
Baru saja Axton keluar dari ruangannya, seorang pria tiba-tiba datang menghampirinya, berlutut dihadapannya. “Hai!” pekik Jack yang terkejut disamping Axton, baru saja Jack akan mengusir dan memanggil keamanan, pria itu mengangkat wajahnya.
“Tuan, aku sudah membawa $100.000, mohon terimalah, aku berjanji akan mencari sisanya minggu ini, aku ingin kau mengembalikan Bella sekarang Tuan,” ucap James. Kerutan dikening Axton terlihat jelas, saat Jack akan menjauhkan tubuh James, Axton mengangkat sebelah tangannya, ia sedikit membungkuk menatap James tajam, rahangnya mengeras.
“Dari mana kau mendapatkan uang sebanyak itu James?” desis Axton.
James terlihat semakin gugup, tubuhnya bergetar hebat. “A—Aku meminjam uang ini,” jawab James gugup.
“Kau meminjamnya? Lalu jika kau tidak bisa mengembalikannya bagaimana? Kau akan menggunakan Bella lagi untuk rasa belas kasihan mu?” Bentak Axton.
__ADS_1
James menggelengkan kepalanya kencang, ia mengusap kedua tangannya dihadapan Axton. “Tidak, aku dibantu oleh Daniel, kekasih Bella. Kami mencari pinjaman—“
Axton yang merasa tak nyaman dengan sebutan itu berdecak tak suka. “Kalian mencari pinjaman? Lalu setelah ini hidup mu di kelilingi hutang? Apa kau akan meminta Bella bekerja keras untuk melunaskan beberapa hutang yang kalian buat?” Tanya Axton. “Dengan James, Bella aman bersama ku, carilah pekerjaan yang benar. Bella tak membuat onar, jika aku sudah bosan pun aku akan mengembalikannya. Sekarang kau pulang dan kembalikan uang-uang itu, hidupnya benar-benar selamat berkat Bella.”
“Tidak, Tuan—“ Axton memperintahkan anak buahnyaa melalui gerak gerik mata, lalu kedua orang itu menarik tubuh James untuk berdiri dan keluar dari dalam Casino.
Mata Axton semakin menajam, ia sendiri marah pada dirinya yang berbuat demikian. “Apa sekarang kau mulai berani memberitahu ku?” Desis Axton, ia mulai kembali melangkahkan kakinya, ia harus menjauhi Bella untuk beberapa hari, tidak boleh ada rasa kasihan yang terlalu berlebih pada tawanannya sendiri.
“Maaf Tuan,” ucap Jack sambil membungkukkan badannya.
__ADS_1
\~
Axton memejamkan matanya perlahan, ia sudah masuk ke dalam pesawat, keberangkatannya menuju Kanada bisa dibilang mendadak, 2 hari lagi seharusnya Axton di Kanada, namun ia memajukan jadwal. Semua ini karena ia tak siap bertemu Arabella, Axton tak bisa menahan dirinya jika bersama wanita itu, Axton tak ingin lemah oleh seorang wanita tak berharga itu.
Wanita tak berharga? Sialnya Axton kembali kesal dengan Jack yang berkata demikian, rasanya tak suka dan Axton marah. Namun hanya ada satu pertanyaan, mengapa Axton harus merasa marah?
Dengaan gusar, Axton membuka mataanya cepat, ia menatap Jack yang tengah duduk dikursi sebrang. “Sesampainya disana, aku ingin mereka sudah menyiapkan satu orang wanita cantik untuk menemani ku,” ucap Axton tiba-tiba, membuat Jack yang sedikit terkejut pun hanya menganggukan kepalanya lalu menjawab jika ia siap dengan perintah tersebut.
Axton kembali bersandar pada kursi nyaman itu, ia hanya teralu penasaran pada Arabella, ia menunggu wanita itu beberapa hari, tak salah jika Axton hanya tertuju pada Arabella. Dan malam ini, Axton akan bersama wanita lain, ia yakin akan mengalihkan pikirannya dari Arabella, ia akan kembali melihat Arabella sebagai jaminan James, membuat Axton yang merasakan belas kasihan lagi seperti ini
__ADS_1