Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia
Ending


__ADS_3

Axton berdiri di ambang pintu, senyumnya kembali mengembang saat ia pulang dari Casino yang melelahkan. Putri kecilnya kini menginjak usia 14 bulan, Quinza Matthew tengah tertawa lepas bersama James di kamar khusus Quinza.


Setelah menghindari sebuah komitmen yang menurutnya seperti mimpi buruk, Axton justru merasa senang dengan pernikahannya bersama Arabella, ia mendapatkan kembali warna hidupnya dan mendapatkan kasih sayang yang tulus dari seorang wanita.


Axton tak pernah berpikir dirinya akan terikat dalam sebuah pernikahan. Ia pikir akan menghabiskan hidupnya dengan penuh kegelapan untuk menambah pundi-pundi kekayaannya di dunia.


“Kau pulang lebih awal sayang?” Pertanyaan itu berhasil menyadarkan Axton dari lamunannya, ia menoleh kearah belakang dan menemukan Arabella tengah membawa sebuah mangkuk cantik yang berisikan makanan Quinza.


Axton tersenyum semakin lebar, ia memeluk pinggang Arabella dan menatapnya penuh cinta. “Aku ingin membawa kalian keluar malam ini, sepertinya makan malam keluarga sangat menyenangkan,” ucap Axton lembut.


Arabella menghela napasnya pelan, sesuatu yang tak pernah wanita itu lakukan dan tak pernah terbayang pula oleh Axton. “Ada apa? Kau lelah? Atau ada sesuatu?” Tanya Axton dengan kedua alis yang bertaut, tampak panik dan juga bingung.


Arabella hanya tersenyum kecut dan mengusap legan Axton. “Sebaiknya kita masuk terlebih dahulu, malam ini akan aku memberitahu sesuatu sayang,” ucap Arabella.


Kebingungan Axton semakin besar, ia menahan tubuh Arabella kembali yang hendak masuk memberikan makan pada Putri kecil mereka. “Mengapa tidak sekarang?” Tanya Axton.


“Aku tidak ingin menghancurkan situasi hati mu yang sedang bahagia, percaya lah pada ku, malam sepulang dari makan malam aku akan memberitahu mu,” ucap Arabella yang kini sudah melepaskan pegangan Axton dan berjalan kearah James yang tengah menggendong Quinza.

__ADS_1


“Hai sayang, mom membawakan makanan kesukaan mu,” ucap Arabella dengan suara anak kecil.


Axton yang hanya bisa menahan rasa penasaran pada akhirnya ikut menghela napas. Ia berjalan ke dalam kamar bertema pink putih itu dan mencium Quinza dengan penuh cinta. “Hai sayang, berikan senyum pada Daddy mu,” kata Axton, ia pun mengambil Quinza dari pelukan James. Mencium beberapa kali pipi mungil itu dengan gemas.


Selagi dalam pelukan Axton, Arabella mencoba memberikan makanan yang dibuat khusus untuk Quinza, walau pun terlihat enggan dan sedikit susah namun pada akhirnya Quinza berhasil menghabiskan makanan tersebut.


“Aku sudah menyiapkan makan malam di sebuah kapal pesiar untuk malam ini, jadi kita harus bersiap dengan sangat baik untuk acara special ini,” ucap Axton membuat James mengerutkan keningnya bingung dan menatap Arabella secara bergantian.


“Acara special? Apakah kau sedang berulang tahun?” Tanya James kepada Axton


Axton menggelengkan kepalanya, ia membenarkan posisi Quinza yang ada di pelukannya dan menghadap James. “Tidak ada yang berulang tahun, aku hanya ingin merayakan 2 tahun pertemuan ku bersama putri mu Dad,” kekeh Axton.


Mengingat waktu yang semakin bergulir, mereka pun memutuskan untuk bersiap, Quinza di urus oleh baby sister yang di rekomendasikan Sarah, sedangkan Axton yang sudah selesai dengan jas rapinya menatap Arabella yang masih sibuk dengan riasan wajahnya. “Aku tak akan tenang jika kau tidak memberitahu ku tentang masalah sore tadi sayang,” ucap Axton membuat Arabella menghentikan kegiatannya, ia membalikkan kursi dan menatap Axton.


“Kau yakin ingin mendengar berita ini sekarang?” Tanya Arabella.


Dengan semangat Axton menganggukkan kepalanya, “Sangat yakin.”

__ADS_1


Arabella menghirup napasnya dalam sebelum menyampaikan apa yang akan ia katakan. “Aku tidak tahu ini berita yang baik atau tidak untuk mu, hanya saja aku tidak ingin mendengar protesan apapun dari mu sayang. Ini semua karena memang salah mu.”


Alis Axton terangkat, ia tak mengerti dengan apa yang di sampaikan Arabella. “Apa salah ku?” Tanya Axton bingung.


“Aku mengandung lagi, sayang. Lebih tepatnya sudah lima minggu,” ucap Arabella terdengar serak.


Axton menatap perut ramping Arabella tak percaya, lalu sedetik kemudian ia menggulum senyumnya yang akan mengembang, “Mengapa kau sangat yakin jika aku akan protes?” Tanya Axton, ia bahagia mendengar itu, bahkan sangat bahagia.


“Aku terlalu trauma dengan kehamilan pertama ku,” lirih Arabella pelan. “Di tambah Quinza baru memasuki 14 bulan, masih terlalu kecil untuk memiliki seorang adik.”


Axton berjalan kearah Arabella, pelukan hangat ia berikan kepala Arabella. “Ini berita yang sangat bahagia sayang ku, aku mencintai keluarga ini, menambah seorang anak adalah menambah warna untuk ku. Maaf jika dulu aku terlalu bodoh,” ucap Axton. “Aku sangat mencintai mu.”


Hidup ini terasa begitu sempurna bagi Axton, bayangan masalalu kini tak lagi menghantuinya, hanya ada kebahagiaan yang Axton rasakan kini. Kehadiran Arabella adalah sebuah hadiah terindah dalam hidupnya, mereka seperti sebuah tim yang sempurna!


..._END_...


Ada Extra part kok, tenang hehe. Oh iya, sekarang aku udah nulis di F I Z Z O ya temanya religi romance yang cocok buat temenin kalian bulan puasa nanti, judulnya Sang Mempelai Pengganti. Free gak pake koin-koinan!

__ADS_1


Atau yang punya Wat t Pad bisa cek karya aku ‘Ku Jemput Cinta Dengan Istikharah’ pokoknya cocok buat bulan puasa nanti,


Aku balik lagi ke NT setelah lebaran ya dengan cerita Quinza yang di jodohin sama anak salah satu rekan Axton namanya King Zack Walton. Quinza dan King yang satu frekuensi malah diem-diem bikin surat kontrak pernikahan mereka sendiri biar bebas ketemu sama pacar mereka masing-masing. Genrenya sendiri adalah Comedi romantis dan judul yang baru aku pikirin adalah Raja dan Ratu wkwk.


__ADS_2