
Nafas Rilly sampai terengah setelah sang suami melepaskan ciumannya, nafasnya terasa habis sampai rasanya dia ingin jatuh pingsan lagi.
"Mas!" kesal Rilly, dia memukul dadda Liam cukup kuat, namun pria itu justru memeluk Rilly lagi semakin erat.
Sumpah, Liam tak ingin berpisah dengan sang istri. Seumur hidupnya Rilly akan tetap jadi tawanan dia.
"Aku sangat mencintai kamu Ril, sangat," ucap Liam.
Namun yang menjawab bukan Rilly, malah Oma Putri.
"Iya tau Liam, tau, sekarang beri ruang dulu untuk Rilly bernafas," ucap Oma Putri.
Semua orang sontak tertawa kecil, sementara Frans, Serge dan Dansel langsung menghembuskan nafasnya lega karena akhirnya bisa melihat secara langsung bahwa Rilly baik-baik saja.
Mereka bertiga juga langsung pamit keluar, ingin menyampaikan kabar bahagia ini pada seluruh anggota Black Venom yang menunggu di luar sana.
Kini semua orang bisa menangis haru, Ratu mereka selamat, pangeran dan putri kecil mereka pun sehat.
Di dalam ruang rawat, Rilly akhirnya bertemu dengan kedua anaknya. Akhirnya dia menangis bahagia, ada air mata yang jatuh diantara bibir yang tersenyum lebar.
Dengan arahan dokter Bella, Rilly coba menggendong kedua bayinya di sisi kiri dan kanan. Meski cukup kesusahan namun Rilly merasa begitu bahagia.
Dan Liam tak henti-hentinya menciumnya puncak kepala sang istri.
__ADS_1
"Sekarang katakan, siapa nama cucu-cucu Oma ini," ucap Oma Putri.
Liam dan Rilly saling tatap sesaat, Liam mengangguk kecil memberi isyarat bahwa dia menyerahkan semuanya kepada sang istri untuk menyebutkan nama kedua anak mereka.
"Nama mereka adalah Jason dan Ava, Jason Anderson dan Ava Anderson," ucap Rilly, hanya menyebutkan nama seperti itu saja Rilly kembali menangis, namun mencoba menghentikan tangisannya dengan menggigit bibir bawahnya kuat-kuat.
Oma juga memeluk sang anak perempuan beserta dua cucunya, dia pun merasakan kebahagiaan yang tak terkira.
Dua pengasuh si kembar telah dipersiapkan.
Saat malam menjelang Rilly masih diharuskan dirawat di rumah sakit, tapi bayi-bayi mereka sudah diizinkan pulang.
Asi Rilly langsung keluar tanpa hambatan, Liam mengambil peran penuh dalam keberhasilan itu.
Jadi Serge, Frans dan Dansel bergantian kulu kilir untuk mengambil Asi dan dibawa pulang ke mansion.
Saat ini waktu sudah menunjukkan jam 9 malam. Serge baru saja keluar dari kamar mereka setelah mengambil Asi milik Rilly.
Setelah menutup pintu dan menguncinya, Liam menghampiri sang istri dan ikut naik ke atas ranjang.
"Ayo tidur," ucap Liam, dia menarik Rilly untuk masuk ke dalam dekapannya. Liam tidur di sisi kanan karena tangan kiri Rilly masih terpasang infus.
Rilly pun menurut untuk masuk ke dalam dekapan suaminya tersebut, menghirup dalam-dalam aroma tubuh Liam di keadaan seperti ini membuatnya begitu tenang.
__ADS_1
Tak puas hanya memeluk Rilly, Liam pun mengunci tubuh sang istri menggunakan kakinya.
Rilly terkekeh, dia seperti berada di dalam penjara.
"Kamu tidak akan pernah bisa kabur dariku," ucap Liam.
Rilly makin tertawa.
"Siapa pula yang mau kabur," balas Rilly diantara tawa yang masih terdengar jelas keluar dari mulutnya.
"Kamu akan jadi tawanan ku seumur hidup," tegas Liam.
Dan kini tawa Rilly itu jadi senyum malu-malu, dia mendongak dan menatap sang suami.
Liam lantas mencium bibirnya tanpa ampun.
...TAMAT...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jika berkenan mampir ke tempat Zeon ya
Judul : The Magical My Wife
__ADS_1
By : Lunoxs