
Rilly mengajukan syarat itu untuk ketenangan hatinya sendiri. Dia tak bisa mengulangi lagi hidupnya yang kelam, hidup tapi seperti tak hidup.
Tak peduli apa yang akan terjadi nanti setidaknya dia bersama, Liam. Dia akan lihat dengan mata kepalanya sendiri dimana Liam berada, apa yang Liam lakukan.
Dan Rilly akan pastikan sang suami tetap berada di sampingnya.
"Aku adalah bagian dari Black Venom jika kamu lupa," ucap Rilly lagi, bahkan menatap sang suami dengan tatapan yang lebih dingin.
Rilly ingin menunjukkan bahwa Rilly mampu, dia bukan wanita yang lemah.
Dan Rilly pun tak akan menyampaikan tentang kehamilannya, akan dia simpan sendiri.
Andai Liam mengetahui tentang anak ini, Liam tak akan mengizinkan Rilly ikut, atau justru melemparnya dengan paksa untuk kembali ke Indonesia.
Seperti dulu.
Sungguh, Rilly tak ingin kejadian itu kembali terulang.
"Baiklah, ayo kita lakukan bersama," balas Liam di antara semua keraguan yang saat ini dia rasakan di dalam hati.
__ADS_1
Keduanya lantas menyusun rencana untuk keselamatan Oma Putri dan kakek Agung di Hotel ini. Sementara Rilly nanti akan menggunakan topeng serta masker untuk menyembunyikan wajah aslinya.
Identitas Rilly Aditama tak boleh diketahui oleh siapa pun.
Di Indonesia.
Kabar dari Dansel telah sampai pada seluruh anggota Black Venom. Disaat semua orang sibuk dan berlari dan menyiapkan semua peralatan, Riko hanya berdiri terdiam di ruang tengah.
Dia merasa ini semua tak adil, disaat semua orang akan berjuang menyelamatkan saudara mereka Riko tetap di sini dan menjaga restoran.
Tidak, Riko tidak bisa.
Riko harus tinggal.
"Lepas! aku juga ingin ikut kalian ke Servo! aku juga akan berjuang untuk menyelamatkan Zeon!" ucap Riko dengan suara membentak.
Semua orang juga tau tentang hubungan Frans dan Zena, dan hubungan itu lah yang membuat Zeon jadi bagian mereka.
Dan di bentak seperti itu Serge seketika terdiam, hingga anggota Black Venom yang lain yang coba memberi penjelasan pada Riko.
__ADS_1
Jimmy, buka suara, "Ini semua adalah perintah Tuan Liam andai kamu lupa," ucap Jimmy.
"Kita butuh banyak biaya untuk melakukan perlawanan, dan sumber uang kita hanya restoran Black Venom sekarang. Jika kami semua terluka dari mana biaya untuk berobat. Meski di sini kamu sama saja seperti kami, ikut berperang, hanya saja jalannya berbeda," terang Jimmy kemudian.
Serge hanya bisa mengangguk, meski kalimat panjang itu juga yang ada di dalam pikirannya, tapi dia tak bisa mengucapkannya dengan kata-kata, semuanya seolah terhenti Di ujung lidah.
Riko terdiam, merasakan sesak di dadda hingga tenggorokannya terasa tercekat.
"AHK!!" pekik Riko, masih saja tak terima dengan ini semua.
Jimmy lantas menarik Serge untuk segera pergi dari sana, mereka tak punya banyak waktu dan harus segera pergi.
Tak sampai 15 menit setelah pemberitahuan dari Dansel, akhirnya seluruh anggota Black Venom kecuali Riko meninggalkan mansion dan pergi menuju Servo.
Setelah ditinggalkan oleh seluruh keluarganya, Riko benar-benar merasa sepi dan hampa.
Seolah dia bisa merasakan bagaimana jadi Rilly selama ini setelah mereka buang tanpa kabar.
"Kalian semua harus kembali, harus," gumam Riko dengan kedua tangan yang terkepal kuat.
__ADS_1