
Bab 1
Aurora mengangkat sebelah tangannya yang tengah menggenggam satu gelas berisikan tequila terbaik yang ada di Mexico. “Aku yakin saat mereka terbangun besok, kebahagiaan mereka akan segera hilang dan aku akan segera mendengar kabar perceraian keduanya,” ujar Aurora penuh kemenangan.
Sam yang baru saja kembali dari pertemuannya bersama orang suruhannya yang baru masih tak bisa tenang jika nantinya Axton mengusut keguguran istrinya besok. “Leon sudah berjanji tidak akan memberikan informasi mengenai kita pada siapa pun,” lapor Sam yang juga sebagai untuk menenangkan dirinya sendiri jika semua akan baik-baik saja.
Sam benar-benar tak menyangka dengan siapa ia berurusan kali ini, baru saja pagi tadi saat ia memutuskan untuk menghentikan Max dan akan membayarkan sisa bayaran pada pria itu, Max tiba-tiba saja mengatakan hal yang cukup mengejutkan. ‘Berhati-hatilah dengan Matthew, mereka semua mafia berdarah dingin, kau harus dengan pintar jika mencari tahu tentang dirinya’. Satu pertanyaan yang melintas dipikirannya saat ini adalah apakah Aurora sudah mengetahu tentang profesi Axton yang sesungguhnya?
“Bagus, aku akan mengambil uang ku kembali jika dengan bodohnya dia menyebutkan nama ku dalam kelalaiannya sendiri. Leon sudah mengatakan sudah terbiasa mendapatkan tugas seperti ini bukan?” tanya Aurora.
__ADS_1
Sam menganggukkan kepalanya, ia menghembuskan napas keras dan mencoba untuk tenang. “Aku yakin semua ini akan berjalan sesuai keinginan mu Nona, kalau begitu aku akan kembali ke kamar ku dan mulai berkemas,” pamit Sam.
Suara tawa Aurora membuat Sam tak bisa lagi menahan matanya untuk tidak melirik kearah wanita itu, ia benar*benar bingung dengan wanita secantik Aurora yang menginginkan pria yang sama sekali tak mencintainya. “Aku pikir kita tidak akan pulang hari ini Sam, aku ingin mendengar secara langsung kabar keguguran Arabella. Kemarilah, temani aku minum, kita harus merayakan balas dendam ini Sam!” pekik Aurora.
Pandangan Sam kembali menatap yang tidak seharusnya ia lihat, sebuah kaki jenjang yang Aurora tumpukan diatas lutut kaki kanannya membuat Sam cukup tergoda, ditambah kini Aurora hanya mengenakan jubah handuk berwarna putih dengan rambut panjang yang diurai indah. “Baiklah jika kau memaksa ku Nona,” jawab Sam sambil berjalan kearah kursi di samping Aurora, ia menuangkan terlebih dahulu tequila pada gelas Aurora sebelum menuangkannya pada gelas kosong yang sudah Aurora siapkan sebelumnya.
Perlahan Sam mulai meminum tequila tersebut dan lagi-lagi matanya tak bisa ia alihkan dari kulis mulus Aurora yang begitu terlihat jelas di balik jubah, jika saja ia tak bisa mengendalikan diri sudah dapat dipastikan tangannya akan dengan segera menarik tali yang melilit di pinggang ramping itu. Sam kembali meneguk kasar tequila miliknya dan mencuri aroma parfum yang ada pada Aurora. “Bagaimana bisa ada seorang pria yang menolak mu Nona?” tanya Sam pelan, ia mengambil botol tequila dan menuangkannya pada gelas Aurora yang belum habis sepenuhnya.
“Axton terlalu dipengaruhi oleh wanita miskin itu, jika saja aku muncul lebih awal dari Arabella, sudah pasti hari ini adalah pernikahan ku dengan Axton,” jawab Aurora.
__ADS_1
Sam tersenyum samar, ia mulai memberanikan diri mendekati Aurora, dengan tangan yang lihai ia kembali menuangkan tequila pada gelas Aurora, mencoba membuat wanita dihadapannya mabuk parah dan tak bisa mengingat apa yang sudah Sam lakukan nanti. “Kau memiliki rambut yang indah.” Jemari Sam mulai mengusap halus bagian rambut tebal Aurora, ia semakin mendekatkan dirinya dan menghirup segarnya harum yang ada dirambut itu.
“Tentu saja, aku selalu merawat rambut ku.”
Jemari Sam mulai turun leher Aurora. “Kulit mu sangat halus dan—” baru saja Sam mendekatkan wajahnya untuk menghirup harum leher Aurora wanita itu mundur dengan kekehan kecil dari mulutnya.
“Itu geli Sam!” pekik Aurora sambil tertawa.
Sam semakin tersenyum dan begitu bersemangat, ia tahu Aurora sudah mulia mabuk dan terlihat begitu menggoda di hadapan Sam. “Aku akan menunjukkan perayaan yang menyenangkan Nona,” bisik Sam, sebelah tangannya mulai memindahkan gelas yang tengah Aurora genggam ke atas meja, mendorong samar Aurora sampai ia berada di ujung sofa dengan keadaan setengan tertidur. “Kau bisa menilai sendiri sehebat apa cara ku dalam memuaskan mu nona,” bisik Sam di sela-sela kec*pan samar pada leher Aurora.
__ADS_1
\~
Bantu like dan vote ya temen-temen🤗