Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia
Suatu Tempat


__ADS_3

Arabella tersenyum mendengar itu, ia menganggukkan kepalanya pelan. "Aku berjanji tidak akan mengulangi hal itu lagi, aku tidak akan mengingatnya lagi," ucap Arabella kemudian.


Axton menoleh pelan kearah ponselnya dan mematikan layar itu ketika sebuah notif pesan masuk, sepertinya ucapan Arabella bisa ia pegang dengan baik, jadi Axton tak perlu menunjukkan foto itu  dan membuat Arabella kembali terpuruk sedih, Axton benci dengan hal itu. "Baiklah, aku memegang janji mu, sekarang ayo kita tidur," ucap Axton yang kini sudah menampilkan senyuman kecil.


Arabella menganggukkan kepalanya dengan cepat. Axton berdiri terlebih dahulu dan disusul oleh Arabella, mereka masuk ke dalam kamar dan Axton menutup pintu terlebih dahulu. "Besok aku tidak akan ke Casino," ucap Axton, ia mulai naik ke atas ranjang dan berbaring menghadap Arabella.


"Apa ada sesuatu?" Tanya Arabella bingung, Axton pria yang cukup sibuk bahkan tak pernah ia berdiam diri seharian di dalam rumah, selalu ada urusan yang membuat pria itu pergi dari rumah setiap harinya.


"Aku ingin membawa mu pergi kesuatu tempat," ucap Axton pelan.


"Kemana?" Arabella mengerutkan keningnya, ia menatap Axton dengan penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Kau akan tahu besok Bella," ujar Axton pelan, tangannya mengusap bahu Arabella pelan lalu memeluknya. "Tidurlah, besok pagi kita akan pergi," ujar Axton berbisik.


Tanpa ingin bertanya lebih banyak lagi, Arabella pun membalas pelukan Axton, ia memejamkan matanya dan berusaha untuk tidur dengan nyenyak.


\~


Keesokan paginya, mereka benar-benar pergi keluar kota, bahkan Arabella sangat yakin mereka sudah melewati 2 jam perjalanan menuju tempat ini. "Ayo kita turun," perintah Axton saat mobil mereka sudah berhenti disebuah mall besar yang tak pernah Arabella lihat selama hidupnya, bahkan ia baru ke kota ini.


Pintu mobil yang sudah dibuka kan oleh sang supir pun membuat Arabella bergegas untuk turun, ia menerima genggaman tangan Axton saat mereka mulai memasuki mall tersebut. "Aku ingin pakaian yang cocok untuknya,” ucap Axton pada seorang pelayan butik.


Pada akhirnya Arabella pun hanya pasrah, ia mengikuti pelayan tersebut yang mengarahkan pada sebuah patung manequin dengan sebuah dress yang begitu cantik.”Ini adalah beberapa dress terbaik minggu ini, mana yang ingin kau coba terlebih dahulu nona?” Tanyanya dengan begitu ramah dan sopan.

__ADS_1


Arabella menatap baik-baik dress yang ada dihadapannya, ada 4 patung yang menurutnya cocok. “Sepertinya aku ingin yang ini,” ucap Arabella sambil menunjuk sebuah patung yang mengenakan dress panjang berwarna merah.


Setelah mencobanya, Arabella menunjukkan pilihannya pada Axton, “Bagaimana?” Tanya Arabella.


Axton tampak menilai dan menganggukkan kepalanya. “Cocok, aku menyukainya,” jawab Axton. Tanpa memilih dress lain Axton pun menyelesaikan pembayaran dengan cepat dan kali ini tujuan mereka adalah salon, rambut Arabella yang terurai panjang di tata serapi mungkin.


“Sudah sempurna, sekarang kita pergi,” ucap Axton sambil tersenyum puas dengan penampilan Arabella.


“Sebenarnya kita akan kemana?” Tanya Arabella pelan.


“Suatu tempat,” jawab Axton yang lagi-lagi membingungkan.

__ADS_1


“Itu bukan jawaban!” Desak Arabella, ia benar-benar bingung kemana sebenarnya mereka akan pergi.


Axton hanya tersenyum kecil, ia menarik tangan Arabella keluar dari salon tersebut. “Yang jelas kau akan di lihat banyak orang, jadi tetaplah tersenyum dan percaya saja pada ku,” ujar Axton.


__ADS_2