
Ekhem, khusus 21 tahun keatas ya.
\~
Arabella menatap kamar Axton yang baru ia lihat untuk pertama kalinya, kamar ini begitu luas dengan seluruh furniture yang modern. Pandangan Arabella cukup beralih saat Axton mengunci pintu kamar itu, Axton menarik tangannya pelan dan mendudukkan Arabella ditepi ranjang.
Tanpa memulai percakapan terlebih dahulu, Axton menaruh lengannya di belakang leher Arabela, bibir mereka kembali bertemu, lidah mereka saling bertaut. Axton memperlakukannya dengan sangat lembut, membuat semua ini seakan menjadi candu yang menyenangkan.
Mereka seolah melampiaskan perasaan mereka tanpa kata. Lengan Arabella berpindah ke bahu Axton, jemarinya mengait pada rambut hitam Axton.
“Semalam ada seorang wanita yang menyentuh ku,” ucap Axton pelan, menghentikan kegiatan mereka sejenak, deru nafas keduanya masih memburu dan Axton bisa melihat ada semburat kekecewaan dalam mata Arabella. Wanita itu tak berbicara sedikit pun, hanya menatap Axton dalam yang terluka.
__ADS_1
Jemari Axton mulai menyapu bagian pipi Arabella pelan, “Tapi aku menolaknya, aku tak menginginkan wanita lain Bella. Entah apa yang ada pada diri mu, hanya kau yang aku inginkan,” bisik Axton, perlahan ia mendorong Arabella untuk terlentang, terlihat jelas kebingungan yang ada diwajah cantik itu. “Aku menyukai tubuh mu, Bella,” bisik Axton yang kini sudah kembali memberikan rasa candu bagi Arabella, “Aku menyukai mulut mu yang tajam.” Axton menyentuh permukaan bibir bawah Arabella.
“Aku menyukai rambut mu,” bisik Axton di samping telinga Arabella dan menghirup dalam wangi yang terdapat di rambut tebal itu. “Aku menyukai semua yang ada pada diri mu Bella, Aku menyukai mu,” ucap Axton yang kemudian langsung membungkam mulut Arabella. Ia benar-benar sudah tergila-gila pada Arabella, semalam ia ingin menyakinkan dirinya jika perasaannya pada Arabella hanyalah semua kepuasan dari hasil kegiatan ber-cinta mereka. Namun semua itu salah, Axton tak merasakan itu semua pada wanita lain, yang ada di bayangannya hanyalah Arabella dan Axton cukup risih saat seorang wanita menyentuhnya dengan gerakan yang seharusnya membangkitkan minatnya.
Arabella tak bisa bernafas, ia seakan kehilangan akal, ia ketakutan saat Axton mengatakan seorang wanita menyentuhnya, ia takut ini setelah ini Axton akan mengatakan jika ia sudah bosan pada Arabella, namun apa yang ia dengar? Axton menyukai semua yang ada pada dirinya, dan sebuah halusinasi mulai membuatnya gila, ia seakan mendengar Axton mengatakan jika pria itu mencintainya, padahal sudah jelas pria itu mencintai tubuhnya, bagian fisik yang membuat pria itu tergila-gila, bukan hatinya.
“I love you, Bella,” bisikan di sela-sela gerakan lembut itu membuat jantung Arabella seakan berhenti seketika, ia tidak salah mendengar, ia tak merasakan perasaan itu sendirian! Dengan perasaan senang yang memenuhi dirinya, Arabella kembali menggenggam rambut Axton dengan kuat, ia membalas semua yang Axton berikan.
Axton benar-benar dibuat mabuk oleh Arabella, ia tak bisa menahan dirinya lagi saat merasakan Arabella mulai membalas semuanya, “I love you too,” bisikan sangat pelan itu keluar dari mulut Arabella, ada rasa hangat yang menyusup pada dirinya ketikan mendengar itu.
Axton kembali menjauhkan tubuh mereka dan melepaskan celana panjang berwarna hitam, ia meraih kembali jas dan mencari sebuah pengaman yang biasa ia bawa untuk berjaga-jaga, namun Axton tak menemukannya. Dengan rasa sabar yang mulai menipis Axton pun kembali melempaskan jas miliknya, ia tak bisa menyia-nyiakan waktu hanya untuk mencari benda tersebut.
__ADS_1
Dengan perlahan Axton merangkak diatas tubuh Arabella, kembali memberikan sesuatu yang membuat Arabella mengerang pelan. Sesuatu yang dibutuhkan mereka berdua seakan begitu mendesak dan harus dituntaskan dengan cepat.
Arabella mencengkam kuat samping bantal yang ada dibelakangnya ketika Axton mulai memasuki dirinya dan perlahan, gerakan itu sangat pelan dan lembut, berulang dan semakin bertambah ritme gerakan hingga tak lama kemudian suatu dorongan pada suatu titik mulai ia rasakan, semuanya lepas begitu saja, membuat Axton dan Arabella kembali terengah dan tubuh Axton terjatuh disampingnya.
“Beristirahatlah,” ucap Axton dengan pelan, ia menarik kasar selimut untuk menutupi tubuh keduanya dan memeluk Arabella dari belakang.
***
Guys karena banyak yang bingung ‘Berarti hamil duluan nanti?’ Jawabannya iya ya, karena aku liat di film-film barat kebanyakan mereka nikah itu kalo pasangannya udah hamil, dan aku nulis TSM emang ambil tema luar negeri juga ya untuk cerita ini, makasih💃
Untuk GA aku ss besok malem jam 00:00 dan akan di umumkan pada bagian paling bawah part baru tanggal 1😻
__ADS_1
Jangan lupa bunga dan kopi untuk asupan semangat Author🤭