Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia
Kabar Pernikahan


__ADS_3

Kaki jenjang yang halus itu dengan perlahan menginjak halaman luas sebuah Casino yang terlihat begitu besar, gedung lebar yang tampak kokoh menimbulkan rasa mewah hanya dalam sekali lirik dan entah semenarik apa isi di dalam nya. “Kau sudah mendapatkan kartu VIP?” tanya Aurora pada Sam yang tengah menahan pintu mobil untuk Aurora.


Seperti biasa, Sam tak pernah mengecewakan Aurora, pria itu menganggukkan kepalanya dengan cepat dan mengeluarkan sebuah kartu yang diinginkan Aurora. “Aku sudah menyiapkannya Nona.”


“Bagus, kau memang bisa diandalkan Sam, semoga saja kita tak menunggu lama untuk menemui Axton,” ucap Aurora dengan senyuman penuh kemenangan. Namun siapa sangka, rencananya akan hancur berkeping-keping nantinya.


Aurora berjalan dengan Sam yang mengawalnya, mereka berhasil masuk ke dalam Cassino dengan lancar tanpa kendala apapun. Di waktu yang sudah hampir memasuki sore, Aurora melihat keadaan Cassino yang mulai ramai, beberapa pria yang cukup membuat mata Aurora sakit tampak sedang serius dengan kartu yang mereka pegang disebuah meja bundar.

__ADS_1


Aurora memilih duduk di sebuah bar yang menghadap langsung kearah orang*orang yang tengah sibuk mengadu peruntungan. Nampak wajah-wajah serius saat menghadapi mesin-mesin permainan judi di depan mereka, sebab jika konsentrasi mereka buyar, Dollar bisa lenyap seketika.


Dari informasi yang Aurora ketahui, Casino milik keluarga Matthew yang paling besar berada di Las Vegas, dimana fasilitas yang ditawarkan begitu menarik banyak peminat, Casino tersebut memiliki 1.000 Gaming Machine, 30 Table and Poker Games, yang dilengkapi pula tempat santai dan makan, 8 Restaurants dan Bar di setiap lantainya, serta 500 kamar hotel. Membayangkan hal itu saja membuat Aurora yang tak bisa membayangkan berapa banyak omzet yang diraih Axton permalamnya, bahkan yang memasuki Casino di Las Vegas tentu saja hanya orang-orang penting dan cukup kaya yang bisa masuk.


Lamunan Aurora terpecah saat suara sorak yang disertai tepuk tangan terdengar begitu keras disebuah meja bundar berisikan tujung orang. “Ada sesuatu?” tanya Aurora tampak bingung. Karena jujur saja, ia tak pernah tertarik untuk masuk ke dalam casino seperti ini, dimana menurut Arabella semua uangnya akan hilang dalam sekejap hanya karena permainan konyol.


“Mereka baru saja mengalahkan Bandar judi dan meraih Dollar yang cukup besar,” jawab Sam. Aurora hanya bisa menganggukkan kepalanya pelan sebelum seorang pria mengenakan jas yang tampak begitu rapi menghampiri mereka.

__ADS_1


Sam mengangkat sebelah tangannya terlebih dahulu. “Tidak, kami hanya ingin melihat-lihat,” jawab Sam dengan cepat. Pria tersebut hanya tersenyum lalu menunduk dengan sopan sebelum ia hendak kembali pergi.


“Um, tunggu sebentar, bisa aku bertanya dimana keberadaan Axton Matthew?” tanya Aurora membuat langkah pria itu tertahan dan menatap ragu kearah Aurora. “Oh, aku temannya, ini kartu nama ku.” Aurora memberikan sebuah kartu nama yang bertujuan agar pria itu bisa langsung melihat jika Aurora bukanlah sembarangan pengunjung.


Pria itu tampak masih ragu, namun ia kembali bersikap professional dan ramah kepada Aurora. “Mungkin lebih baik lagi jika anda menghubungi Mr. Matthew terlebih dahulu Nona, namun aku rasa Mr. Matthew tidak akan datang ke Casino untuk beberapa hari mengingat besok adalah hari pernikahannya, Mr. Matthew sedang sibuk mempersiapkan acara pernikahan Nona.”


Bagaikan ada sebuah tamparan keras yang menyadarkan Aurora, ia cukup terkejut mendengar informasi tersebut, tak ada acara pernikahan yang Aurora dapatkan. “Baiklah terima kasih,” ucap Aurora pada akhirnya, pria itu dengan cepat pergi dan mencari pengunjung lainnya yang baru saja masuk.

__ADS_1


Aurora mengepalkan tangannya kuat, ia menoleh kearah Sam dengan tatapan tajam. “Hal sepenting ini kau tidak mengetahuinya Sam?” desis Aurora marah.


Dengan cepat Sam menggelengkan kepalanya. “Aku benar-benar tidak mendapatkan informasi ini sebelumnya. Aku rasa memang pernikahan seseorang seperti Axton Matthew cukup tertutup, tapi kau tidak perlu khawatir nona, aku akan mencari tahu di mana lokasi yang akan menjadi acara pernikahan mereka,” jawab Sam, ada nada panik yang terdengar dengan jelas.


__ADS_2