
"Aku juga bingung, kemarin pamit mau melamar kerja tapi hampir 2 hari belum pulang. Sebenarnya melamar di perusahaan apa dia ini".
Mereka berasal dari panti yang sama. Santi dan Dina lebih dulu keluar dari panti untuk mencari kerja. Tentu saja mereka khawatir, ibu panti sudah mewanti-wanti untuk saling menjaga satu sama lain.
"Jika besok Namira belum pulang kita cari sama-sama" akhirnya Santi memutuskan.
Sementara itu di mansion Damian tampak memandang laptopnya. Ya dia masih setia mengawasi Namira, saat dia mengobrol dengan mbok Warni. Sebenarnya Damian masih penasaran apa yang membuat Sheila tiba-tiba memilih Namira buat mengandung bibit Alex.
tok.. tok.. tok..
"masuk"katanya.
"Maaf Tuan dibawah ada Tuan Andre".kata kepala pelayan.
Damian mengerutkan keningnya. Karena ini sudah malam ada urusan apa hingga Andre kesini.
"Suruh tunggu"
Damian segera mematikan laptopnya, dan memakai bajunya. karena Damian bila tidur terbiasa tanpa baju, hanya memakai celana piyama.
Kepala pelayan pun undur diri. Menghampiri Andre.
"Tuan Damian sebentar lagi turun, Anda diminta menunggu".
"Baik Pak, oh ya bisa minta kopi?"
Kepala pelayan menggangguk dan menuju ke dapur.
__ADS_1
Tak lama tampak Damian turun dari tangga menghampiri Andre.
"Kenapa malam-malam kemari, jika bukan urusan mendesak awas kau" seraya menatap tajam Andre.
"hehe.. jangan marah, lagian tumben sekali jam segini sudah mau tidur kayak anak perawan saja".sambil cengengesan.
" mau mati ya kau"menatap tak suka Andre.
Andre adalah sepupu Damian. Dia mempunyai kecerdasaan diatas rata-rata. Strategi taktik dalam pemasaran maupun dunia mafia, Andre lah yang memegang.
Kepala pelayan pun datang membawa 2 gelas kopi. Meletakkannya kemudian pamit ke dapur sambil membungkuk.
Beberapa menit hening tak terjadi percakapan.
Setelah menyesap kopinya Andre berkata,
"Kau sudah menghubungi Kevin?tanya Damian.
"Sudah tapi saat ini Kevin tak ada ditempat, kabar dari asistennya dia lagi berada di luar negeri".
Damian tampak mengerutkan keningnya, kemudian dia menghela napas.
"Aku lupa Kevin pamit menengok maminya yang lagi oprasi, trus apa kamu bisa kesana sementara menunggu Kevin balik.
"Ya...aku berencana kesana, mungkin agak ribet juga tapi ini masalahnya persenjataan dalam jumlah besar".
"Selesaikan sampe tuntas, Kevin pamit cuma seminggu mudah-mudahan cepat balik".
__ADS_1
"Aku berangkat agak siang mungkin memakai heli.." sambil meminum kopinya.
"kalau gitu aku balik dulu. tidur sana mimpiin aku" Andre tergelak sambil melangkah keluar.
......_______________......
Pagi hari di mansion Alex, tampak para pelayan lagi memasak di dapur. Tak lama tampak pasangan suami istri itu turun langsung menuju meja makan.
Sambil menunggu makanan disajikan mereka bercakap-cakap.
"Nanti siang aku akan antar makan siang mu, pulangnya aku mau mampir ke rumahku".kata sheila.
" Jangan.., sementara jangan kesana dulu. Anak buah Damian masih mengawasi tempat tinggalmu".Damian menyahut
"huh... sampai kapan? Ini sudah 4 hari". tanya sheila lagi. Tampak dia menghela napas.
"Tunggu keadaan aman dulu, Kau boleh jalan-jalan ke mall atau kemana, asal jangan kesana".
" Ya sudah aku mau belanja".
Tampak bibi pelayan menata makanan di meja makan
"Silahkan Tuan Nyonya" sang pelayan mempersilahkan.
Sheila mengambilkan makanan buat suaminya.
Merekapun sarapan pagi dengan tenang.
__ADS_1
Hanya ada suara sendok yang beradu dengan piring. Karena sudah jadi kebiasaan saat lagi makan tak bersuara.