Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia
Black Venom 2 - Berikan Padaku


__ADS_3

Di ruang menembak.


Kakek Agung merasa begitu bangga setelah berhasil menembak tepat pada sasaran, namun saat dia hendak mengulangi keberhasilan itu lagi kini malah selalu gagal.


Itulah kenapa dia lama sekali berada di ruang menembak tersebut.


Seolah dia ingin membuktikan diri bahwa dia bisa, bahwa itu bukanlah sebuah kebetulan saja.


2 anggota Black Venom yang menemani pun senang-senang saja, karena di saat kakek Agung sibuk menembak, mereka pun sibuk main hp.


Di rumah sakit.


Frans, Dansel dan Ella adalah yang menjemput kepulangan tuan Liam dan Rilly.


Jam 8 pagi mereka sudah boleh meninggalkan rumah sakit, setelah Rilly melakukan beberapa pemeriksaan kesehatan.


Dalam proses persalinan kemarin, Rilly mendapatkan 5 jahitan, itulah kenapa kini dia jalannya tidak boleh tergesa-gesa, harus tetap santai meski rasanya sudah begitu rindu dengan anak-anaknya di rumah.

__ADS_1


Ketika keluar dari ruang perawatan saja rasanya lama sekali, tapi Rilly tidak mau menggunakan kursi roda, dia merasa seperti seseorang yang sakit parah jika menggunakan alat bantu tersebut.


Lebih baik jalan begini saja.


Di belakang Liam dan Rilly, ada Ella yang merasa canggung pada dua pria berbadan kekar tersebut, Frans dan Dansel. Mereka baru bertemu kemarin dan rasanya masih begitu berjarak.


Jadi untuk sekedar meminta tolong saja rasanya Ella benar-benar merasa sungkan, jadi biarlah dia tanggung sendiri. Ella membawa tasnya sendiri, sementara tangan kiri kanannya pun penuh dengan bawaan. Ada beberapa bingkisan yang sudah dikirim oleh rekan kerja Rilly dan Liam ke rumah sakit.


Frans dan Dansel juga sudah repot dengan tas dan koper, itulah kenapa meski Ella merasa berat dia diam saja.


Namun Ella tidak sadar, jika sebenarnya kedua pria itu pun memperhatikan. Frans dan Dansel sama-sama merasa kasihan, pada akhirnya sebelum benar-benar keluar dari ruang rawat itu. Frans dan Dansel kompak sama-sama berucap ...


Hingga membuat mereka bertiga sama-sama canggung.


Liam dan Rilly tidak melihat kecanggungan itu, mereka terus saja jalan pelan-pelan. Liam juga terus memapah Rilly dan tidak sekalipun melihat ke belakang.


Dah setelah berucap hal yang sama, Frans dan Dansel sontak saling pandang.

__ADS_1


Di dalam hati Frans dia berkata, Oh baguslah kalau Dansel mau bantu juga, lagi pula aku tidak boleh memiliki hubungan terlalu dekat dengan wanita manapun, aku harus menjaga hati Zena. Batin Frans.


"Biar Dansel yang bawa itu, kamu cukup membawa tas milik Rilly saja," kata Frans kemudian.


Dansel setuju-setuuu saja, dia tidak merasa keberatan sedikit pun. Justru akan merasa sangat bersalah jika ada gadis disampingnya yang kesusahan.


Beberapa bulan terakhir seluruh anggota Black Venom mengikuti pelatihan memahami wanita, demi Rilly dan kini bisa mereka gunakan juga untuk mendapatkan kekasih.


Mereka harus mengikuti pelatihan itu mengingat selama ini selalu acuh dan tak peduli pada yang namanya Wanita.


Dan berkat pelatihan itu pula lah, kini mereka jadi lebih peka.


"Berikan padaku," kata Dansel kemudian saat dilihatnya Ella yang malah mematung, mungkin gadis itu masih merasa tak enak hati.


Jadi Dansel bergerak sendiri untuk mengambil barang-barang di tangan Ella, Dansel bahkan menyentuh tangan gadis itu dengan leluasa.


Tidak tahu bahwa jantung Ella sudah berdegup kencang.

__ADS_1


Dansel hanya mengambil barang-barang itu, namun Ella merasa hatinya pun ikut terambil juga.


__ADS_2