
Tidak puas hanya memaki dan menampar satu kali, oma mengambil tasnya yang juga ada di sofa itu, dia pukul Liam menggunakan tas tersebut dengan membabi buta.
Bugh!
"Beddebah kamu Liam! Bukan hanya anakku yang kamu peralat! tapi kamu pun membodohi kami semua dengan sandiwara mu itu! jika aku tau kamu yang telah menculik Rilly dan bahkan menganiayanya aku tidak akan Sudi menikahkan Rilly dengan mu!!"
"Oma," panggil Rilly lirih, begitu perih hatinya melihat pemandangan itu. Dia ingin turun namun kakek Agung menatapnya dengan begitu dingin.
Seolah Rilly tak diberi kesempatan untuk membela Liam, pria itu pantas mendapatkan semua kemarahan mereka.
Sementara Liam pun hanya pasrah, bahkan bersimpuh tegap dan menerima semua pukulan Oma Putri.
Diantara wajahnya yang menunduk, kembali dia ingat semua kesalahan dalam hidup.
Rilly tak bisa lagi menahan diri, akhirnya dia mencabut paksa infus di tangannya dan segera memeluk sang suami, hingga pukulan Oma Putri pun seketika terhenti.
__ADS_1
"Maafkan aku Oma, Liam memang salah, tapi dia sudah berusaha berubah. Dia meninggalkan dunianya yang gelap coba memulai semuanya dari awal," mohon Rilly pula.
Kakek Agung biasanya diam dan menyerahkan semua keputusan pada sang istri, tapi sekarang tidak lagi. Dia bahkan bergerak untuk menarik Rilly agar menjauh dari pria itu.
"Cukup Ril, kamu bahkan sampai kehilangan anak mu gara-gara pria itu. Jadi cukup, akhiri saja semuanya. Kalian terlalu berbeda, kalian tak bisa bersama," putus kakek Agung.
Petir seperti menyambar di atas kepala Rilly dan Liam.
Rilly yang berulang kali menggeleng dan Liam terus bersimpuh.
"Tidak Kek, aku lah yang bersikukuh ingin ikut perang. Liam melarang ku, tapi_"
Rilly tercenung, dia dihadapkan pada dua pilihan yang begitu sulit. Suami dan kedua orang tuanya.
Dan mendengar suara ribut dari dalam ruang rawat itu, Frans pun segera masuk ke dalam sana. Betapa terkejutnya dia ketika melihat sang Tuan bersimpuh di hadapan semua orang.
__ADS_1
Hati Frans begitu teriris melihat pemandangan itu, apalagi terlihat jelas di matanya bahwa tuan Liam menundukkan wajah.
Tanpa basa-basi, Frans pun mendekati Tuannya dan ikut bersimpuh pula.
Apapun kesalahan sang Tuan maka akan jadi kesalahannya juga.
Dan ternyata, di luar ruangan itu bukan hanya ada Frans saja. Tapi juga seluruh anggota Black Venom yang baru pulang dari pemakaman.
Dansel dan Serge masuk, selalu disusul oleh anggota Black Venom yang lain. Pada akhirnya mereka semua bersimpuh di hadapan Oma Putri, kakek Agung dan Rilly.
Mereka tau kesalahan kali ini memang tak bisa dengan mudah di maafkan, Rilly yang keguguran. Mereka belum tau bahwa Liam telah menguak jati diri mereka yang sebenarnya.
"Jahat kalian!! teganya menjadikan Rilly sebagai salah satu dari kalian! anakku bukan pembunnuh! Rilly bukan penjahat!! dan sekarang Rilly masih terus kalian seret-seret sampai dia keguguran!!" maki oma Putri, melihat semua orang itu bersimpuh amarahnya justru makin memuncak.
Kini yang dia pukul menggunakan tas itu bukan hanya Liam, tapi juga Frans, Dansel dan Serge dan bersimpuh di depan.
__ADS_1
Dan sama, semua orang hanya bisa pasrah.
Akhirnya mereka sadar, bahwa oma Putri dan kakek Agung telah tahu bahwa nama Black Venom bukan hanya nama sebuah restoran, tapi nama itu sesungguhnya adalah nama sebuah kelompok Mafia.