
Keesokan paginya, Arabella terbangun cukup siang, hanya ia seorang diri yang duduk di meja makan. Arabella menatap Sarah yang tengah menyiapkan sarapanya, dengan ragu Arabella pun memberanikan diri untuk bertanya. “Sarah, apakah Axton sudah pergi dari pagi sekali?” Tanya Arabella pelan.
Sarah menoleh kearah Arabella dengan tatapan bingung lalu menggelengkan kepalanya pelan. “Aku tidak melihat Tuan sedari tadi, sepertinya Tuan memang tidak pulang Nona,” jawab Sarah.
“Terima kasih,” ucap Arabella saat Sarah sudah selesai menyiapkan sarapan dan juga menuangkan segelas susu untuknya.
Arabella memulai makannya dengan pelan, ia merasa cukup aneh tak bertemu dengan Axton, biasanya pria itu selalu memberikan kabar sebelum ia pergi kemana pun, baik itu pada Sarah atau langsung pada Arabella.
Setelah merasa cukup kenyang, Arabella pun berjalan keluar rumah, ia tersenyum saat melihat Laura yang tengah bermain ditempat biasa. Kali ini anak perempuan itu mengenakan baju berwarna biru cerah seperti cerahnya hari ini. “Hai,” sapa Arabella.
__ADS_1
Laura menoleh kearah Laura dan tersenyum dengan lebar. “Hai Nona, dari mana saja anda dua hari ini?” Tanya Laura sambil berjalan mendekati Arabella dengan boneka berukuran sedang yang ia bawa.
Mereka pun duduk di bangku taman, Arabella mengusap pelan kepala Laura dengan lembut. “Aku pergi ke Kanada,” ucap Arabella.
“Apakah jauh?” Arabella langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat. Lalu seakan belum habis pertanyaan yang ada dibenaknya, Laura kembali bertanya. “Apakah disana menyenangkan?”
Arabella terdiam sejenak, jauh dari kata menyenangkan, ia hampir kehilangan nyawanya disana. Arabella pun menggelengkan kepalanya pelan, “Tidak terlalu menyenangkan,,, menurut ku. Oh ya, apa kau pernah keluar dari sini?” Tanya Arabella cukup penasaran, sudah berapa lama Laura berada disini?
Laura hampir sama seperti Arabella, hanya saja ia kehilangan ibunya dan hidup bersama James. “Apa kau tidak bosan bermain setiap hari disini?” Tanya Arabella kembali.
__ADS_1
Laura hanya menggelengkan kepalanya pelan, senyumnya sedikit luntur dan Arabella tahu itu bukanlah jawaban yang jujur. “Hei, aku melupakan sesuatu, apa kau ingin ikut bersama ku ke dalam? Aku mempunyai alat lukis, kau bisa melukis?” Tanya Arabella dengan semangat.
Terlihat jelas jika Laura sangat tertarik dengan ajakan Arabella, namun ia seakan menahan sesuatu dan menggigit bibir bagian dalamnya. “Ibu ku pasti akan marah jika aku masuk ke dalam,” ucap Laura dengan polos.
Arabella pun tersenyum, ia menggenggam tangan Laura. “Tidak apa-apa, aku akan membujuknya untuk membiarkan mu menemani ku,” sahut Arabella dengan semangat, senyum Laura pun mengembang dengan cepat, ia menganggukkan kepalanya dengan semangat.
Mereka pun masuk ke dalam rumah, Arabella melihat sekeliling dan tak menemukan Sarah, ia hanya melihat satu pelayan yang langsung pergi saat pekerjaannya tampak sudah selesai. “Ibu mu tidak ada, bagaimana jika kita langsung ke atas? Sarah pasti akan tahu kau bersama ku,” ucap Arabella.
Tanpa banyak perdebatan mereka pun berjalan kearah ruangan yang sudah Sarah tunjukkan kemarin, ia membuka ruangan itu dan mengambil boneka yang ada dipelukan Laura. “Kita akan melukis boneka milik mu, sekarang kita taruh boneka ini ke meja itu dulu,” ucap Arabella.
__ADS_1
Setelah menaruh boneka itu dengan posisi yang baik, Arabella pun duduk dikursi dan memberikan Laura sebauh kanvas berukuran kecil. “Ambil kuas mu Lau,” ucap Arabella. Laura pun memilih kuas diantara tumpukan kuas dalam wadah bulat dan mengambil yang paling kecil untuk belajar melukisnya yang pertaman. Ia menatap fokus pada Arabella yang mulai menuangkan isi cas pada sebuah palet.