
"hehehe.. iya mbok dulu waktu masih di panti aku biasa bersih-bersih kayak gini" sambil melap keringatnya dengan punggung tangannya.
mbok warni hanya manggut-manggut sambil tersenyum. Setelah membersihkan halaman, kami pun masuk ke dalam.
"mandi lah dulu, mbok juga mau mandi setelah itu baru bantu mbok masak ya, nduk".
" iya mbok", segera ku melesat masuk kamar.
Tapi begitu Namira masuk kamar mendadak dia keluar lagi. Dia celingukan mencari si mbok.
"Ada apa nduk, kamu cari siapa?" mbok warni muncul di belakang Namira.
"mbok.. bikin aku kaget. ehm...Kamar mandi di mana mbok?" tanyanya
Sambil tersenyum mbok warni menjawab "itu di belakang kamu Ada pintu, coba lihat?
Namira berbalik, terlihat pintu kamar mandi. Sambil cengengesan dia berkata "hehehe, maaf mbok aku gak tau ternyata disini".
"sudah cepetan mandinya".
Namira mengangguk, dia sangat bersyukur karena setidaknya disini masih kerja dan dapat gaji. Lagian dia sudah tak punya siapa-siapa lagi.
Namira membantu mbok warni memasak. Biarpun mbok warni sudah sepuh tapi dia cukup cekatan.
*krucuk.. krucuk..
ih... ini kenapa cacingnya berdemo*..
__ADS_1
"lapar nduk, pasti tuh cacingnya nyium bau masakannya si mbok makanya dia langsung demo" sambil senyum-senyum si mbok menggoda Namira.
"iya kayaknya mbok".
mbok warni menyuruhku memasukkan ke dalam rantang bersusun. Aku tadi memang sedikit bingung, karena di meja dapur banyak rantang bersusun.
" ehm, mbok kok kayak catering ya. Emang mau kirim kemana?tanya ku sambil memasukkan ikan ke rantang.
"ntar Ada yang ambil sendiri, masuk an kan saja semua. jangan lupa sisakan buat kita makan malam".
"hanya kita mbok?
" iya lah, memangnya mau siapa lagi".
"ehm..Tuan-tuan yang tadi pagi mbok?
"Den Damian sama Den Roy gak makan disini".
Setelah selesai Aku segera membersihkan bekas memasak, ku minta si mbok buat duduk bersantai saja.
Si mbok hanya memandangiku yang lagi beres-beres.
" kamu benar- benar rajin ya, si mbok seneng lihatnya".
"Aku terbiasa mbok, dulu habis bantu bunda panti masak Aku pasti berberes. Biar rapi dan sedap dipandang".
mbok warni mengacungkan 2 jempolnya. Merasa nyaman dengan mbok warni, Namira pun bercerita panjang lebar sambil tangannya tak berhenti membersihkan dapur dari bekas-bekas minyak.
__ADS_1
"uh.. beres sudah", sambil melihat jam dinding sudah hampir satu jam lebih.
Di lihatnya mbok warni sudah gak Ada di tempat duduk,
si mbok kemana ya...,
" Sudah nduk, ayo makan dulu sudah waktunya makan malam".
"iya mbok.. ".
Kami pun duduk di meja berdua, si mbok mengambil kan Aku nasi. Aku pun menjadi sungkan.
"Jangan sungkan anggap saja si mbok ini nenek kamu. Ayo lauknya ambil, kalau kurang nasinya bisa nambah".
"Makasih mbok" hatinya tersentuh merdengar perkataan si mbok.
Namira betul-betul bahagia, hingga lupa kalau dia tadi sempat minta di pulang kan.
Selesai makan dan membereskan piring kotor, si mbok mengajaknya duduk di ruang tamu.
Tampak televisi ukuran 70inci, Namira melongo.
"Sudah jangan bengong ambil Sana remotenya, siapa tahu kamu Ada acara yang mau ditonton".
Namira mengambil remotenya, dan menyalakannya. Si mbok datang membawa cemilan dan 1 teko air.
Posisi si mbok duduk di sofa dan Namira selonjor diba wah dekat kaki si mbok.
__ADS_1
" Mbok, bolehkah Aku bertanya?
Entahlah dari tadi banyak pertanyaan bersliweran di kepalanya. Berharap Ada yang menjawabnya.