
James mengepalkan tangannya kuat dibawah meja, ia benar-beanr ketakutan saat ini. "A—aku ingin mendapatkan uang dengan cepat, a—aku ingin menebus Bella," jawab James pelan.
Axton mengetuk jarinya diatas meja beberapa kali, ia menatap pria dihadapannya ini dengan perasaan bercampur aduk, kesal, ingin marah, dan iba. Jika saja James bukan Ayah Arabella sudah ia hempas jauh-jauh, ia kesal dengan pola pikir James yang begitu dangkal, ia ingin marah dan berteriak bagaimana jika ia kalah dalam judi! Namun Axton pun merasa iba karena dirinya selalu menahan Arabella dan tidak menerima sejumlah uang yang James berikan, bahkan Axton sendirilah yang membuat James sampai seputus asa itu. Axton menarik nafasnya dalam, ia belum merasakan bosan pada Arabella dan itu artinya Axton belum bisa melepaskan Arabella untuk saat ini.
"Bagaimana jika kau kalah dan kehilangan seluruh uang mu? Bukan hanya semakin lama menebus anak mu kau akan mendapatkan tumpukan hutang tinggi diluaran sana," ucap Axton dengan suara beratnya.
James menatap kearah Axton dengan takut-takut, ia kembali menunduk dengan tubuh yang mulai bergetar. "Aku tidak berpikir kearah sana Tuan, yang aku pikirkan hanya berusaha untuk menang dan mendapatkan uang dengan cepat," jawab James lemah. "Sekali lagi maafkan aku Tuan, aku sangat mengkhawatirkan anak ku, aku hanya ingin membawanya kembali, Bella,,, Bella memang sedikit berani,,, aku takut dia melakukan kesalahan dan membuat anda kesal Tuan," ucap James.
Axton menggelengkan kepalanya pelan. "Untuk masalah itu tenang saja, Bella cukup penurut dan menyenangkan. Aku bisa menjamin hidupnya akan aman bersama ku, dan aku kemari untuk menawarkan sebuah penawaran yang cukup menguntungkan bagi mu," ucap Axton. Hal itu rupanya cukup menarik bagi James, pria itu tampak mengangkat wajahnya depan pelan.
“Penawaran?” Tanya James mengulang ucapan Axton, ia sedikit kebingungan dengan apa yang baru saja Axton ucapkan.
__ADS_1
“Ya, aku tidak pernah sebaik ini pada seseorang yang meminjam kepada ku, James. Dan berkat anak mu kau tidak perlu merasakan siksaan dari hutang-hutang yang melilit mu.”
Keduanya saling menatap satu sama lain, James begitu menanti apa yang akan diucapkan Axton, sedangkan Axton tengah merancang kata-kata apa yang akan ia keluarkan. “Aku akan melunaskan semua hutang mu begitu saja ketika aku sudah mengembalikan Bella, aku pun akan membayar gaji selama kau kerja disini dan hanya aku yang bisa menentukan sampai kapan Bella bersama ku. Setelah aku merasa cukup dengannya, kau dan Bella bisa pergi dengan uang hasil gaji mu yang akan aku bayar nanti. Bagaimana?” Tanya Axton.
James terdiam sesaat, ini memang cukup menarik, namun jika dipikir lebih dalam itu sama saja James sudah menjual anaknya sendiri pada sang mafia ini. Dengan mengumpulkan keberanian, James menggelengkan kepalanya pelan. “Maafkan aku Tuan, tapi aku tidak bisa menjual anak ku seperti itu, Bella pasti akan membenci ku, dan aku tak bisa melakukan itu,” ucap James cukup terbata mengingat bisa saja ia membangkitkan amarah Axton.
Axton tertawa kecil, ia menganggukkan kepalanya pelan. “Itu cukup menarik, James. Namun, mari kita berbicara soal kenyataan yang sebenarnya. Bella sudah ada ditangan ku, jika kau menunggu hasil gaji mu terkumpul untuk menebus Bella, itu akan memerlukan waktu yang lama, dan pastinya aku sudah cukup bosan. Jika kau menyetujui penawaran ku tadi, kau hanya mengunggu sampai aku bosan, selain kau terbebas dari hutang mu kau juga mendapatkan uang gaji untuk melanjutkan hidup kalian kedepannya.”
“Aku setuju Tuan,” ucap James dengan cepat.
Axton tersenyum puas, ia bisa sedikit bernafas lega tanpa harus memikiran ulah James dalam mencari uang. “Baguslah, aku harap kau bekerja dengan baik disini, tinggalkan perjudian dan hobi mu meminjam uang. Karena, aku tidak ingin melihat kau di casino ku lagi, keahlian mu dalam berjudi cukup payah, dan saran ku untuk mu, mulailah menjadi ayah yang baik untuk anak mu,” ucap Axton lalu berdiri dari duduknya. Ia berjalan keluar dari ruangan yang langsung di hampiri oleh Jack.
__ADS_1
“Awasi terus James,” ucap Axton pada pria yang ada di samping pintu ruangan.
“Baik Tuan.”
__
Mau up berapa hari ini?
Oh iya bantu tap love Hated or Loved di aplikasi kuda poni dong, biar bisa cepet up cerita Amber. Hihi.
__ADS_1