Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia
Tidak Siap


__ADS_3

"Aku memang mencintai mu Bella, sangat mencintai mu, tapi aku tak menginginkannya! Bisakah kau mengerti posisi ku?" Tanya Axton dengan nada yang mulai terdengar emosi, ia tampak berbeda dengan Axton beberapa menit yang lalu.


Arabella menarik nafasnya dalam, ini mungkin cukup mendadak bagi mereka, ia berdiri dihadapan Axton dan menatap kedalam bola mata itu, terlihat jelas sebuah ketakutan dan rasa putus asa yang ada pada diri Axton. "Tapi ini tetap anak mu, kita akan terbiasa kedepannya, aku yakin memiliki anak tak merumit yang di bayangkan Axton," ucap Arabella pelan, ia harus meluluhkan Axton yang cukup keras kepala saat ini, pria itu hanya syok dan akan menerima semua ini sebentar lagi, Arabella sangat yakin dengan pikirannya sendiri. "Apa kau tidak ingin ada seorang anak kecil memanggil mu ayah? Itu akan menyenangkan, percayalah."


Namun sebuah jawaban yang Axton berikan cukup membuat emosi Arabella juga meningkat. "Tentu saja tidak, Bella! Aku dilahirkan tanpa seorang ayah, bagaimana bisa aku menjadi seorang ayah!" Bentak Axton cukup keras di wajah Arabella, membuat wanita itu memejamkan matanya perlahan dan kembali menatap Axton dengan datar.


"Lalu apa yang kau inginkan? Menggugurkannya? Apa kau sudah gila Axton! Kau melakukannya bersama ku, seharusnya kau memikirkan kembali resiko yang akan kau buat setelah melakukannya,” ujar Arabella.

__ADS_1


“Tapi aku tidak menginginkannya Bella, aku belum siap dan tidak akan pernah siap!”


Arabella menggelengkan kepalanya pelan, ia menggigit bibir bawahnya dengan kencang menahan rasa kesal. “Kau kembali menjadi pria gila seperti dulu,” desis Arabella.


“Aku memang seperti ini Bella, jika kau tetap ingin mempertahankan anak itu—“ terdengar sebuah jeda hingga Axton menatapnya dengan ragu, Arabella menelan salivanya dengan keras menanti apa yang akan diucapkan Axton. “Aku akan mengembalikan mu pada James, aku akan membebaskan kalian berdua dengan uang jaminan untuk kelayakan hidup kalian selama 5 tahun,” ucap Axton.


Hati Arabella rasanya ditikam oleh kata-kata pengecut yang Axton lontarkan, salahnya sendiri memang mencintai seorang monster yang selalu memanfaatkan kelemahan orang miskin dengan kekayaan yang ia miliki. “Aku tidak perduli, dan aku membenci mu!” Desis Arabella tajam, ia menatap mata Axton penuh kebencian, ia langsung berbalik dan membanting pintu kamar Axton dengan kencang.

__ADS_1


Ia tak pernah menduga hal ini sebelumnya, ia benar-benar tak siap menjadi seorang ayah. Axton tumbuh dengan penderitaan selama hidupnya, cacian dan penghinaan sudah biasa ia rasakan dari semenjak ia bersekolah. Axton sendiri pernah berharap tak pernah dilahirkan ke dunia ini, berusaha menyelamatkan ibunya dari kematian membuat Axton harus melakukan pekerjaan kotor, bahkan Axton pernah mendekam disel tahanan selama 2 minggu karena tertangkap membawa obat terlarang yang diperintahkan ketua Matthew yang dulu.


Perjalanan hidup Axton tak pernah bahagia, ia selalu menderita dan ia tak ingin memiliki keturunan yang seperti dirinya. Bahkan Axton tak pernah membayangkan akan menjadi apa anaknya nanti dalam lingkungan hidup mafia.


Axton membenci komitmen, ia membenci keluarga dan ia membenci seorang ayah. Perjalanan hidupnya cukup meninggalkan sebuah trauma yang sangat berat bagi Axton. Sangat sulit untuk mencoba memulai dan berpisah dengan Arabella mungkin menjadi pilihan yang baik untuk saat ini.


\~

__ADS_1


Tenang guys, nanti ada James yang bikin Axton sadar.


Kalo mau emosi gapapa lempar aja bunga yang banyak, aku ikhlas😌


__ADS_2