Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia
21. Edlyn


__ADS_3

Daniel turun dari sepeda motornya, ia menatap bangunan toko milik Edlyn dari luar, perlahan ia mulai membuka helm dan menaruhnya pada spion motor.


Sambil menarik nafasnya dalam, ia mulai melangkah masuk ke dalam toko tersebut. "Hai," sapa Daniel pelan. Edlyn yang tampak sedang duduk santai langsung berdiri menghampiri Daniel.


"Duduklah dulu, kau ingin minum?" Tawar Edlyn.


Daniel menggelengkan kepalanya dengan cepat, ia tersenyum kaku dan duduk disebuah kursi yang dipersilahkan oleh Edlyn. "Maaf aku datang terlalu pagi," ujar Daniel.


"Oh, tidak, lagi pula toko sudah buka. Sebentar, aku akan mengambilkan uangnya sekarang," ucap Edlyn tampak gugup, keduanya masih canggung sseperti pertemuan malam kemarin, dimana Daniel menjelaskan jika Arabella diculik dan dijadikan jaminan untuk hutang James.


Tak lama, Edlyn kembali dan duduk dihadapan Daniel, ia mengulurkan sebuah amplop yang begitu tebal. "Maaf aku hanya memberikan kurang dari separuhnyaa, $170.000 benar-benar sangat besar, bahkan aku tak memiliki uang sebanyak itu," ujar Edlyn dengan raut wajah tampak menyesal.


"Tidak perlu minta maaf Edlyn, seharusnya aku yang berminta maaf karena sudah merepotkan mu, aku berjanji akan menggantikannya beberapa minggu lagi, aku sedang berusaha menghubungi kakak ku di London," jelas Daniel.

__ADS_1


Edlyn tampak menggelengkan kepalanya pelan, "Tidak apa-apa, Arabella sahabat ku, tidak perlu terburu-buru mengembalikannya, itu adalah uang tabungan ku, yang terpenting sekarang adalah Arabella bisa terbebas," ucap Edlyn.


Daniel lagi-lagi menarik nafasnya dalam, ia mengambil amplop itu. "Kalau begitu sekali lagi aku sangat berterima kasih, aku harus pergi sekarang untuk mencari pinjaman lain," ujar Daniel. Tanpa bisa mencegahnya, Edlyn hanya menganggukkan kepalanya pelan, ia menatap Daniel yang mulai bangkit dan berjalan kearah pintu keluar. Namun sebelum Daniel benar-benar keluar, pria itu berbalik sambil tersenyum, kepalanya mengangguk samar pada Edlyn lalu menutup pintu toko.


Edlyn menghembuskan nafasnya kasar, tubuhnya seketika ia hempaskan pada sandaran kursi. Sudah 5 bulan berlalu, rasa canggung dengan degub jantung yang berdebar tak menentu masih begitu terasa.


Edlyn tahu ini salah, tak seharusnya ia menaruh perasaan pada Daniel, kekasih sahabatnya sendiri. Namun hanya Daniel lah yang mampu membuatnya merasakan cinta.


Semua ini berawal dari 5 bulan yang lalu, dimana dengan sialnya mobil Edlyn tak bisa hidup sama sekali.


“Hai,” sapa Daniel sambil melepaskan helmnya, ia berjalan kearah dimana 2 orang wanita berdiri di depan toko yang sudah tutup. “Edlyn? Tidak biasanya kau belum pulang?” Tanya Daniel bingung, ia menatap jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya.


“Mobilnya milik Edlyn tak bisa hidup sayang, kita sedang menunggu orang dari bengkel,” jawab Arabella menjelaskan.

__ADS_1


“Tidak biasanya mobil ku seperti ini, pagi tadi masih baik-baik saja,” ucap Edlyn, wajahnya terlihat kesal dan lelah.


Daniel menggaruk pelan kepalanya yang tak gatal, “Maaf aku tak bisa membantu urusan mobil seperti ini, tapi aku akan ikut menunggu sampai montir itu datang,” ucap Daniel sambil terkekeh.


Arabella tertawa kecil, ia memeluk tangan Daniel erat. “Bagaimana cafe hari ini? Apakah ramai?” Tanya Arabella. Hari libur Arabella dengan Daniel memanglah berbeda, mereka dua sepakat akan hal itu, karena hari libur lebih baik digunakan untuk berkerja part time, lagi pula mereka selalu bertemu setiap hari di cafe.


Daniel mengup pelan kepala Arabella, ia menggelengkan kepalanya pelan. “Seperti biasa, jika kau libur cafe selalu sepi sayang,” goda Daniel membuat Arabella kembali tertawa.


“Oh astaga, lebih baik kalian pulang saja, aku hanya menjadi obat nyamuk disini,” protes Edlyn, namun ia hanya berkata dengan nada candaan, membuat sepasang kekasih itu terkekeh pelan.


“Jangan iri Edlyn, sudah aku katakan buka lah hati mu untuk pria baru, aku yakin hidup mu akan lebih berwarna,” goda Arabella kemudian.


\~\~\~

__ADS_1


Sabar ya guys, 2 bab lagi otw. Seperti biasa, jangan lupa bunga atau kopi hihi


__ADS_2