Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia
TSM Bab 137 - Kenapa Rilly Sampai Berkorban Banyak?


__ADS_3

Rilly tidak bisa lagi menghindar, jadi dengan suaranya yang sesenggukan dia coba menjelaskan semua yang terjadi.


Cerita yang tidak runtut, seperti isi kepalanya yang belum tenang.


"Semalam kami menyelamatkan Zeon, tapi dalam kejadian itu Dicki meninggal dan aku keguguran. Maafkan aku Oma, Kek, aku tak bisa menjaga diriku sendiri," terang Rilly


"Seluruh anggota Black Venom datang ke Servo, sekarang mereka semua memakamkan Dicki. Liam ada di sana. Sebenarnya, sebenarnya aku telah mengenal Liam jauh sebelum dia datang ke rumah. Kami bertemu saat aku hilang di Servo. Aku, aku ..." Rilly bicara dengan terbata-bata dan justru membuat Oma Putri dan kakek Agung semakin bingung.


Begitu sulit menyusun puzzle yang diberikan oleh Rilly.


Oma hanya memahami dua hal, Rilly yang keguguran dan luka ditangan itu karena perkelahian.


Astaghfirullahaladzim, Oma hanya bisa beristighfar di dalam hatinya. Apa saja yang telah dilalui oleh sang anak, dan apa saja yang dia tidak ketahui tentang sang menantu.


"Cukup Ril, tenang dulu," balas Oma Putri, dia memeluk sang anak dan Rilly membalasnya dengan pelukan yang semakin erat.


Dia benar-benar butuh keluarganya untuk berbagi tentang kesedihan ini, Rilly tak bisa sendiri.


Kakek Agung pun hanya terdiam, mengusap wajahnya frustasi.


Tak mungkin memaksa Rilly untuk bercerita lebih, karena nyatanya keadaan sang anak seterpuruk itu.


Bahkan sampai mengalami keguguran.

__ADS_1


Sekitar 20 menit kemudian Rilly mulai tenang.


Oma Putri dan kakek Agung juga tidak bertanya lebih, hanya menenangkan Rilly lebih dulu.


Dan di saat itu akhirnya pintu pun terbuka dan nampak lah sosok Liam yang datang.


Ya Tuhan. Batin Liam, akhirnya kenyataan ini lah yang harus dia hadapi.


"Oma, Kek," sapa Liam saat dia sudah masuk.


Sama seperti Rilly dan Frans, Liam pun memiliki luka di pelipis matanya, luka yang masih segar.


Liam, oma Putri dan kakek Agung duduk di sofa, sementara Rilly tetap di atas ranjang dan mendengarkan.


Sungguh, Rilly tak ingin Liam hanya sendirian menghadapi kedua orang tuanya, tapi dia bisa apa. Bahkan bicara pun terputus-putus karena tak bisa mengendalikan emosi, kalah dengan air mata yang terus mengalir.


Bahkan sekarang saja sebelum Liam bicara sepatah kata pun, Rilly sudah menangis lagi.


"Maafkan aku Oma, Kek, sebenarnya selama ini banyak hal yang aku tutupi dari kalian juga seluruh keluarga Aditama. Maafkan aku, aku tidak seperti apa yang kalian kenal," ucap Liam.


Oma Putri dan kakek Agung hanya terdiam, menatap lebih lekat menunggu ucapan Liam selanjutnya.


Sampai akhirnya peristiwa sekitar 1 tahun lalu saat Rilly hilang kembali terkuak.

__ADS_1


Rilly yang dia jadikan tawanan untuk memenuhi misi balas dendamnya, mengurung Rilly di Markas Black Venom dan bahkan menjadikan wanita itu bagian mereka, seperti seorang pria.


Oma Putri menganga dan dia tutup menggunakan kedua tangan, itulah kenapa dia melihat banyak bekas luka di tubuh sang anak. Oma diam-diam memeriksa tubuh Rilly saat sang anak tertidur.


Namun melihat Rilly yang murung membuat oma Putri tak ingin mengulik lebih jauh, dia sudah sangat bersyukur bahwa Rilly telah kembali.


Liam benar-benar membuka semua tabir masa lalunya, sampai akhirnya kemarin ada kabar tentang Zeon dan Dragon, lalu Rilly ikut andil di dalamnya untuk berperang.


Akhirnya Rilly keguguran dan Dicki meninggal.


Di ujung kalimatnya untuk meminta maaf, Liam bersimpuh di hadapan kedua orang tua tersebut.


Namun oma Putri tak menjawab dengan kata-kata, dia melayangkan tangannya kuat dan menampar pria tersebut.


PLAK!


"KURANG AJAR!! BADJINGAN KAMU!! PENIPU!!" Pekik oma Putri, bagaimana tak hancur hatinya saat di hadapan dia bersimpuh seseorang yang telah menghancurkan hidup sang anak.


"Apa yang kamu lakukan pada anakku?! kenapa Rilly sampai berkorban banyak hanya untuk pria seperti mu!" maki oma Putri dengan menangis.


Kakek Agung terdiam, sementara Rilly pun hanya menangis dan berulang kali menggelengkan kepala.


Liam tidak salah.

__ADS_1


__ADS_2