Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia
TSM Bab 113 - Drive Me Crazy Baby


__ADS_3

Meski sudah mendapatkan izin, namun Liam tak langsung menanccapkan senjjata itu. Dia lebih dulu mengukung Rilly dan kembali mencium bibir istrinya. Kembali membuat darrah sang istri agar mengalir dengan deras.


Liam bahkan lebih dulu mempertemukan kedua inti tubuh mereka, saling menggesek dengan seirama.


Sampai semuanya terasa lelah siap untuk bersama, menyatu dalam nikmat.


"AHK!" pekik Rilly dengan kedua mata yang terpejam, seperti ada yang mencabik pertahanan dirinya selama ini.


Sungguh, awalnya Rilly begitu ragu benarkah benda itu bisa memasuki dirinya. Dan ternyata kini terasa begitu mengganjal.


"Sakit?" tanya Liam dan Rilly hanya bisa mengangguk.


Liam lebih dulu diam, dia memainkan dadda sang istri untuk mengalihkan rasa sakit itu. Sampai akhirnya Rilly yang dulu bergerak untuk bergoyang.


Dan saat itu Liam tak ragu untuk menghentaknya secara perlahan.


"Ehm Maassh," rintih Rilly, tubuhnya pun terguncang sesuai pergerakan sang suami.


Gila, ini semua gila.


Rasa yang tak pernah bisa mereka jelaskan.


Rasanya hanya seperti melayang di lautan kenikmatan.

__ADS_1


"I will drive you crazy baby," ucap Liam, dan mulai bergerak lebih liar.


"Yah drive me crazy baby ughh," pekik Rilly, dia tak sanggup bicara, dan hanya bisa mendessah.


Semua rasa sakit kini telah berganti jadi denyut candu.


Tak puas hanya dengan satu posisi, Liam bahkan merubahnya. Membalik tubuh istrinya dan menyentak dari belakang, lekuk tubuh Rilly makin terlihat begitu indah.


Perkelahian yang sesungguhnya antara sepasang suami istri itu akhirnya tercipta, namun Liam yang lebih banyak mengalah.


Kadang pundaknya di gigit, kadang punggungnya mendapatkan cakaran. Seberapa banyak Rilly mendapatkan pelepasan malam itu sebanyak itulah luka di dapatkan oleh Liam.


Dan saat giliran Liam memuntahkan semua hasratnya, dia menyesap kuat dadda sang istri, sampai ujungnya sedikit terluka.


Entah di jam berapa akhirnya pertumpahan darrah itu berakhir.


Namun saat pagi menjelang, Rilly adalah yang paling remuk redam.


"Dasar jahat," ucap Rilly lirih, dia benci melihat Liam yang sudah mandi dan tampan, membuka tirai lebar-lebar hingga cahaya matahari masuk ke dalam kamar.


Sementara dia masih terdapat di atas ranjang dengan bentuk yang acak-acakan.


"Kamu kalah," balas Liam dengan bangganya dan saat itu Rilly langsung melempar sang suami dengan bantal terdekat.

__ADS_1


Liam tertawa cukup keras.


"Ayo bangun, aku sudah menyiapkan air hangat untuk mu," ucap Liam kemudian, dia menarik selimut dan memperlihatkan sang istri yang babak belur.


Liam menggendong Rilly. dan wanita itu hanya bisa pasrah.


Di dalam kamar mandi, Liam membawa sang istri untuk berendam di dalam bathtub, air hangat itu seketika memanjakan tubuh Rilly.


"Aku akan keluar untuk menyapa semua orang, lalu meminta pelayan untuk membawa sarapan kita ke kamar saja," ucap Liam, lalu mengecup kening sang istri.


"Kamu tidak apa-apa turun sendirian?" tanya Rilly, dia masih takut Liam belum terlalu nyaman tinggal dengan seluruh keluarganya.


"Hem, lagi pula kata oma aku tidak perlu sungkan kan?" balas Liam, dia tersenyum juga saat mengatakan itu.


Rilly tidak tahu bahwa dia sangat menikmati suasana kekeluargaan di rumah ini. Suasana yang tak pernah dia dapatkan selama ini.


Cup! Liam mengecup bibir sang istri sebelum akhirnya dia keluar dari dalam kamar mandi itu.


Melihat pintu yang kembali di tutup Rilly pun tersenyum.


"Awh!" lalu merintih sakit saat dia menggerakkan kaki.


"Hais, dasar giggolo!" gerutu Rilly, ketika ingat permainan suaminya semalam.

__ADS_1


__ADS_2