
Axton dan Arabella kembali masuk ke dalam mobil, mereka terlalu lama di area pemakaman dengan berbagai cerita tentang masa lalu Axton. Arabella kini mulai mengerti dengan semua penolakan Axton yang tak menginginkan kehamilannya, Axton mungkin cukup tertekan dengan kehidupannya dulu. “Kau yakin kita akan menikah besok?” tanya Arabella tiba-tiba, ia baru mengingat jika Axton dan dirinya tidak mempersiapkan gaun untuknya sama sekali, belum lagi beberapa hal tentang pernikahan cukup membutuhkan waktu setidaknya 2 minggu bukan?
Mobil mulai melaju bersamaan dengan axton yang tersenyum, “Ada apa? Kau meragukan ucapan ku?” tanya Axton dengan raut wajah menggoda.
Arabella menggelengkan kepalanya dengan cepat, ia langsung menjelaskan alasannya mengapa dirinya bertanya seperti itu agar Axton tak merasa tersinggung. “Bukan begitu, hanya saja kita benar-benar tak mempersiapkan apapun, seperti undangan, gaun, tempat dan—”
“Maaf jika aku mengadakan pernikahan ini tidak semewah yang kau pikirkan, aku hanya mengundang keluarga besar Matthew dan beberapa rekan, terlalu banyak tamu menurut ku tidak terlalu baik, akan banyak masalah yang timbul ku rasa. Aku hanya ingin semuanya berjalan dengan baik dan lancar,” jelas Axton. “Dan untuk gaun, seseorang sudah menunggu kita di rumah, dia sudah menyiapkan sepasang baju pengantin untuk acara besok, kita hanya perlu mencoba dan dia akan menyelesaikan ukuran malam ini juga setelah kita mencobanya nanti.”
Arabella tersenyum lembut, “Kau memang pria yang hebat sayang, memikirkan segalanya dengan penuh pertimbangan,” ucap Arabella.
Selama diperjalanan Arabella lebih banyak menghabiskan waktu mereka dengan bersandar pada bahu Axton, sedikit percakapan dan tak terasa mereka sudah sampai di halaman rumah Axton. Wajah Arabella terlihat begitu bersemangat saat menemukan Laura yang seperti biasa tengah bermain bersama kelincinya, ia tetap akan melihat Laura di sepanjang harinya. “Hai Laura, ini sudah sore, kau masih bermain?”
Suara Arabella rupanya membuat Laura langsung menoleh dan gadis kecil itu tampak bersemangat berlari kearah Arabella. “Kau kembali nona?” tanyanya dengan bahagia.
Arabella mengganggukkan kepalanya dan memeluk tubuh mungil Laura, “Ya, aku masih akan bermain dengan mu,” jawab Arabella.
__ADS_1
“Yeayyy!” pekik Laura.
Axton yang melihat keakraban mereka hanya tersenyum lalu tak berapa lama Axton mengelus bahu Arabella. “Kalian masih bisa bermain besok, sekarang ayo kita masuk dan mencoba pakaian kita, jika terlalu lama aku takut mereka menjadi lembur hingga pagi nanti,” bisik Axton.
“Astaga aku lupa,” kekeh Arabella, ia melepaskan pelukannya pada Laura dan mengacak pelan rambut halus itu. “Besok kau harus datang ke acara pernikahanku ya, akan ada kue dan makanan lainnya disana,” ucap Arabella.
Merekapun masuk ke dalam rumah dan benar saja, disana Sarah sedang memberikan sebuah minuman dan sepiring kue pada seorang wanita. “Selamat datang Tuan, Nona,” ucap Sarah yang langsung membungkukkan tubuhnya ketika menyadari Axton dan Arabella sudah sampai.
Wanita itu pun berbalik dan tersenyum dengan ramah pada Axton dan Arabella. “Selamat sore Mr. Matthew, seperti yang kau perintahkan aku sudah menyiapkan sepasang baju pengantin,” ucap Selena sambil berdiri dan berjabat tangan pada Axton dan Arabella.
Selena tertawa renyah sambil menggelengkan kepalanya, “Itu bukan masalah besar Mr. Matthew, aku baru saja selesai dengan pakaian Mr. James dan maaf aku menghabiskan 2 gelas coklat panas disini,” kekeh Selena. Matanya beralih pada Arabella dan tersenyum dengan begitu manis, “Anda benar-benar cantik Miss, tak salah Jack langsung datang ke tempat ku untuk memilih secara langsung gaun cantik untuk diri mu,” ucap Selena.
“Terima kasih Selena, kau terlalu berlebihan,” jawab Arabella sopan. Mereka berbincang kecil dan akhirnya dua orang crew Selena masuk membawakan dua baju pengantin yang begitu indah dan memukau.
“Aku sudah menyesuaikan dengan ukuran yang Jack berikan, hanya saja aku ingin semuanya sempurna,” jelas Selena.
__ADS_1
Sedangkan di lain tempat, Aurora dan Sam sudah keluar dari Casino, wanita itu tampak sudah begitu kesal dan tak ingin mendengarkan ucapan Sam lagi. “Nona, orang yang suruh sudah mendapatkan dimana lokasi pernikahan mereka,” ucap Sam tiba-tiba sambil menepikan mobil dengan mendadak.
Aurora berdecak dan menatap Sam dari arah cermin depan dengan malas. “Lalu kita harus berbuat apa dengan tempat itu? Kau benar-benar payah Sam, aku sudah mengeluarkan banyak uang untuk menyewa suruhan mu itu, bekerjalah dengan baik! Pikirkan apa yang harus aku lakukan!” desis Aurora.
Hening tercipta seketika, Sam berbalik dengan begitu tiba-tiba. “Aku memiliki rencana Nona, bagaimana jika kita mencari keberadaan Mr. Matthew itu malam ini? Kau bisa saja menemuinya dan mengatakan hal buruk tentang calon istrinya, bukankah kita sudah mendapatkan banyak informasi mengenai wanita itu?”
Aurora diam sejenak, ia menatap Sam yang tampak begitu yakin dengan rencananya sendiri. “Baiklah, sepertinya rencana mu kali ini jauh lebih baik, sekarang kau harus menjadi tahu dimana Axton berada dan pastikan wanita miskin itu tak ada didekat Axton. Calon pengantin wanita biasanya sedang melalukan perawatan.”
“Baik Nona, aku akan langsung menyuruh Max untuk mencari keberadaannya sekarang juga,” ucap Sam.
“Aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun Sam. Bekerjalah dengan benar,” desis Aurora sebelum menatap halaman casino sambil tersenyum miring.
-
__ADS_1