
Pukul 12 siang, Axton memarkirkan mobilnya di halaman, ia melihat Sarah tengah mencari sesuatu di taman sebelum ia menyadari kedatangan Axton dan menundukan kepalanya sopan. “Selamat siang Tuan.”
“Dimana Arabella?” Tanya Axton langsung pada intinya.
“Sepertinya ada diruangan melukis Tuan, aku belum melihatnya,” ucap Sarah sopan.
Axton menganggukkan kepalanya pelan, lalu ia tampak ragu melangkah dan kembali menatap Sarah. “Dan, apa yang sedang kau cari?” Tanya Axton kemudian.
“Aku sedang mencari Laura Tuan, aku baru saja menyiapkan makan siangnya,” jawab Sarah.
“Mungkin dia sedang bermain disekitar sini,” ucap Axton. Sarah pun menganggukan kepalanya dan Axton melanjutkan perjalanannya masuk ke dalam rumah, ia menaiki setiap anak tangga dengan cepat.
__ADS_1
Perlahan Axton membuka pintu itu dengan sangat pelan, disana rupanya Arabella tengah asik melukis bersama Laura. “Rupanya disini kau berada? Ibu mu sedang mencari mu untuk makan siang Laura,” ucap Axton membuat kedua orang yang sedang asik itu menolehkan kepalanya secara bersamaan.
Dengan cepat Laura seakan terburu-buru turun dari kursinya dan mengambil sebuah boneka yang sepertinya ditaruh untuk dijadikan objek gambar mereka. “Aku benar-benar terlalu asik melukis, aku lupa ibu ku pasti akan mencari ku,” ucap Laura dengan senyum kaku dan langsung pamit pergi begitu saja, ia masih menyimpan sedikit rasa takut karena sudah memecahan sebuah guci milik Axton di dalam rumah ini.
Tak sampai satu menit, Laura bahkan sudah menutup kembali pintu ruangan dan meninggalkan Axton berdua dengan Arabella.
Axton menoleh kearah Arabella yang tampak kebingungan dengan sikap Laura yang terburu-buru, ia tak menyadari jika Axton sedang memperhatikan wajahnya. Seperti biasa, Arabella tampak cantik dengan sebuah dress yang Axton belikan. Tak lama, mata indah itu mulai membalas tatapan Axton. “Semalam kau tak pulang?” Tanya Arabella.
“Aku baru kembali melukis setelah beberapa lama,” sahut Arabella.
“Kau bisa melukis sesuatu untuk ku?” Tanya Axton.
__ADS_1
Arabella menoleh pelan, ia bisa melihat dengan leluasa wajah Axton dari jarak sedekat ini, “Apa lukisan yang kau inginkan?” Tanya Arabella balik.
Kini Axton pun menoleh, mata mereka bertemu. “Apapun yang menurut mu aku akan menyukainya,” jawab Axton, perlahan tatapan Axton bukan lagi pada mata Arabella, ia cukup tergoda pada bibir Arabella yang seakan mengundangnya.
Axton menumpu tangan kanannya pada sebuah meja yang menghalangi mereka, perlahan wajahnya mendekat dan Arabella tak menghindar sedikit pun. Axton pun mendaratkan bibirnya pada bibir Arabella, mengecap pelan rasa manis dari pelembab bibir beraroma buah yang Arabella kenakan. “Buka mulut mu, Bella,” bisik Axton dengan sangat pelan di sela-sela kecu_pannya.
Perlahan mulut itu pun terbuka, Axton mulai bermain kecil dan lama kelamaan terasa balasan ringan yang Arabella berikan. Axton menggigit pelan bibir bawah yang terbuka itu, siang ini sebenarnya Axton tak ingin melakukan hal itu, namun jika sudah bersama Arabella hal apapun bisa menjadi mungkin karena pesonanya yang membuat Axton cukup tergila-gila.
Axton menaruh ibu jarinya ditengah mulut mereka, menghentikan kegiatan itu sebelum menjadi lebih panas dan tak terkendali diruangan melukis ini. Keduanya saling menatap satu sama lain, nafas mereka terengah. “Aku tidak ingin melakukannya disini, ayo ke kamar ku,” bisik Axton tepat di telinga Arabella yang cukup membuat Arabella semakin berdebar.
__
__ADS_1
Hayoloh, pada nungguin Axton junior kan? Lagi otw ya.