Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia
TSM Bab 109 - Hari H


__ADS_3

Cinta yang membara adalah Liam dan Rilly. Jika beberapa hari lalu waktu terasa berjalan begitu lambat kini jadi sebaliknya, seolah waktu merayap dengan begitu cepat.


Pada akhirnya mereka semua tiba di hari-hari yang paling ditunggu.


Hari pernikahan Liam dan Rilly.


Pernikahan itu di gelar di sebuah hotel bintang 5, Lin Luxurious Hotel.


Seluruh keluarga besar Aditama telah menginap di hotel itu sejak semalam.


Dan seluruh anggota Black Venom pun telah mempersiapkan diri mereka dengan baik, sama-sama menggunakan jas berwarna hitam senada. Karena badan mereka yang kekar, semuanya jadi nampak seperti bagian keamanan acara sakral tersebut.


Acara itu rencananya akan digelar sejak jam 7 pagi hingga jam 9 malam. Sementara akad nikahnya sendiri akan dimulai pukul 8 pagi.


Dari jam 7 pagi pintu ballroom tempat acara telah dibuka lebar-lebar, para tamu undangan pun berangsur datang. Di acara akad nikah ini tamu undangannya dibatasi, sementara yang untuk umum akan dimulai saat siang nanti.


Louis, baby Elsa, Casandra dan Fredly pun telah masuk ke dalam Ballroom tersebut.


Di sana banyak sekali bunga hingga membuat baby Elsa merasa sangat bahagia. Bocah cantik berusia 3 tahun tersebut langsung berlari kesana kemari.


"Kalian duduk saja lebih dulu, biar aku yang pegang Elsa," ucap Louis.

__ADS_1


"Maaf ya Lou," balas Casandra pula.


Fredly hanya terkekeh, "Elsa sepertinya bukan anak mu, dia anaknya Louis," ledek pria itu pula.


Casandra hanya mendengus, sementara Louis sudah pergi mengejar sang anak.


"Daddy Daddy bolehkan aku memiliki salah satu bunga ini? aku mau yang warna itu?" pinta baby Elsa dengan mata yang menatap penuh harap.


Namun belum sempat Louis menjawab, sudah ada seorang pria yang berdehem dan menghampiri mereka.


"Ehem!" dan pria itu adalah Frans. Merasa bersalah karena dulu telah membuat Louis koma, kini Frans ingin sedikit menebus kesalahan tersebut.


Dengan cara memberikan bunga yang diminta oleh bocah cantik itu.


"Yee!! terima kasih paman!" balas baby Elsa dengan riang.


"Terima kasih," ucap Louis pula dan Frans hanya mengangguk.


Setelahnya Frans meninggal keduanya dan kembali bergabung dengan teman-teman dari Black Venom.


"Bagus Frans, anggap saja dosa kita padanya sudah lunas," bisik Dansel, dia lah sekutu Frans saat penyerangan pada Louis.

__ADS_1


"Iya," balas Frans singkat.


Riko dan Serge sudah tidak peduli pada Frans dan Dansel, mereka sibuk melihat banyaknya para gadis cantik di acara tersebut.


Mengingat ucapan sang Bos untuk melanjutkan hidup, maka kini mereka pun akan fokus mencari istri.


Di ruang ganti Rilly ditemani oleh saudara-saudara wanitanya. Ada pula saudara mbak Ajeng yang datang, Nia-adiknya mbak Ajeng yang baru lulus SMA.


Rencananya Nia nanti akan melanjutkan kuliah di Jakarta, tinggal pula di rumah utama keluarga Aditama.


Rilly tersenyum saat melihat Nia repot sendiri mengurus anak-anak kecil, di tangannya sudah menggendong baby Gerald, namun keponakan-keponakan yang lain ada pula yang memeluk kakinya. Rilly merasa lucu, karena dulu dia lah yang melakukan tugas itu.


"Hahaha, Nia, sabar ya," ucap Rilly dengan tawa meledek.


Nia mendengus kesal, namun langsung tersenyum saat mbak Ajeng mendelik menatap ke arahnya.


"Mbak nanti repot menyambut tamu, jadi kamu yang jaga Gerald," titah mbak Ajeng.


Nia hanya bisa mengangguk patuh.


"Iya mbak," jawabnya pasrah.

__ADS_1


Karena mbak Ajeng memang tidak punya baby sitter.


__ADS_2