanya saling tatap dalam diam.
"Jangan membuatku mengulangi pertanyaannya lebih banyak lagi, ada apa?" tanya Rilly sekali lagi, jika kali ini Liam tetap tak menjawab pertanyaannya maka dia akan pilih pergi saja.
Toh percuma untuk mengajak pria itu bicara.
Hanya cukup tau saja bahwa Liam tak sepenuhnya menganggap dia ada, hingga beberapa hal masih harus dirahasiakan.
"Kita bicarakan ini berdua, aku tidak ingin Oma dan kakek mendengarnya," balas Liam dengan suara pelan, nyaris berbisik.
Hingga membuat senyum di bibir Rilly benar-benar telah hilang, musnah.
Entah apa yang akan dibicarakan oleh sang suami.
Namun tak ingin Oma dan kakek berpikir berlebihan, jadi Lili tetap senyum saat pamit ke kamar pada kedua orang tersebut.
"Oma, tunggu sebentar ya, Mas Liam mau ganti baju dulu. Setelahnya kita makan siang bersama," ucap Rilly, kini bicara berbohong seperti itu sudah terasa tak canggung baginya.
Rilly telah benar-benar banyak membohongi kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Iya sayang, ini juga masih jam 11, sana pergi lah," balas Oma Putri pula, yang tak ingin mengganggu kebersamaan antara anak dan menantunya tersebut. Apalagi bisa dikatakan ini seperti bulan madu mereka berdua.
Rilly mengangguk dengan antusias, dia dan Liam bahkan tersenyum sebelum meninggalkan Oma dan Kakek.
Tapi setelah tiba di kamar, senyum kedua orang itu jelas langsung hilang.
"Sekarang katakan, ada apa?" tanya Rilly langsung, mereka kini telah sama-sama duduk di tepi ranjang. Rilly menatap sang suami dengan tatapannya yang sangat serius, sungguh, dia tak ingin di antara mereka berdua ada yang ditutup-tutupi.
Liam harus mengatakan apapun yang terjadi padanya saat ini pada Rilly, harus.
Dan melihat kedua mata itu Liam sadar, dia tak bisa membohongi sang istri. Meskipun beberapa saat lalu dia sempat berpikir untuk berbohong saja, menggunakan alasan apapun selain kembali ke dunia gelap bawah tanah tersebut.
"Zeon sudah sadar dari komanya, tapi dia diculik oleh Dragon, salah satu kelompok Mafia yang ada di Servo. Aku pernah mengatakan padamu tentang Zena dan Frans kan? itu artinya Zeon juga adalah bagian dari Black Venom," jelas Liam.
Tapi yang tidak Rilly tau sekarang adalah, kenapa ada Black Venom lagi? bukankah mereka semua sudah keluar dari dunia itu?
Mendengar ucapan Liam tersebut Rilly bisa mengambil kesimpulan sendiri, bahwa Liam akan menyelamatkan Zeon dengan cara mereka yang sebagai Mafia.
Bertarung diantara hidup dan mati.
Mempertaruhkan semuanya, seolah hidup ini hanya milik mereka sendiri.
__ADS_1
Apa Liam lupa? bahwa sekarang di hidupnya sudah ada dia.
Rilly menggelengkan kepalanya kecil, masih ada jalan lain yang bisa mereka tempuh selain perang itu.
Yaitu melaporkan semuanya pada polisi, lantas bekerja sama menyelamatkan Zeon.
"Dragon mengincar kekayaan dan kekuatan Darkness, tapi aku yakin Zeon tidak akan menyerahkannya dengan mudah. Selama dia bertahan, aku dan yang lain akan bergerak untuk menyelamatkan," putus Liam.
"Kenapa tidak melaporkan ini semua kepada polisi? aku yakin mereka pun bisa menanganinya, kenapa kamu harus turun langsung?" tanya Rilly.
"Ini tidak semudah itu Ril, ada Zena yang harus Frans jaga karena dia adalah kelemahan Zeon. Mereka semua harus dimusnakan, itu adalah aturan mutlak di dunia Mafia, jika kamu ingin selamat maka lenyapkan musuhmu."
"Lalu bagaimana jika kamu yang mati? aku sudah pernah merasakannya, dan sekarang kamu ingin main-main lagi denganku?" balas Rilly.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rekomendasi bacaan, jangan lupa mampir ya, pria yang katanya lumpuh tapi ternyata bikin deg-degan hemm
Judul : Hanya Pengganti
By : MamaZan
__ADS_1