
Dengan bantuan Seorang perawat, akhirnya pintu ruang rawat itu pun terbuka.
Kini bukan Liam ataupun salah satu anggota Black Venom yang masuk, melainkan Zeon dan Zena.
Awal kali masuk ke dalam ruang rawat itu, tatapan Zeon langsung tertuju pada seorang wanita yang nampak begitu cantik di pandangannya. Dia adalah Rilly, seseorang yang sudah dijelaskan oleh Dansel bahwa wanita itu adalah istri Liam, Rilly Aditama.
Meski jelas-jelas wanita itu bernama Rilly, namun entah kenapa dia selalu merasa bahwa wanita itu adalah Airish. Tubuhnya, rambutnya, sorot matanya.
Tapi tentang gadis itu belum bisa Zeon kulik lebih jauh, Dia belum punya kuasa untuk bertanya lebih pada Liam, tentang bagaimana keadaan Airish saat ini.
Dan Melihat Zeon datang, Rilly sungguh terkejut. dia tidak tahu apa maksud pria itu masuk ke dalam ruangan ini.
"Siapa kalian?" tanya kakek Agung, dia bahkan berjalan menghampiri keduanya. Melihat pria dan wanita itu yang memiliki wajah serupa.
Pria yang penuh dengan luka dan wanita yang coba membantu pria itu untuk tetap berdiri tegak.
__ADS_1
"Perkenalkan Kek, nama saya adalah Zena dan ini kakak saya Zeon," jawab Zena dengan sopan, dia bahkan menundukkan kepalanya memberi tanda hormat, meski melakukannya dengan kesulitan karena dia menahan bobot tubuh Sang kakak.
Mendengar nama Zena dan Zeon, kakek Agung terdiam, Oma Putri pun menatap lekat keduanya. Mereka berdua cukup tau kakak beradik itu dari cerita Liam.
Seluruh anggota Black Venom di luar sana mengira bahwa Zeon akan banyak bicara untuk meyakinkan Oma Putri dan kakek Agung, tapi dugaan mereka semua salah besar karena nyatanya yang lebih banyak bicara di dalam ruangan itu adalah Zena.
Sementara Zeon hanya menunjukkan wajahnya yang memelas, tak berdaya dan ringkih.
Zena yang memohon maaf atas semua kekacauan yang mereka berbuat, sampai Rilly ikut beraksi dan jadi keguguran.
Bukan hanya sandiwara, namun saat mengetahui Rilly keguguran dan Dicki meninggal dunia dia benar-benar merasa bersalah.
Melihat gadis itu menangis dan memohon ampun akhirnya Oma Putri pun terenyuh, sejak tadi juga dia dan sang suami terus menenangkan diri.
Bahwa memang seperti ini lah garis hidup sang anak, Rilly dan Liam.
__ADS_1
Tak mungkin pula mereka terus menyalahkan semua yang terjadi, menyalahkan Liam, menyalahkan pria tak berdaya itu-Zeon.
Semuanya telah berjuang dalam kehidupan masing-masing, hanya saja mereka saling terikat satu sama lain.
"Berhenti menangis, kami sudah memaafkan kalian. Lebih baik, bawa kakak mu kembali ke ruangan dan mendapatkan perawatan," balas kakek Agung, Oma Putri setuju, dia menganggukkan kepalanya dengan sangat jelas.
"Maafkan tuan Liam dan yang lainnya juga Kek, aku dan kak Zeon tidak akan merasa tenang jika mereka tidak Oma dan kakek maafkan. Ini semua gara-gara kami," mohon Zena lagi, bicara dengan sesenggukan.
Dan untuk itu kakek Agung hanya bisa mengangguk. Mungkin mereka bisa memaafkan, tapi akan begitu sulit untuk lupa.
Bahwa Liam dan Black Venom lah yang dulu telah menculik sang anak.
"Aku mohon Kek, aku mohon Oma," pinta Zena sekali lagi.
Dan kini, Oma Putri yang menjawab.
__ADS_1
"Ya ... kami memaafkan kalian semua, kamu dan Zeon, Liam dan semuanya," balas Oma Putri.