Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia
Lingkungan Aneh


__ADS_3

Arabella menatap dari dalam mobil, mereka mulai memasukin sebuah gerbang tinggi dengan bangunan putih yang tampak megah. "Apa semua yang hadir orang-orang penting?" Tanya Arabella pelan tanpa melepaskan pandangannya dari beberapa mobil mewah yang terparkir dihalaman luas itu.


"Bisa dibilang seperti itu. Dan selamat datang di keluarga besar Matthew, kau akan melihat orang-orang jahat seperti ku, kami memiliki pikiran yang sama liciknya, jadi tetaplah bersama ku, jangan mudah percaya dengan apa yang mereka ucapkan," ucap Axton kemudian, belum sempat Arabella bertanya lebih lanjut, pintu mobil sudah dibukakan oleh sang supir dan Arabella pun turun.


Arabella masih tak mengerti dengan ucapan Axton, ia menoleh kearah Axton dengan kerutan samar dikeningnya. "Didalam sama adalah semua keluarga mu?" Tanya Arabella, ia sedikit berdebar memikirkan hal itu, apakah Axton akan memperkenalkan Arabella hari ini?


Axton menarik nafasnya pelan, seakan enggan untuk menjawab lalu mengalihkan pandangannya pada pintu masuk gedung yang terdapat beberapa penjaga dengan pakaian rapi mereka. "Ya, mereka semua keluarga besar yang sudah mengangkat ku dari kemiskinan." Axton kembali menatap Arabella yang masih terlihat tak mengerti dengan semua yang Axton katakan. "Aku tak memiliki saudara sedarah satu pun di dunia ini, jadi jika aku mati, semua yang ada didalam sana akan senang hati menggantikan posisi ku, tapi setidaknya aku memiliki mu, kau akan menangis dan merasa kehilangan ku dengan tulus," ucap Axton dengan nada yang begitu tenang, matanya menatap tepat pada manik mata Arabella yang terlihat terkejut.


"Apa yang kau katakan!" Protes Arabella dengan cepat.

__ADS_1


Axton hanya tersnyum kecil lalu memeluk pinggang Aarbella dengan sebelah tangannya. "Ayo kita masuk ke dalam," bisik Axton. Mereka pun mulai berjalan kearah pintu masuk, beberapa penjaga yang melihat Axton menundukkan kepala mereka dengan sopan.


Mata Arabella lagi-lagi berbinar dengan segala kemewahan yang Axton tunjukan, ruangan ini sangatlah luas dengan berbagai forniture klasik yang begitu mewah, tak hanya Arabella yang mengenakan gaun cantik disini, ada 4 wanita lainnya yang tengah berdiri bersama para pria dengan segelas wine di tangannya. Yang menariknya, para wanita itu begitu cantik dan berkelas, seakan berani dan tidak lemah. “Selamat datang, Axton,” ucap seorang pria berumur sekitar 50 tahunan, suara yang ia keluarkan cukup kencang, membuat beberapa orang yang tengah asik berbincang menoleh kearah mereka.


“Untuk pertama kalinya seorang Axton Matthew membawa kekasihnya, siapa nama mu cantik?” Tanya pria lain yang mendekat kearah mereka.


Salah satu dari wanita itu menatap penampilan Arabella dari atas hingga bawah, lalu seakan sudah puas dengan apa yang ia lihat, pandangannya kembali tertuju pada Axton. “Apa yang membuat mu tertarik pada nya?” Tanyanya dengan begitu tenang, seakan tak merasa bersalah sudah menanyakan hal seperti itu secara jelas dihadapan Arabella.


“Tentu saja karena dia lebih cantik dan muda dari mu,” kekeh seorang pria muda yang ada disampingnya, semua orang disini tampak sudah akrab satu sama lain dan seakan sudah biasa dengan masing-masing karakter yang berbeda, bahkan Axton pun terlihat sangat biasa dan begitu santai.

__ADS_1


“Dia mengatakan dengan benar Ambara,” sahut Axton.


“Ah, jika menyangkut masalah wanita aku selalu ingat Mr.Matthew sebelum meninggal, dia hanya setia pada satu wanita yang salah,” ucapnya pria yang pertama kali menyambut Axton.


“Ya, dan semoga saja Axton tak mengalami nabis yang sama seperti ayah angkatnya yang malang,” desis Ambara, lalu tersenyum pada wanita lain disampingnya. Jujur saja, Arabella tak bisa menguasai lingkungan ini, terlalu menekan dan bisa saja merusak mentalnya jika harus beberapa hari ia terjebak dengan orang-orang ini.


_


350 like up lagi wkwk

__ADS_1


__ADS_2